MangaGamer Klarifikasi Pemberhentian Operasi Minori dan Proyek Masa Depan

March 14, 2019 2:17 pm
MangaGamer Klarifikasi Pemberhentian Operasi Minori dan Proyek Masa Depan

Pasca berita pemberhentian operasi perusahaan Minori, MangaGamer selaku pemilik lisensi beberapa novel visual membuat klarifikasi. Klarifikasi tersebut menyangkut dengan novel visual karya Minori yang saat ini mereka pegang. Pihak MangaGamer juga memberikan informasi tentang kolaborasi di masa depan.

Seperti artikel yang saya sempat tulis beberapa waktu lalu, Minori terpaksa memberhentikan operasi setelah perilisan novel visual terakhir mereka “Sono Hi no Kemono ni wa”. MangaGamer menyatakan Minori tidak bangkrut, melainkan berhenti beroperasi. Masih banyak yang salah mengartikan hal tersebut dan cukup membuat berita tersebut dipelintir sedemikian rupa. Pemberhentian ini menumbuhkan kekhawatiran para pelanggan MangaGamer yang sudah menunggu perilisan novel visual “Supipara” dan “Trinoline”.

Pihak MangaGamer menjelaskan perilisan dan lisensi Trinoline tidak terkena efek apapun pasca berita tersebut. Trinoline versi bahasa Inggris dijadwalkan rilis pada 18 April 2019. Sementara itu, kelanjutan Supipara masih dalam pertimbangan. MangaGamer masih dalam pembicaraan dengan presiden dan CEO Minori, nbkz (Nobukazu Sakai). Info terbaru akan segera diberitahukan secepat mungkin.

Selain membicarakan masa depan proyek Supipara, mereka juga masih menjalin kerjasama terkait proyek masa depan. Proyek tersebut menyangkut dengan penerjemahan judul novel visual lainnya.

Proses terjemahan Trinoline saat ini tengah dalam proses editing dan QC. Dijadwalkan bulan depan, Trinoline akan dirilis di Steam dan toko online MangaGamer. Selain Trinoline, MangaGamer juga menerjemahkan “Ef – a fairy tale of the two” dan “Eden* They Were Only Two, On The Planet”.

Sebagai penikmat novel visual, saya berharap Minori kembali beroperasi namun dengan “nama” lain. Staf-staf legendaris seperti 2C Galore, Mikage, Nanao Naru, dan masih banyak lagi dapat berkolaborasi kembali nantinya, tak terkecuali Makoto Shinkai.

Sumber: MangaGamer