[3 Episode Rule] Darling in The Franxx

February 6, 2018 10:07 pm
[3 Episode Rule] Darling in The Franxx

“Darling in The Franxx” dipromosikan sebagai kolaborasi dari A-1 dan Trigger dan saya rasa ini bukan hiperbola kalau mengatakan bahwa anime ini adalah salah satu seri terpopuler untuk musim dingin 2018 berkat banjir fanart walaupun baru empat episode tayang dan diskusi terhadap kontennya yang mengingatkan dengan seri buatan Gainax.

Seri ini menceritakan tentang masa depan di mana bumi sudah hancur akibat penambangan geotermal yang menyebabkan berbagai monster raksasa bernama Klaxosaur/Koryu bermunculan. Umat manusia berlindung di benteng berjalan bernama Plant dan menggunakan mecha bernama Franxx yang dipiloti sepasang remaja yang dijuluki Parasites, yang terdiri dari Stamen dan Pistil; pasangan tersebut khusus dibesarkan untuk mengendarainya.

Code: 016 “Hiro” adalah kandidat yang dulunya memiliki potensi tinggi namun sekarang dianggap sebagai Stamen gagal. Sementara Code: 002 adalah Pistil berdarah Klaxosaur yang terkenal karena tidak ada satupun Stamen pasangannya yang hidup setelah tiga kali bertarung bersamanya.

Sebelum saya bicara tentang episode yang sudah tayang, mari kita mulai latar belakang produksi anime ini yang cukup menarik.

This is a Gainax show

Kita mulai dari jatuhnya Gainax lewat kepergian talentanya. Tentunya seri besar studio ini, Evangelion; sudah kalian kenal. Begitu juga dengan Hideaki Anno yang pergi membawa seri tersebut dan bersama sutradara veteran lainnya mendirikan Studio Khara. Lalu “energi” dari animasi Gainax seperti Hiroyuki Imaishi, Masahiko Otsuka, dan Yoh Yoshinori juga pergi mendirikan studio Trigger. Studio ini sampai sekarang belum pulih dari berbagai kehilangan ini

Atsushi Nishigori adalah salah satu staf produksi utama dari Gurren Lagann dan Panty & Stocking. Berbeda dengan teman kerjanya yang pergi dari Gainax untuk mendirikan studio baru, dirinya bergabung dengan A-1 untuk mengerjakan seri Im@s. Dirinya memiliki tim sentral yang berisikan juga dengan veteran Gainax seperti Toshifumi Akai, Megumi Kouno dan Satoshi Yamaguchi untuk mengerjakan berbagai entri seri tersebut dan tim tersebut sekarang mengerjakan Darling in the Franxx. Tim inilah pemegang visi dan direksi utama seri ini.

Singkatnya ini adalah passion project Nishigori yang mengumpulkan berbagai veteran Gainax. Aspek yang membuat kalian merasa seperti dibuat Trigger (seperti “kokpit”) itu sebenarnya adalah jiwa Gainax lama yang bangkit lagi di staf produksinya dan juga dukungan dari Studio Khara. Jadi menyalahkan aspek anime ini ke A-1 atau Trigger itu sebenarnya kurang tepat. Imaishi selaku perwakilan Trigger hanya bertanggung jawab pada storyboard aksi saja, dan tim Nishigori di A-1 itu memiliki kualitas yang berbeda dengan tim yang umumnya melakukan adaptasi LN.

Berhubung komentar sejenis ini juga sering muncul, desain karakternya mirip dengan Anohana dan Kimi no Na Wa karena dikerjakan oleh Masayoshi Tanaka dan Shigeto Koyama sebelumnya juga mendesain mecha untuk Captain Earth, Star Driver, dan Heroman jadi tolong kurangi komentar “Kok, mirip Tauburn ya?”, we all noticed.

It’s a very horny show

Kalau kalian melihat berbagai dialog tentang anime ini, kemungkinan besar kalian sudah melihat kokpit mecha-nya. Memang mayoritas seri mecha yang dikendarai remaja itu selalu menggunakan mecha sebagai analogi dari pertumbuhan, pubertas, dan seks; namun seri ini sangat jujur pada aspek tersebut lewat interaksi karakternya.

Para pilot dibesarkan dengan pandangan terhadap seks yang sangat utilitarian dari pendidik mereka. Sehingga walaupun aktivitas mereka melibatkan banyak kontak dengan lawan jenis, konsep seperti ciuman itu asing untuk mereka. Sudah jelas bahwa status quo yang ada ini tidak sehat, yang ditunjukkan dengan tingginya tingkat kematian Parasites dan Hiro yang memutuskan dirinya sudah mati karena tidak bisa memberikan apa yang diharapkan darinya. Sehingga pemberontakan para Parasites merupakan prediksi yang aman untuk perkembangan cerita kedepannya.

Salah satu materi promo dari seri ini yang cukup kentara adalah Medb Anemone Haruko 02. Mahluk bukan manusia berambut pink yang diisi suaranya oleh Haruka Tomatsu, jadi kalian sekarang harusnya sudah tahu kenapa Kentaro Yabuki yang mengerjakan manga-nya. Dari perkenalan awalnya sudah sangat jelas dia adalah karakter yang asertif dan interaksinya dengan Hiro sejauh ini menunjukkan hubungan yang sehat. Cuma berhubung ini masih di awal cerita tentunya hubungan ini akan banyak diuji ke depannya. Saya bersyukur kepribadiannya bisa nge-backing desainnya yang cukup mencolok, being horny (heh) and all.

Enough interesting spin on the mecha story formula

Sama seperti Riko dari Made in Abyss kemarin, Hiro tumbuh di lingkungan yang sangat fatalistik dan kepribadiannya serta bersedianya dia untuk mati agar bisa mencapai tujuannya itu adalah hasil dari pendidikan masyarakat tersebut. Jadi untungnya kita tidak ada plotpoint di mana sang protagonis haris dipaksa untuk masuk mecha, sebagai gantinya harus dia yang mencari cara untuk memaksa masuk ke dalam mecha akibat kecurigaan atasannya pada hubungannya dengan 02.

Sementara 02 sendiri adalah karakter yang ditakuti sebagai pencabut nyawa. Karakter semacam dia cukup umum di cerita bertema militer, dimana sebagai seseorang yang selamat sendirian atau memiliki latar belakang yang tidak menyenangkan (dalam kasus ini adalah darah monsternya) seringkali dikucilkan rekanannya. Hanya saja 02, for better or worse; hanya peduli dengan dirinya sendiri dan sang Darling. Jadi dari sini juga nggak ada drama yang sudah keseringan.

Speaking of which, subplot teman masa kecil diselesaikan dengan sangat brutal di sini

Format pasangan pilot dimana para Pistil menjadi inti mecha dan para Stamen adalah pendukungnya juga punya potensi bagus sebagai bahan cerita. Kecuali kalian gagal menangkap semua analogi seks dari episode yang sudah tayang (episode dua itu soal disfungsi ereksi) dan melihat betapa Gainax-nya seri ini, saya prediksi akan ada teknologi semacam Dummy Plug untuk mewakili “mainan” tertentu. Singkatnya akan ada banyak bahan untuk sumber konflik di tiap episodenya, sexy mecha conflict to be exact.

Verdict: Get in the Sexing Robot, Hiro

Anime ini akan tayang selama 2 cour, dan sejauh ini episode yang sudah tayang membuat saya cukup optimistis dengan pergerakan cerita kedepannya. Setting dan sistem dunia ini memiliki prospek besar untuk ditelusuri lebih lanjut. Saya juga harus jujur kalau girl in just military greatcoat is my thing, dan saya bersyukur nggak cuma dia saja yang membuat saya betah dengan Darling in the Franxx.

Saya sangat berharap kualitasnya bisa terus konsisten untuk kedepannya. Yang paling membuat saya khawatir dengan seri ini adalah jadwal produksinya yang dikebut karena seharusnya seri ini tayang musim depan, sehingga dikhawatirkan kualitas produksinya tidak mampu bertahan seiring penayangannya. A1 dan Trigger memang berpengalaman dengan jadwal produksi yang ketat, hanya saja kekhawatiran bahwa anime ini akan gagal memenuhi potensinya terus saya rasakan.

bukan_randy

Anime ini berhasil memutar pendapat saya dengan cukup drastis dari “duh kok kayak Bones, gwa kurang suka Bones” -> “Simbolisme sex & desain mecha-nya ga banget sih” -> “02 is cool” -> “Gwa mesti nonton ini begitu episode barunya keluar”.

Then again, ini baru 4 dari 26 episode, dan sejauh ini saya juga tidak begitu terkesan dengan battle-nya. Ketertarikan saya di sini murni hanya untuk misteri worldbuilding-nya dan mostly 02. Kemungkinan besar konflik-konflik ke depannya adalah simbolisme dating/marriage/sex lagi, saya harap nggak bikin kesel aja. Salah satu tebakan saya untuk cerita ke depannya? Ichigo is gay for 02.