[Review] Tales of Demons And God

January 14, 2019 7:41 pm
[Review] Tales of Demons And God

MangaToon merupakan platform webtoon dari China yang menjadi rumah dari berbagai macam webtoon keren seperti Tales of Demons and God, My Only Sunshine, Arrogant CEO: Wife Hunter, dan God of Martial Arts. MangaToon sendiri bisa dinikmati melalui smartphone berbasis Android dan juga iOS. Dalam MangaToon ada sistem koin untuk bisa membaca komiknya lebih lanjut dan kamu bisa mendapatkan koinnya dengan membayar atau dengan mengikuti daily reward yang diberikan MangaToon. Kamu juga bisa menyumbang translasi ke komik favorit kamu ke dalam Bahasa Indonesia juga. Satu webtoon yang berhasil mencuri perhatian audiens global yaitu Tales of Demons and God akan dibahas dalam ulasan kali ini.

Di dalam dunia komik China atau biasa sering disebut manhua nama “Tales of Demons and God” sudah menjadi nama yang populer akhir-akhir ini dalam dunia manhua. Saking populernya, serial buatan Mad Snail ini diadaptasi menjadi light novel dan juga donghua. Manhua ini sudah berhasil mencuri perhatian pembaca komik di seluruh dunia berkat kepintarannya menggabungkan berbagai macam genre komik yang disukai oleh banyak orang ke dalam satu seri. Mulai dari genre shonen sampai ke turunannya yaitu action, drama, fantasy, isekai, adventure, bahkan sampai harem tumpah ruah di dalam komik ini.

Tales of Demons and God bercerita tentang seseorang bernama Nie Li yang terlahir kembali menjadi bocah berusia 13 tahun setelah mati di tangan makhluk jahat. Meskipun di dalam kelas Nie Li merupakan murid yang paling payah dan hanya mempunyai red soul yang merupakan soul yang paling lemah tetapi ia mempunyai banyak pengetahuan di kehidupan sebelumnya yang mampu membuat dia bisa berbicara lebih dibandingkan teman-temannya yang lain.

Ia melakukan semua itu untuk melindungi kotanya dari serangan makhluk jahat dan iblis setelah sebelumnya kotanya tersebut terus hancur berkeping-keping. Ia juga ingin melindungi kekasihnya, keluarga dan juga para warga yang meninggal akibat serangan makhluk jahat tersebut. Ia juga berkeinginan menghancurkan Sacred family yang meninggalkan tugas mereka dan berkhianat pada seluruh kota di kehidupannya sebelumnya.

Ketika pertama kali membuka halaman awal dari webtoon ini nuansa Naruto dengan rasa isekai langsung muncul dan hal tersebut tidak dapat ditampikkan lagi. Hal ini dirasa wajar karena si pemilik karya ingin para pembacanya langsung masuk ke dalam dunia dari webtoon ini.

Di awal cerita bahan dasar cerita yang berjenis shonen langsung ditampilkan, setelahnya author memasukkan semua bumbu penyedap dan juga bahan pelengkap dari semua genre yang populer di demografik pembacanya dengan mengambil pengaruh dari berbagai macam seri mulai dari Shingeki no Kyojin sampai Re:Zero.

Memang terkesan konyol jika diperhatikan dan hasilnya mungkin bisa hambar, tetapi author bisa menakar semuanya dengan sangat pas sehingga menghasilkan sebuah cerita enak dan lezat yang terus membuat pembacanya terus menerus menggerakkan jarinya ke bawah untuk mengikuti ceritanya.

Jika tidak terlalu memperdulikan kualitas gambar yang memang terlihat awut-awutan (karena kejar setoran) cerita di dalam komik ini seru dan menarik untuk disimak. Penceritaan dari serial ini juga cukup menarik dan menghibur, penjelasan dari serial ini terkadang memang terlalu padat dan terkadang malah menutupi beberapa gambar yang ada tetapi penjelasannya sangat membantu memberikan perspektif yang lebih luas terhadap dunia dari Tales of Demons and God dengan sangat baik dan rinci. Pengembangan karakter dan kekuatan yang ada di dalamnya memang terkesan generik, repetitif, dan bisa ditemukan dalam berbagai komik yang serupa tetapi itulah daya tarik dari cerita ini. Lewat Tales of Demons and God, pembaca seolah diingatkan kembali dengan apa hal yang membuat genre komik populer di atas disuka oleh banyak orang.

Tales of Demons and God menjadi sebuah sensasi di kalangan webtoon dan manhua karena keberaniannya untuk mencampurkan berbagai macam genre cerita yang populer ke dalam satu seri. Resiko yang diambil oleh seri ini memang sangat besar karena bisa saja pembacanya akan bosan atau merasa serial ini terlalu berlebihan memberikan semuanya kepada pembacanya. Tetapi jika melihat antusiasme pembacanya dari hari ke hari dalam mengikuti ceritanya dan atensi yang didapatkan oleh seri ini semakin meluas bukan hanya dalam skala Asia tapi di seluruh dunia rasanya resiko dan keberanian tersebut terbayar lunas. Tales of Demons and God mempunyai keberanian untuk mencampurkan semuanya dan berhasil menyingkirkan rasa “enek” karena mencampurkan semua formula ke dalam satu sajian.

Kamu juga bisa membaca Tales of Demons and God dan berbagai macam komik seru lainnya lewat aplikasi MangaToon yang bisa kamu download sekarang juga di iOS dan juga Android