Project Itoh, Proyek Movie Anime Warisan Mendiang Penulis Berbakat Satoshi Ito

June 29, 2018 4:52 pm
Project Itoh, Proyek Movie Anime Warisan Mendiang Penulis Berbakat Satoshi Ito

Menulis mengenai Maquia/Sayonara no Asa di minggu lalu mengingatkan saya di satu lagi seri film bioskop Jepang yang belum tayang di Indonesia. Ada 3 film seru yang mungkin belum kamu dengar, ketiga film tersebut adalah Genocidal Organ, Harmony, dan Empire of Corpses yang tergabung sebagai bagian dari Project Itoh.

Project Itoh merupakan sebuah proyek yang mengangkat 3 buah novel buatan Satoshi Ito menjadi 3 buah film yang berbeda.

Bagi penggemar dunia novel science fiction, nama Satoshi Ito mungkin bukan nama yang asing bagi kalian. Ito adalah seorang penulis seri science fiction berbakat dari Jepang, namun sayang karirnya tidak berjalan panjang karena penyakit yang dideritanya. Ito meninggal di usia muda yaitu 34 tahun karena kanker paru-paru yang dideritanya sejak tahun 2001.

Ito lahir di Tokyo dan lulus dari Musashino Art University dari fakultas Imaging Arts and Sciences. Karya pertamanya, Genocidal Organ ditulisnya selagi dia bekerja sebagai seorang web designer dan diikutsertakan dalam Komatsu Sakyou Award di tahun 2006. Walaupun karya tersebut tidak berhasil mendapat penghargaan, namun Genocidal Organ diterbitkan oleh Hayakawa Publishing dan dinominasikan dalam Nihon SF Taisho Award. Novel ini bahkan menjadi novel terbaik dekade ini menurut polling dari SF ga Yomitai.

Selain Genocidal Organ, 2 novel lain Satoshi Ito adalah Harmony dan Empire of Corpses. Harmony ditulis oleh Ito saat dia sudah didiagnosa dengan penyakit kanker paru-paru dan harus ditulisnya di rumah sakit. Sedangkan Empire of Corpses adalah tulisannya yang belum sempat rampung, namun akhirnya dirampungkan oleh Toh Enjoe, yang kemudian berhasil memenangkan Seiun Award dalam kategori Novel Terbaik. Dikabarkan Ito hanya sempat menulis 30 halaman saja sebelum novel tersebut dilanjutkan oleh Toh Enjoe.

Setiap novel Ito selalu mendapatkan hadiah Nihon SF Taisho Award di tahun 2007, 2009, dan 2012. Harmony dan Empire of Corpses juga mendapatkan Seiun Awards, salah satu penghargaan paling bergengsi untuk novel Science Fiction di Jepang.

Sekilas, ketiga proyek ini sepertinya mengusung tema yang sama, yaitu survival, atau bertahan hidup. Entah dari genosida, dunia post apocalypse, atau zombie yang pastinya menegangkan dan seru. Walaupun soundtrack ketiga film tersebut dinyanyikan oleh Egoist dan desain karakternya dikerjakan oleh Redjuice, namun 3 film ini malah dikerjakan oleh 3 studio yang berbeda.

  • Genocidal Organ: Manglobe (Bangkrut) kemudian dilanjutkan Geno Studio
  • Harmony: Studio 4°C
  • Empire of Corpses: Wit Studio

Hideo Kojima

Sekarang ngapain tau-tau ada seksi Hideo Kojima di sini? Ternyata, Satoshi Ito ini juga sudah kenal Kojima sejak Tokyo Game Show tahun 1998. Mereka bahkan berkolaborasi untuk versi novel dari game Metal Gear Solid IV: Guns of The Patriots. Sepeninggal Ito di tahun 2009, Hideo Kojima mengatakan kalau dia ingin mendedikasikan game berikutnya (setelah Metal Gear Solid V: Phantom Pain) kepada Project Itoh.

Apakah Death Stranding merupakan jawaban Kojima terhadap pernyataan tersebut? Mungkin saja, karena ada beberapa teori berputar di internet mengenai hal tersebut. Namun ada juga yang membantah dengan mengatakan plot dari MGSV sangat mirip dengan Genocidal Organ, terutama tentang penyebaran virusnya.

Long story short, Project Itoh adalah serangkaian movie yang sangat ingin saya lihat di bioskop, sayangnya film-film tersebut belum menemukan jalan ke bioskop-bioskop Indonesia. Mungkin juga film-film ini agak ‘terlalu sadis’ mengingat banyak darah yang tumpah dan memang cara eksekusi yang cukup sadis. Jadi mungkin membawa film ini ke Indonesia rasanya agak berat.