Selesaikan Kehidupan Abadi di Universitas, Pria dari Michigan Lanjutkan Karir Menjadi Ninja

June 16, 2019 3:06 pm
Selesaikan Kehidupan Abadi di Universitas, Pria dari Michigan Lanjutkan Karir Menjadi Ninja

Tokigawa Ieyasu & Hattori Hanzo Ninja Corps, sebuah grup wisata yang mempromosikan keindahan Prefektur Aichi membuka pendaftaran peserta untuk menjadi seorang ninja. Dari 20 slot yang disediakan, 15 diantaranya dipenuhi oleh orang asing. Hal ini menandakan popularitas dari ninja kian naik sejalan dengan kenaikan turis asing tiap tahunnya.

Kesatuan ninja tersebut mulai mendapat perhatian setelah sebuah surat kabar luar negeri melaporkan pada 2016 bahwa sebuah badan administratif telah membuka perekrutan ninja, dilansir oleh Sankosha Co. Pemerintah Prefektur Aichi sendiri telah membantu mempromosikan grup ini.

Sekitar 200 orang yang justru tinggal di luar negeri seperti Amerika Serikat, Rusia, Italia, Tunisia bahkan Makedonia Utara ikut mendaftar dalam program ninja ini, menurut Sankosha. Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftar diantaranya harus memiliki gairah untuk menjadi ninja dan memiliki pengalaman dalam olahraga dan penampilan di depan orang banyak. Syarat yang paling utama adalah mampu berbahasa Jepang. Sekitar 70-80% peserta ninja merupakan warga asing untuk masuk tim ninja mulai tahun depan.

Sebelumnya seorang pria dari Amerika Serikat telah memenangkan perlombaan ini dan bermain sebagai peran utama sebagai ninja asing pertama selama setahun. Tahun ini, John Patrick Jandernoa, pria berumur 26 tahun dari Michigan memenangkan posisinya sebagai anggota tim ninja dan menjadi ninja asing kedua. Jandernoa yang telah berlatih dansa sejak masa SMA, juga sempat tampil dalam acara musikal dan penampilan lainnya hingga tahun lalu. Sejak kecil ia sudah tertarik untuk menjadi seorang ninja, sampai ia bisa terbang ke Jepang pasca wisuda di kampusnya. Sambil menunggu pendaftaran dibuka, Jandernoa menghabiskan waktunya belajar bahasa Jepang.

Pada kamis lalu, Jandernoa akhirnya memulai debut dalam sebuah acara di Bandara Internasional Chubu Centrair di Tokoname, Prefektur Aichi. Dibalut dengan kostum ninja berwarna hitam, ia menampilkan atraksi akrobatik seperti somersault (atau jumpalitan dalam Bahasa) dengan keempat rekan ninjanya. Jandernoa juga mengungkapkan keinginannya untuk menampilkan teknik ninjanya di seluruh Jepang.

Sumber: Ninja JapanBusiness Wire, Japan Times