Masa Depan Legalitas Anime Bersama Ponimu, Portal Anime Legal Pertama di Indonesia

May 20, 2018 4:34 pm
Masa Depan Legalitas Anime Bersama Ponimu, Portal Anime Legal Pertama di Indonesia

Topik mengenai legal-tidaknya mengunduh suatu anime dan bagaimana stance orang Indonesia kepada hal tersebut memang kadang menjadi masalah yang berkelanjutan. Di satu sisi, keinginan kita sebagai penikmat anime untuk mendukung dunia ini dengan menonton tayangan yang legal memang cukup kuat. Namun di sisi lain banyak faktor, terutama ketersediaan anime yang bisa ditonton secara legal di internet menjadi batu sandungan yang membuat orang-orang kembali membajak sawahnya masing-masing.

Alternatif di luar negeri memang sudah mulai bermunculan, namun kebanyakan alternatif tersebut tidak tersedia di Indonesia karena adanya fitur region lock. Namun di tahun 2018 ini, ada sebuah situs yang mungkin bisa menjadi awal dari berkembangnya dunia anime legal di Indonesia. Ya, saya berbicara mengenai Ponimu Indonesia, situs portal anime unggulan yang akan memulai debutnya di bulan Juli 2018.

Pada acara CSF 2018 minggu lalu yang digelar di Grand Ballroom hotel Pullman Jakarta, Ponimu membuka sebuah booth dengan tujuan brand awareness, sekaligus berbincang-bincang dengan teman-teman sesama penikmat dunia animasi Jepang. Tentu JOI juga tidak ingin ketinggalan berbincang-bincang sedikit bersama mereka yang berusaha untuk memajukan dunia anime di Indonesia ini.

Di acara tersebut, JOI berkenalan dengan Marco Armando, salah satu founder dari Ponimu Indonesia. Walaupun title-nya Founder, Marco tidak segan untuk membagikan flyer dan menjawab pertanyaan-pertanyaan kamu yang datang ke booth Ponimu di acara CSF. Beruntung JOI bisa mendapatkan sebagian waktu dari Marco dan mulai berbincang-bincang mengenai Ponimu dan juga masa depan.

Seperti apa bincang-bincang JOI bersama Ponimu? Berikut ini adalah rangkumannya.

Apa sih tujuan dari Ponimu?

Dari luar, Ponimu sekilas terlihat bagaikan sebuah situs yang menayangkan anime saja, namun sepertinya tujuan Ponimu yang sebenarnya berada jauh di depan itu. Menurut Marco, Ponimu tidak diciptakan untuk menjadi sebuah situs streaming semata, tapi juga diciptakan sebagai wadah industri kreatif lokal, kemudian membangun komunitas di dalamnya.

Misalnya Ponimu ingin membuat anime orisinal Indonesia, walaupun saat ini masih belum ada skill dan dana yang mumpuni untuk mewujudkannya. Kalaupun bisa diproduksi, jalur promosi yang dapat digunakan untuk penjualannya juga hanya bisa lewat bioskop. Namun bila wadah tersebut sudah terbentuk, baik pergerakan industri kreatif, promosi, dan produksinya bisa berjalan dengan lebih cepat dan tepat.

Karena itu, penting pembangunan Ponimu sebagai salah satu fondasi dalam industri kreatif.

Kenapa namanya Ponimu? Kenapa maskotnya mirip Pont*?

Nama Ponimu dibuat berdasarkan sebuah hasil brainstorming para founder yang ingin nama situsnya terdengar lucu. Jadilah Ponimu yang merupakan kependekan dari Portal Animasi Unggulan. Nama ini dipilih bersamaan dengan doa supaya Ponimu benar-benar menjadi sebuah portal anime yang paling unggul di Indonesia.

Nama Ponimu ini juga cukup lucu, karena terbukti ada beberapa pengguna yang membuatkan jargonPonimu, Poniku, Ponikita semua” alih-alih memplesetkan nama Ponimu menjadi Poni Milikmu.

Perihal maskot, sudah pasti banyak yang langsung menyasar kalau Mumu, maskot dari Ponimu, mirip sekali dengan maskot milik sebuah jaringan toko ritel tertentu, namun pada hakikatnya keduanya adalah entitas yang berbeda. Ponimu sama sekali tidak punya niat untuk meniru maskot lain, karena Ponimu hanya ingin maskotnya memiliki aura khas Jepang.

Pada awalnya, Ponimu memilih antara tanuki (rakun) dan kitsune (rubah), namun rubah memiliki kesan yang lancip dan tajam, sedangkan akhiran “mu” pada Ponimu membuat kesan yang membulat, jadi Marco dan kawan-kawan memilih tanuki sebagai maskotnya.

Bagaimana pandangan Ponimu terhadap bajakan?

Walaupun akan menayangkan tayangan anime yang legal, Ponimu punya pandangan yang menarik tentang bajakan. Ponimu mengakui kalau pasar legal memang tidak akan bisa menang melawan pasar bajakan karena faktor katalog judul yang tersedia. Bahkan bisa dibilang bajakan diperlukan untuk menikmati seluruh anime yang ada. Di tingkatan tertentu, bahkan lisensor pun maklum mengenai pentingnya bajakan.

Namun, bukan akhirnya kita harus memaklumi pembajakan. Tetap penting bagi penikmat anime untuk menonton tayangan yang legal supaya lisensor bisa mendapatkan data yang akurat mengenai pasar di Indonesia. Kurangnya data yang akurat ini menjadi tantangan bagi Ponimu saat bernegosiasi dan menjelaskan iklim penonton anime Indonesia kepada para lisensor di Jepang.

Ya iyalah, masa dari 262 juta penduduk Indonesia, yang nonton anime nggak sampe sepersejutanya? Yang datang ke acara anime aja bejibun banyaknya.

Data-data yang masih tersebar di situs bajakan ini membuat para lisensor ragu dan kesulitan untuk menembus pasar Indonesia. Diharapkan data yang dikumpulkan Ponimu dapat merubah hal tersebut.

Saat ini yang bisa Ponimu lakukan untuk bersaing adalah dengan melakukan inovasi terus menerus supaya para penggunanya dapat menggunakan layanan Ponimu dengan nyaman.

Age restriction? Ga bisa nonton semua anime-nya dong?

Salah satu fitur dari lima pilar Ponimu adalah Age Restriction. Sesuai dengan namanya, fitur ini akan membatasi tayangan yang bisa ditonton pengguna sesuai dengan usia yang didaftarkan. Jadi mereka yang belum cukup umur tidak akan bisa menonton acara-acara yang diperuntukkan bagi pengguna di atas umur 18 tahun.

Namun jangan senang dulu, ini bukan artinya Ponimu membawakan anime yang benar-benar lewd ya, itu sih kamu doang yang mesum. Kalau sudah mesum, jangan juga kemudian jadi pembohong, ya. Karena Marco mengatakan kalau Ponimu tidak bisa memeriksa umur asli pengguna yang daftar ke situs Ponimu, jadi daftarlah ke Ponimu dengan penuh tanggung jawab.

Bisakah Ponimu mengusahakan judul yang diminta pengguna?

Mungkin ini adalah pertanyaan yang sangat ditunggu oleh banyak orang, “Bisa nggak sih saya pesan anime legal ke Ponimu?” Karena saya yakin semua orang pasti punya keinginan untuk menghalalkan anime favoritnya masing-masing. Tapi bagaimana caranya?

Untuk mengusahakan, tentu Ponimu bisa mengusahakan hal tersebut. Pertama-tama, Ponimu harus tahu siapa pemilik lisensi dan apakah lisensor tersebut mau menjual hak tayangnya kepada Ponimu. Bagi judul-judul yang lisensinya eksklusif dan sudah dimonopoli pemain lain tentu tidak bisa didapatkan. Misalnya seperti judul Violet Evergarden yang lisensinya dimiliki secara eksklusif oleh Netflix.

Namun ada juga lisensor-lisensor besar yang belum mau bekerja sama dengan lisensor baru. Aniplex misalnya. Saat Ponimu meeting dengan Aniplex, mereka akan mempertimbangkan penawaran Ponimu setelah Ponimu launching dengan data yang lebih riil. Karena hal inilah dukungan dari pasar Indonesia menjadi sangat amat penting.

Lalu, negonya sudah sampai mana?

Tentu para calon pengguna ingin tahu siapa yang diajak bekerja sama dengan Ponimu. Saat ini, Ponimu sedang berdiskusi dengan 2-3 lisensor yang sudah dikenal dekat yaitu Hakuhodo dan juga FCC. Namun mereka juga harus menunggu sinyal OKAY dari komite produksi bagi tiap judul yang sedang dalam proses negosiasi.

Menunggu konfirmasi hal inilah yang terkadang bisa memakan waktu lama. Tapi bila semua berjalan dengan lancar, maka pada bulan Juli Ponimu sudah bisa launching dengan aman.

Berapa banyak judul saat launching? Serta bagaimana harapan ke depannya?

Tentu saat ini Ponimu berharap untuk mendapatkan dukungan dari teman-teman semua, baik dari sisi langganan (materil) maupun dukungan moral. Karena tanpa kerja sama yang baik dari para penyedia maupun pengguna, mungkin pasar anime di Indonesia tidak akan berkembang sampai kapanpun.

Saat nanti launching, sudah jelas judul yang dimiliki Ponimu belum bisa bersaing dengan situs bajakan, alias belum banyak, alias masih sedikit. Sayangnya Ponimu juga masih belum bisa membocorkan judul-judul yang akan tampil nantinya. Namun ini adalah awal bagi kita sebagai pengguna untuk bisa menikmati anime secara legal lewat Ponimu.

Sampai sini saja tanya jawab JOI bersama Marco Armando, salah satu founder dari Ponimu Indonesia. Semoga beberapa jawaban di atas bisa memuaskan kehausan kamu mengenai apa yang dapat Ponimu tawarkan sebagai situs penyedia anime legal di Indonesia. Bila kamu memiliki pertanyaan lain, silahkan bertanya lewat kolom komentar dan JOI akan berusaha untuk menyalurkan pertanyaan tersebut.