[3 Episode Rule] Kaguya-sama wa Kokurasetai: Tensai-tachi no Renai Zunousen

January 27, 2019 3:09 pm
[3 Episode Rule] Kaguya-sama wa Kokurasetai: Tensai-tachi no Renai Zunousen

Musim dingin kali ini menampilkan beberapa anime menjanjikan yang layak untuk diperhitungkan. Kita bisa melihat beberapa adaptasi manga terkenal yang sudah lama terbit akhirnya dibuat dalam bentuk anime. Salah satunya adalah Kaguya-sama wa Kokurasetai: Tensai-tachi no Renai Zunousen.

Kaguya-sama wa Kokurasetai: Tensai-tachi no Renai Zunousen merupakan sebuah kisah komedi romantis antara 2 murid top, Kaguya dan Shirogane yang saling jatuh cinta namun tidak pernah niat untuk menyatakan cinta. Bagi mereka adalah hal tabu untuk mengucapkan pengakuan cinta karena mindset berpikir mereka adalah cinta adalah perang. Sebagai anime yang menfokuskan dalam sajian komedinya, anime Kaguya menyajikan beberapa ciri khas unik selama 3 episode pertamanya. Keunikan itu antara lain adalah sebagai berikut:

Suasana Klasik Maha Asyik

Suasana klasik sangatlah kental dalam anime ini. Intro yang diisi sekitar 1 sampai 2 menit diikuti opening gaya tahun 80-an begitu jelas tergambar dalam nuansa animasi yang klasik. Masayuki Suzuki, sosok dibalik yang menyanyikan lagu pembuka ini adalah seorang penyanyi jebolan 80-an. Tidak heran, kesan klasiknya benar-benar terasa asli.

Perpaduan baju sekolah hitam putih dan ruang kelas yang dominan dihiasi warna cokelat menambah kesan klasik dari anime ini. Bahkan dalam lagu penutup episode 2, para karakter seperti Shirogane digambarkan memakai baju kuno abad pertengahan Eropa dengan pesawat jadulnya.

Strong in every part

Tiap episode memiliki 3 bagian. Dan dalam tiap bagian tersebut, semuanya sukses menghibur saya. Perang dingin antara Kaguya dan Shirogane benar-benar mengocok perut.  Ditambah beberapa (actually banyak banget) penjelasan dari narator, memperkuat tiap konflik yang ditampilkan sehingga bagian klimaks bisa dieksekusi dengan baik.

Tentunya hal ini kontras dengan sajian klasik yang sudah disebutkan sebelumnya, apalagi anime ini mengandalkan dialog dan pikiran tokoh. Namun anime ini nyatanya bisa menghibur dengan baik, dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda penurunan kualitas.

Karakterisasi yang brilian

Ciri khas tiap karakter juga sangat jelas digambarkan seperti pada Kaguya dengan quote khasnya, “How Cute.” Kehadiran Fujiwara sebagai ice breaker kerap kali diiringi beberapa ekspresi kocak dari para tokoh. Muka tegang Shirogane dihujani keringat dingin dan blushing face Kaguya merupakan produk meme yang bisa kamu panen disini. Seiyuu-nya juga sejauh ini memerankan masing-masing karakter dengan sangat baik.

Walaupun tokoh utama adalah Kaguya dan Shirogane ditambah Fujiwara yang sering muncul, namun tidak menutup celah untuk karakter sampingan seperti Hayasaka nongol sesekali. Betapa bahagianya saya, bisa melihat karakter favorit saya ini tampil selama 3 episode berturut-turut. Apresiasi terhadap Hayasaka juga jelas tergambar dalam ending episode 2 yang digambar cukup cantik dengan mata biru yang berbinar. Hingga episode 3, kita tinggal menunggu aksi bendahara OSIS kita yang masih belum keliatan jati dirinya.

Verdict: How Cute/10

Kaguya telah memberi warna khas tersendiri untuk winter anime 2019. Sajian klasik ditengah zaman kekinian dan narasi bertubi-bertubi yang dibawakan narator, merupakan tontonan unik yang pastinya tidak boleh kamu lewatkan. And yeah, We need more Fujiwara dance.