Pemilik Arcade Jepang Ditahan Akibat Penipuan Mesin Crane

December 27, 2017 6:01 pm
Pemilik Arcade Jepang Ditahan Akibat Penipuan Mesin Crane

Di sebuah arcade, sudah jadi rahasia umum bahwa game Crane yang dewasa ini tidak hanya menghadiahkan boneka saja itu tidak bergantung dengan kemampuan kalian untuk mendapatkan hadiahnya. Mesin tersebut didesain agar sistem pengambil hadiahnya baru berfungsi setelah kuantitas uang tertentu diberikan. Hanya saja sebuah rantai arcade di Jepang telah terbukti membuat mesin tersebut tidak mungkin dimenangkan bila dimainkan oleh pelanggan.

Pada 23 Desember kemarin, Kepolisian Osaka menahan Takeshi Ohira (33 tahun) selaku pemilik rantai arcade Amusement Trust bersama dengan kelima karyawannya. Arcade miliknya dituduh membuat game Crane tidak dapat dimenangkan, dimana sistemnya dapat kalian lihat di video di bawah.

Metode penipuan ini dilakukan lewat karyawan yang terus menganjurkan pemain untuk tetap bermain. Untuk meyakinkan korban para karyawan akan memberikan contoh cara bermain setelah diam-diam menyeting tingkat keberhasilan mesin setinggi mungkin untuk menunjukkan bahwa korban cuma kurang beruntung saja. Setelah korban mencoba lagi tentunya mesin kembali disesuaikan agar tidak mungkin dimenangkan.

Kebanyakan game Crane Jepang dibebani 100-200 Yen (sekitar 20.000 Rupiah) tiap percobaan. Namun mesin arcade ini dibebani harga 500 sampai 10.000 Yen (1,2 juta Rupiah) akibat hadiah yang lebih mahal seperti konsol game dan gadget mahal lainnya.

Laporan tentang kecurangan ini sudah diterima kepolisian sejak tahun 2015. Dikonfirmasi bahwa besar kerugian konsumen akibat modus ini mencapai 6 juta Yen (716 juta Rupiah)

Walaupun Ohira menolak mengaku bahwa mesin miliknya dicurangi, kelima karyawan sudah mengakui praktik ilegal ini. Salah satu karyawan dari cabang Dotombori mengatakan bahwa salah satu pelanggan sudah menghabiskan 300.000 yen (36 juta Rupiah) di mesin yang sudah dicurangi ini.

Kejadian ini kemungkinan besar akan mengakibatkan regulasi yang lebih ketat pada berbagai operator arcade Jepang. Kalau kalian tertarik dengan barang di dalam mesin Crane di Jepang, mending kalian cari saja di toko barang bekas atau di pasar online. 

Sumber: Soranews