Apakah Kamu Tahan dengan Protagonis Menyebalkan Manga ‘F’?

February 21, 2018 6:00 pm
Apakah Kamu Tahan dengan Protagonis Menyebalkan Manga ‘F’?

Setelah review dari manga Jin yang diterbitkan secara eksklusif oleh MangaMon secara digital di Indonesia, kali ini MangaMon kembali memberikan sebuah manga eksklusif untuk kami review. Manga kali ini bercerita mengenai seorang anak SMA bernama Gunma, dan bila sebelum ini Jin adalah seorang dewasa yang sangat bertanggung jawab, Gunma adalah tipe orang yang pengen kamu tonjok di muka.

“F”, adalah judul manga kali ini dan bercerita mengenai Gunma Akagi, anak seorang pengusaha super kaya yang ingin menjadi seorang pembalap. Sayang, dia tinggal di pedesaan dan tidak ada mobil yang bisa digunakannya. Karena itu dia bersama temannya Tsutomu memodifikasi sebuah traktor dengan mesin supercharger. Yes, supercharger. Kamu dapat menemukan manga ini lewat tautan berikut.

Manga ini diterbitkan pertama kali di tahun 1985 oleh Noboru Rokuda, bahkan sudah menjadi sebuah serial TV di tahun 1988. Seri ini bahkan sempat sukses di Italia, dan nama Gunma Akagi diganti menjadi Patrick.

Terbit tahun 1985, feel dari manga ini tentu jauh berbeda dari feel manga-manga dewasa ini, dan jelas sepertinya target audience-nya pun bukan anak-anak. Karena drama dan adegan-adegan yang ditampilkan dalam manga ini bisa dibilang ditargetkan untuk pembaca dewasa. Bagi saya manga ini cukup menarik karena poin-poin berikut:

A manga petrolhead would like

Kalau kamu suka serba-serbi mengenai mobil, maka besar kemungkinan kamu akan menyukai manga ini. Terutama karena pemilihan mobil-mobil dalam manga tersebut. Baru mulai saja sudah ada Chevrolet Camaro Z28, Toyota Starlet P60, bahkan BMW B6 Alpina yang berbasis dari BMW E21. Banyak mobil-mobil klasik yang akan membuatmu senyum-senyum sendiri, dan itu baru mulai dari volume pertama.

Mengingat manga ini adalah manga dari tahun 1985, jangan berharap ada mobil-mobil modern yang akan muncul dalam seri ini.

It’s not your everyday ‘shonen’ series

Saya harus mengingatkan kalau manga ini bukanlah manga yang ‘aman’ untuk dibaca pembaca di bawah umur. Konten drama dan seks dalam manga yang satu ini sangat kental, entah apakah ini dimaksudkan untuk menarik pembaca atau memang jaman dahulu kala hal ini sangat wajar untuk ditampilkan dalam sebuah manga.

Sebagai anak seorang pengusaha kaya raya, Gunma sering bermain wanita, dia senang pergi ke soap land dan bermain wanita walaupun salah seorang pembantunya di rumah memiliki hubungan dengannya. Dia juga sering membuat onar dengan menyetir traktornya secara ugal-ugalan dan membuat ayahnya muak mengurus anak yang satu ini.

Manga ini penuh dengan emosi-emosi yang gelap, mulai dari kebencian, cinta yang bertepuk sebelah tangan, pengkhianatan seorang sahabat, dan masih banyak lagi. Namun manga ini jauh lebih ‘real’ dari manga-manga edgy yang muncul dewasa ini.

Bukan sebuah panutan yang baik

Yang jelas, kalau kamu membaca manga ini, jangan pernah mengacu kepada manga ini saat kamu berkendara di jalan raya. Walaupun Gunma adalah seorang pengemudi yang cepat, dia bukan pengemudi yang bijak. Dia adalah seseorang yang menyetir dengan ego dan tidak mempedulikan para pengemudi sekitar.

Apa katamu? Mirip dengan kebanyakan pengemudi di Indonesia? Ya kamu benar.

Gunma tidak peduli dengan nasib pengendara lain, dia selalu ingin menyalip orang di depannya dan akan marah saat seseorang menyalipnya. Dia bahkan menggunakan cara-cara licik seperti melemparkan kotoran ke kaca depan pengemudi lain supaya ‘menang’ dari pengemudi tersebut. Kembali saya ulangi, jangan ikuti manga yang satu ini bila kamu berkendara di jalan raya.

Protagonis yang akan membuat kamu muak

Seperti Suneo, Gunma memiliki kekuatan uang untuk mengabulkan segala keinginannya, ayahnya memiliki 20 perusahaan dan tanah seluas 5.000 hektar, sampai dia mati 3 kali pun sepertinya uangnya tidak akan habis. Namun sayang, dia tidak memiliki perangai yang baik, saya sampai harus berpikir di tengah manga apakah ada orang yang bisa menyukai Gunma sebagai seorang karakter utama.

Gunma memiliki dendam terhadap ayahnya, dan dia hanya berpikir untuk membalas dendam saja. Karena seluruh uang yang diberikan padanya pun dia memiliki ego setinggi langit ke 7, dia terlihat tidak menghargai temannya karena menurutnya dunia berputar di sekitar dia. Dia juga sama sekali tidak menganggap orang lain setara dengannya. Gunma bahkan berani untuk mengkhianati temannya sendiri demi mencapai keinginannya. Truthfully, he’s repulsive af dalam volume pertama ini.

Namun karena ini masih di episode pertama, mungkin akan ada character development yang akan membuat manga ini menjadi jauh lebih menarik ke depannya. Di Mangamon sendiri, F sudah berjalan sampai volume 28, dan dari sampulnya terlihat kalau Gunma semakin dewasa, semoga.

Jangan lupa kalau JOI juga kembali mengadakan sebuah sayembara bagi kamu yang ingin menulis review dari manga F. Message akun JOI untuk mendapatkan voucher membaca manga F volume pertama, lalu isi review kalian di sini, dan 5 review terfavorit akan mendapatkan hadiah dari MangaMon!