[Manga Spotlight] Himenospia

April 9, 2019 2:36 pm
[Manga Spotlight] Himenospia

Halo-halo, selamat datang di rubrik terbaru JOI yang berjudul Manga Spotlight. Dari judul rubrik ini rasanya sudah cukup jelas tentang apa yang akan dibahas di dalamnya. Yap, rubrik ini khusus untuk membahas manga/komik paling hot dan menarik yang layak mendapatkan review dari kami.

Edisi perdana dari Manga Spotlight akan membahas Himenospia, sebuah manga Seinen yang terbit mulai tahun 2017. Cerita dikarang oleh Murata Shinya, dan komik diilustrasikan oleh Yanai Nobuhiko.

Killing Bites - Raw chap 44, Read Killing Bites - Raw chap ...

Sedikit intermezzo, menurut saya pribadi manga ini memiliki kemiripan plot dengan salah satu manga legendaris, Death Note. Dimana seseorang yang tidak berdaya, tiba-tiba mendapatkan sebuah kekuatan super yang mengubah nasibnya selamanya. Aside of that, Himenospia memiliki banyak sisi menarik lain yang menjadikan manga ini patut untuk diikuti.

Jadi kapan bisa masuk Indonesia dan translated? Don’t take it seriously, just my 50 cent. Terlalu banyak “hal” yang bikin saya ragu kalau manga ini bisa lolos dari lembaga sensor kita.

Kamu kira ini bagian yang saya maksud ga akan lolos sensor? Tidak semudah itu Fernando…

Prologue

Cerita dari Himenospia berkisar pada kehidupan Endou Himeno. Seorang gadis malang yang selalu mendapat perlakuan tidak baik dari orang-orang di sekitarnya. Baik itu ibunya yang abusive, ayahnya yang pedo, dan juga teman-teman di sekolahnya yang memperlakukan Himeno bak serangga.

Walau menurut saya pribadi, yang paling jahat itu ibunya sih. Kurang abusive apa coba? Masa anak sendiri yang nyaris diperkosa oleh bapaknya malah mendapat setrika panas di wajahnya.

*unpopular opinion: that scar makes her looks beautiful to me

Akan tetapi semua itu berubah saat Himeno disengat oleh seekor tawon besar berwarna merah . . .

Tawon pengubah Nasib

bukan ini tawonnya, tapi yang di bawah ini

Turns out, tawon tersebut merupakan spesies tawon misterius yang memberi mutasi genetik terhadap manusia yang disengatnya. Mutasi yang menyebabkan Himeno memiliki ekor misterius dengan jarum sengat di ujungnya.

Siapapun yang disengat oleh ekor sengat tersebut, akan membuat mereka merasakan cinta yang teramat dalam terhadap Himeno. Membuat mereka mau menuruti apapun yang Himeno katakan, dan juga akan melindungi Himeno layaknya prajurit yang melindungi ratunya. Singkatnya, kemampuan untuk mencuci otak melalui sengatan ekor.

RIP, tawon

Kemampuan yang luar biasa? Yup, but there is a catch! Ekor sengat tersebut hanya bisa berfungsi untuk mencuci otak sesama wanita, tidak berlaku untuk pria. Ditambah lagi, wanita yang disengat oleh ekor sengat Himeno juga akan memiliki ekor sengat tajam. Bedanya, mereka tidak punya kemampuan untuk mencuci otak orang lain dengan ekor tersebut.

Saat ekor tersebut ditusukkan kepada pria, mereka hanya akan merasakan sakit saja. Karena racun dari sengat tersebut tidak dapat mencuci otak mereka. The twist is, it can be used to hurt the male and kill them mercilessly. Ouch, mendingan kita yang cowok-cowok jaga jarak aja deh ya.

Ouch!

Yuri spices

Kemampuan cuci otak terhadap sesama wanita? You know where is this going right?

Berita bagus buat kalian yang gemar dengan genre yuri. Manga ini memiliki cukup banyak elemen romansa antar wanita yang disajikan dengan manis. As expected dari manga yang berlatar belakang SMA khusus perempuan.

Sampai saat ini saja, saya sudah menemukan setidaknya lima adegan romansa yang bisa bikin penggemar yuri mimisan. Expect more of it in the next chapters . . .

Protagonis atau Antagonis?

Memiliki kekuatan yang luar biasa tentunya merupakan sebuah anugerah . . . tapi apakah benar begitu?

Apalagi mengingat pemegang kekuatan ini adalah seorang gadis yang sebelumnya hidup dalam kondisi tidak mengenakkan. Ditambah lagi Himeno juga memimpikan tatanan dunia ideal (utopia) tanpa adanya kekerasan dan kejahatan. Sounds familiar, right?

Untuk perbandingan, hal itu juga merupakan impian dari Light Yagami saat dia menemukan buku terkutuk yang dapat membunuh orang. Seketika itu pula, sang protagonis perlahan beralih menjadi antagonis yang tidak lagi peduli pada norma.

Begitu pula Himeno, secara perlahan ia mencuci otak wanita-wanita paling berpengaruh di kotanya untuk meraih “kekuatan” politis, dan menjadikannya penguasa dalam kota tersebut. Bagi saya, hal seperti ini selalu menarik. Dimana sang tokoh utama justru merupakan antagonis dalam ceritanya sendiri. Tentu ada proses untuk menjadi antagonis, bukan tetiba begitu cerita dimulai sang protag sudah jadi antagonis.

Himenospia

Hasil gambar untuk himenospia

Judul dari manga ini memberikan hint yang cukup catchy. Dalam satu sisi, judul manga ini dapat diartikan sebagai “ヒメノ スピア (Himeno Utopia)” yang berarti Utopia milik Himeno. Dan dari sisi lainnya dapat diartikan sebagai “ヒメ ノ スピア (Hime no Supia)” yang berarti Princess Spear atau Putri Bertombak. Sesuai dengan “senjata” yang didapat oleh Himeno dari proses mutasi.

Saya acungkan topi buat Murata Shinya-sensei karena mampu membuat pun bermakna ganda yang teramat keren.

Kesimpulan: Never bully anyone. They will be the scariest person if they hold such an enormous power.

Bonus: Kayaknya kita harus bikinin mereka grup “poni nutupin sebelah mata”