Tokyo International Anime Festival, Apa yang Terjadi sebelum Sebuah Anime Tayang di Layar Kaca

January 31, 2018 4:26 pm
Tokyo International Anime Festival, Apa yang Terjadi sebelum Sebuah Anime Tayang di Layar Kaca

Pernahkah kamu berpikir, apa yang sebenarnya terjadi sebelum sebuah anime atau acara TV ditayangkan di layar kaca? Seperti apa pemasarannya dan apakah yang ditayangkan oleh anime Shirobako sesuai dengan kejadian di dunia nyata? Kebetulan JOI berhasil mendapatkan kesempatan untuk ‘mengintip’ ke dalam acara TIFFCOM/TIAF bersama dengan Cofesta Ambasador, sebuah acara pameran konten variatif yang terbesar di Tokyo.

Pertama-tama mari kita bahas apa itu TIFFCOM/TIAF, secara general, acara ini adalah sebuah pameran yang besar dan diikuti oleh banyak pemilik konten dari berbagai macam daerah di Asia. Baik film televisi, musik, animasi, dan lain-lain. Dalam acara ini, para kreator konten akan memasarkan produk yang mereka miliki, bukan tidak mungkin anime-anime yang kamu lihat sebelum ini sebenarnya lahir dari acara tersebut.

Ngomong-ngomong, acara ini digelar di Sunshine Building Ikebukuro dan merupakan salah satu gedung yang sangat ingin saya kunjungi namun belum sempat saya datangi, jadi saya sangat senang akhirnya bisa melihat gedung tersebut.

Jadi, acara ini adalah sebuah acara B2B, atau business to business yang melibatkan pencipta konten dengan pembeli/investor yang mau mendanai proyek mereka. Dalam acara ini, banyak booth-booth dari perusahaan ternama seperti Toei, Sunrise, Aniplex, dan masih banyak perusahaan lain yang pastinya sudah sering kamu dengar namanya.

Dalam acara ini, para perusahaan tersebut memamerkan konten yang akan mereka jual, bisa anime, bisa film live-action, ada juga yang menjual konsep, sampai ke produk. Dibandingkan dengan pasar B2C (business to consumer) seperti AFA, pasar kali ini jauh lebih ‘formal’ dan bagi saya menarik. Beberapa booth mungkin terlihat sedikit membosankan, tapi ada juga yang going all out dan mendekor boothnya dengan meja tenis beneran! Sesuai dengan film yang mereka pasarkan.

Pameran ini dilaksanakan dengan tujuan ‘multi-content market’ ini dapat menimbulkan pergolakan bisnis yang tinggi di antara perusahaan.

Selain pameran bisnis, beberapa acara lain seperti seminar mengenai bagaimana keadaan pasar animasi Jepang saat ini, probabilitas konten Jepang yang baru, dan yang saat ini sedang gencar-gencarnya digenjot di Jepang, konten VR atau virtual reality. Akan ada ulasan tersendiri mengenai kunjungan saya ke Miraikan di lain waktu.

TIFFCOM/TIAF merupakan sebuah bagian dari rangkaian acara Japan Content Showcase, yang juga mengadakan acara Tokyo International Music Festival. Kamu dapat melihat laporan saya mengenai konser-konser TIMM lewat tautan di bawah ini:

Kebetulan, acara TIFFCOM/TIAF tahun 2017 pun menandakan 100 tahun animasi Jepang, jadi pameran kali ini menjadi cukup penting.  Menurut Kazuko Ishikawa, presidan dari Asosiasi Animasi Jepang (Association of Japanese Animations), dalam kesempatan kali ini mereka akan berusaha untuk bekerja lebih keras lagi demi mengembangkan dunia animasi Jepang ke luar negeri dengan sasaran 100 tahun ke depan. Hal tersebut diperuntukkan bagi semua pendatang dan pembeli, baik dalam dan luar negeri yang menghadiri Japan Content Showcase, dan bagi semua yang sudah menjadi bagian dalam acara tersebut.