‘Left Alive’ Ungkap Banyak Detil di Gamescom 2018

August 24, 2018 2:14 pm
‘Left Alive’ Ungkap Banyak  Detil di Gamescom 2018

Dalam Gamescom 2018, Square Enix memperlihatkan tampak perdana gameplay dari “Left Alive,” tetapi sayangnya hanya diperlihatkan ke pada jurnalis saja. Untungnya jurnalis yang mengunjungi presentasi tersebut mendeskripsikannya dengan detil. Kalau kalian lupa, Left Alive adalah third-person shooter yang mengambil setting di dunia Front Mission.

DualShockers:

  • Left Alive tidak hanya “shooter biasa yang selalu berjalan kaki.” Terdapat juga pertarungan mecha yang membuat salah 1 dari 3 tokoh utama mengendalikan Wanzer dari seri Front Mission.
  • Kalian akan sering harus memilih antara bertarung melawan tentara yang menjaga Wanzer atau mencari jalan lain dengan jalan kaki.
  • Pertarungan tanpa Wanzer akan penuh taktik dan resource kalian terbatas. Kalian harus memanfaatkan jebakan, senjata improvisasi, dan membuat barang lainnya untuk menghadapi musuh yang resource-nya lebih banyak.
  • Pilihan adalah elemen utama game ini, termasuk memilih untuk menyelamatkan warga yang terjebak di kota. Masing-masing orang memiliki motif dan latar yang berbeda, dan kalian harus meyakini mereka untuk mengikuti kalian. Tentunya kalian bisa membiarkan mereka apabila kalian tidak bisa meyakini mereka atau ketika kalian tidak peduli.
  • Pada akhir game, kalian tidak hanya akan mengetahui apa yang terjadi ke-3 tokoh utama, tetapi juga apa yang terjadi pada warga-warga yang kalian selamatkan.

IGN:

  • Left Alive ditargetkan untuk menjadi game mecha, pengalaman narasi, dan bahkan sedikit survival horror.
  • Pada dasarnya gameplay-nya adalah cover shooter. “Animasi terjadi secara tidak natural, dan bahkan stage yang diperlihatkan kebanyakan berupa ‘brown corridor,’ tetapi ada potensi untuk interaksi yang lebih menarik tidak hanya sekedar ‘menembak saja.'”
  • Peluru sangat langka, yang membuat bertarung dengan senjata api bukanlah opsi terbarik. Menu crafting yang cukup dalam akan membuat kalian bisa menggunakan materi untuk membuat berbagai hal seperti Molotov cocktail, tripwire bomb hingga granat yang bisa mendeteksi posisi musuh.
  • Para tokoh utama tidak hanya menyelamatkan diri mereka saja, tetapi juga para warga yang terjebak di zona perang di masa depan yang tidak terlalu jauh. Dialog dengan warga akan berupa “dialog berbasis dialogue tree.” Terdapat juga bagian aksi yang berfokus menyelematkan warga.
  • Salah satu segmen yang diperlihatkan menghadirkan sekelompok tentara yang berdebat menentukan apakah warganya akan dieksekusi. Kalian akan bisa memilih untuk menyusup untuk menghemat resource atau menyelamatkan mereka tetapi tanpa hadiah. Hanya 2 atau 3 warga yang berhasil selamat dalam demo yang diperlihatkan. Setiap warga yang diselamatkan akan muncul di akhir game.
  • Sebagian besar interaksi kalian dengan Wanzer adalah “menghindari mereka atau menyerang mereka tanpa menggunakan Wanzer.”
  • Seksi lainnya memperlihatkan pemain mencuri Wanzer musuh untuk menghancurkan pasukan musuh. Wanzer memiliki 4 slot senjata yang bisa dimodifikasi (2 senjata kecil yang dipegang masing-masing tangan dan 2 senjata berat yang berada di pundak), tetapi kalian bisa juga menyerang secara melee dengan charge attack menggunakan thruster.

Famitsu:

Awal Cerita

  • Tentara dari negara tetangga tiba-tiba menyerang kota di perbatasan. Pasukan tersebut tidak hanya membantai tentara saja, tetapi juga warga kota. “Kenapa tragedi ini terjadi?” Itu adalah salah satu misteri dari ceritanya.
  • Ceritanya akan berkembang dengan fokus pada 3 karakter yang terjebak di kota.
  • Ke-3 tokoh utama adalah yang ditampilkan dalam key visual. Karakter yang ganteng di kiri adalah tentara yang masih aktif, tetapi masih belum pengalaman sebagai tentara dan juga pilot Wanzer. Perempuan di kanan adalah polwan dan mantan tentara. Dia memiliki trauma besar yang terjadi di masa lalu dan akan terjadi lagi dalam cerita game ini. Dan karakter di tengah ada napi yang berhasil melarikan diri dan mantan tentara bayaran yang seharusnya sudah dieksekusi, tetapi entah kenapa masih hidup.

Gameplay

  • Left Alive adalah action game bergaya third-person shooter yang akan dibagi menjadi berbagai stage dan kalian akan mengendalikan salah 1 dari 3 karakter utama. Ada juga situasi yang membuat kalian mengendalikan Wanzer.
  • Ketika mengendalikan karakter, game-nya bukan berupa shooter yang bisa kalian bisa bebas menembak. Jumlah peluru yang terbatas dan bagaimana kalian mengelola hal tersebut akan menjadi kunci untuk menyelesaikan stage. Jika kalian bermain seperti FPS atau TPS standar, kalian akan kehabisan peluru dengan cepat.
  • Ke-3 tokoh utama tidak memiliki kemampuan yang berbeda. Kalian akan merasakan gameplay yang sama ketika memainkan masing-masing karakter.
  • Dengan mengkombinasikan materi yang ditemukan dalam stage, kalian bisa membuat barang seperti Molotov cocktail dan jebakan.
  • Di antara barang yang bisa kalian buat, ada juga yang berfungsi seperti sonar untuk mencari posisi musuh, jadi kalian bisa mencari rute yang aman. Ada juga batas berat barang yang bisa kalian bawa.
  • Sutradara Toshifumi Nabeshima: “Ada elemen puzzle serta elemen aksi jebakan, bergantung pada bagaimana kalian menggunakan materi yang ada di tangan kalian. Berdasarkan struktur peta, kalian bisa menghindari sebagian besar musuh, dan bergantung pada senjata dan barang yang kalian miliki, kalian bisa bermain serupa dengan shooter atau menggunakan aksi jebakan. Memiliki kebebasan yang luas dan juga permainan yang penuh strategi adalah salah satu elemen yang kami ingin implemen dalam game ini.”
  • Produser Shinji Hashimoto: “Ini bukanlah shooter yang akan membuat kalian sering mati, ini adalah game yang akan membuat kalian menyelesaikan teka-teki seperti catur.”
  • Wanzer adalah senjata besar yang ada dalam dunia game ini. Ancaman bagi tokoh utama, kemungkinan kalian selamat ketika ditemukan oleh Wanzer musuh sangat kecil. Namun ada cara untuk melawan mereka.
  • Jika kalian mencuri Wanzer musuh, kalian bisa menikmati pengalaman seru mengalahkan musuh hanya dengan satu serangan saja.
  • Di setiap stage, terdapat sub-quest yang misinya adalah menyelamatkan warga yang terjebak di medan perang.
  • Dialog di sub-quest memiliki dialogue tree, dan bergantung pada pilihan kalian, tingkat kepercayaan warga terhadap kalian akan berubah.
  • Terdapat juga sub-quest yang terjadi secara real-time, yang membuat aksi kalian akan menjadi pilihan kalian. Contohnya, jika kalian bertemu situasi warga ditahan oleh tentara musuh dan akan ditembak mati tidak lama kemudian, kalian harus beraksi cepat untuk menyelamatkan mereka atau melupakan mereka.
  • Sutradara Toshifumi Nabeshima: “Pemain akan dipaksa untuk mengambil berbagai keputusan dalam cerita ketika bermain game. Salah satu konsep utama dari game ini adalah membuat pemain menemukan solusi, mengambi aksi, dan maju melalui proses trial and error.”
  • Pada layar hasil setelah meyelesaikan stage, kalian akan diberi pilihan untuk mengulang stage-nya dari awal.
  • Ketika ditanya soal tanggal rilis game-nya, produser Shinji Hashimoto mengatakan, “Kami kaan merilis berbagai informasi terbaru di bulan September, jadi harap bersabar.”

Left Alive akan rilis untuk PlayStation 4 dan PC.

Sumber: Gematsu (1, 2)