[Waifu Wednesday] Hibiki Tsukahara

June 26, 2019 4:53 pm
[Waifu Wednesday] Hibiki Tsukahara

Selamat datang kembali dalam rubrik Waifu Wednesday! Setelah bingung mau milih heroine mana yang bakal saya ambil untuk Waifu Wednesday kali ini, akhirnya saya teringat satu karakter yang diam-diam tidak terangkat oleh staf lain. Setelah waywed heroine utama seperti Ai, Haruka, Kaoru, Tsukasa, dan Sae, kali ini saya memilih heroine terbaik dari heroine yang saya sebutkan sebelumnya yang bernama Hibiki Tsukahara.

Bagi yang sudah menonton versi adaptasi animenya, kemunculan Hibiki dibarengi dengan rute Morishima Haruka. Hibiki sering kali menjadi babysitter bagi Haruka yang sering sekali bertingkah kekanak-kanakan. Karakter pembantu yang berulang tahun pada 1 November ini juga menjadi kapten tim renang yang dinaungi oleh heroine lain, Nanasaki Ai.

Bukan, ini bukan Kaga

Lalu, mengapa karakter tambahan ini bisa masuk daftar waifu wednesday kami? Simak poin-poin berikut!

+ Coodere Mistress

Hibiki adalah tipe heroine yang sebenarnya sangat sulit ditaklukan. Hal ini dikarenakan ia punya tendensi untuk tidak peduli kepada lawan jenisnya, dan lebih mementingkan kebutuhan pribadinya yang ia anggap lebih utama. Perlu waktu lebih untuk mendekatinya secara serius. Namun jika kalian masih bisa bertahan dan tetap komitmen mendekatinya, mungkin tinggal menunggu bendera Hibiki dapat berkibar.

Gadis yang suka banget renang ini juga memiliki perawakan kalem namun cukup tegas jika merasa ada yang mengganggunya. Hibiki tidak akan segan memperingatkan siapa saja orang yang melanggar aturan, bahkan Haruka sendiri sering sekali kena kritisannya.

+ Visionary with Unexpected Goal

Jika kalian memperhatikan lebih, Hibiki punya cita-cita yang ingin ia capai saat menyelesaikan pendidikannya nanti. Punya latar belakang dari keluarga dokter, Hibiki juga berniat untuk menjadi dokter seperti orang tuanya. Masih banyak yang berpikir ia akan melanjutkan olahraga renangnya ke ranah profesional, namun sayangnya tujuan gadis ponytail ini bukan itu.

Untuk menggapai cita-citanya tersebut, Hibiki harus menanggalkan pakaian renangnya lebih cepat. Setelah lulus, ia ingin melanjutkan untuk sekolah medis. Sebelum wisuda, sang protagonis bertemu Hibiki di sebuah taman bermain. Sungguh kawan, saya sendiri agak kaget menonton streaming salah satu youtuber asal Jepang beberapa tahun lalu yang memainkan rutenya di Amagami Chotto Omake Gekijou EX4. Setelah menonton dengan seksama dengan bahasa Jepang yang terbatas, saya mendapati Hibiki ternyata ingin menjadi dokter anak. Kehadirannya dengan sejumlah anak-anak tersebut sebagai langkah awal ia berurusan dengan masa depannya nanti.

+ Greatest Wing(wo)man of All Time

Ibarat mak comblang, Hibiki selalu mendukung teman dan adik kelasnya dalam urusan percintaan. Dukungan awalnya muncul saat Haruka didekati oleh sang protagonis dan mulai memberi saran kepada Haruka agar segera membulatkan keputusannya.

Tidak hanya Haruka, Hibiki juga menjadi teman baik untuk adik kelas sekaligus suksesornya, Nanasaki Ai. Ai yang juga makin dekat dengan protagonis, sering sekali mendapat bantuan kecil-kecil dari Hibiki untuk memuluskan pendekatan mereka. I’m not surprised if she will be replacing Valtteri Bottas soon.

+ Sumire Konatsu alias Yuu Asakawa

Sebagai salah satu seiyuu veteran, Yuu kerap kali mengisi suara karakter dengan aura wanita dewasa di berbagai game atau anime. Mulai dari Rider (Fate), Momoyo (MajiKoi), Itoko (School Rumble), Chisato (Shinmai Maou no Testament), Satsuki (Koichoco) dan tentu saja Hibiki Tsukahara.

Siapa lagi yang gamau punya waifu dengan suara wanita dewasa sepertinya?

– Sadis?

Entah mengapa, Hibiki ini seperti representasi dari Ai versi dewasa namun dengan aura sadis yang lebih tinggi, namun masih di bawah Ayatsuji Tsukasa. Matanya yang tajam, kerap membuatnya digambarkan sebagai wanita yang berwatak keras dan kejam jika berurusan dengannya. Beberapa dialog dalam gamenya juga menyentuh topik masa lalu Hibiki, yang sering dijauhi teman-temannya karena wajahnya.

– Dingin

Tipe kuudere memang punya tingkat kesulitan yang tinggi, apalagi saat posisi anda bukan siapa-siapa baginya. Kedudukanmu mungkin perlu lebih dekat dengannya agar sering mendapat momen penting untuk membuka peluang mendekatinya. Terlebih, menempatkan dirimu hanya sebagai teman tidak serta merta membuatmu menjadi “penting” baginya.

Hibiki yang tidak suka mengobrol bertele-tele juga menjadi batu sandungan bagi laki-laki yang ingin mendekatinya. Apa mungkin diperlukan kenekatan untuk menyatakan perasaan kalian kepadanya? Membuka jalan peluang memang perlu perjuangan lebih, terlebih lagi saat kalian melamarnya nanti.

– Rutenya Pendek

Sayangnya developer dari Amagami, Enterbrain! tidak memasukan Hibiki sebagai heroine pilihan utama dalam gamenya. Sebuah kenyataan yang sulit diterima bagi para pemujanya. Namun, seperti yang saya bilang sebelumnya di atas, Hibiki akhirnya mendapat rute sendiri dalam sebuah fandisk Amagami Chotto Omake Gekijou EX4 bersama dengan Nanasaki Ai. Namun rute ini hanyalah simbol persahabatannya dengan Haruka dan Junichi, bukan soal pasangan seperti heroine lainnya. Namun akhir dari rutenya jujur sangat mengharukan dan patut kalian coba membacanya.

– Sering Khawatir

Di balik sikap dinginnya, Hibiki sering khawatir terhadap dirinya sendiri. Dalam fandisk, Hibiki mengakui dirinya takut dengan kehilangan teman-temannya saat SMA karena saat masuk universitas, dirinya harus berhadapan kembali dengan kesendirian. Ia takut kehilangan segala hal yang memotivasi dirinya, yang tidak lain dan tidak bukan adalah teman terbaiknya, Haruka dan Junichi.

Demikianlah, Waifu Wednesday spesial karakter tambahan yang pastinya sebagian dari kalian idamkan. Untuk melepaskan kerinduan dari heroine ini mungkin dari kalian harus menikmati doujinshi dari para ilustrator seperti Sasaki Akira, Ishihara Souka, dan masih banyak lagi. Harapan terakhir saya, semoga fandisk Amagami nantinya dapat lokalisasi dalam bahasa Inggris oleh perusahaan penerjemahan ternama.

Merasa ada yang kurang? Kalian dapat memberi komentar di bawah ya!

Sumber: Washizutan, The O, Livedoor