[Review] Hitoribocchi no Marumaru Seikatsu

June 27, 2019 7:24 pm
[Review] Hitoribocchi no Marumaru Seikatsu

Anime rilisan musim semi tahun ini sudah pada penghujungnya. Ada banyak anime yang tentunya patut untuk mendapat sorotan berkat performa yang menghibur selama tayang di musim ini. Salah satunya adalah Hitoribocchi no Marumaru Seikatsu.

Hitoribocchi no Marumaru Seikatsu adalah sebuah adaptasi anime dari manga karangan Katsuwo yang juga menjadi mangaka Mitsuboshi Colors. Jadi jelas bagaimana anime ini mengedepankan kekonyolan sebagai jurus utama menghibur para fans.

headbutt seperti ini menjadi salah satu trademark dari anime ini

Bagi otaku Indonesia tentunya anime ini cukup dikenal berkat meme ‘pukul bocchi’ yang sempat femes. Tapi disini saya tidak mau membahas meme yang bertemakan kekerasan tersebut. Ada alasan yang lebih tepat untuk mengangkat nama anime ini diantaranya..

Penamaan yang unik

Inilah hal yang paling mencolok dari serial ini. Bagi kamu yang paham sedikit tentang bahasa Jepang tentunya pasti akan memperhatikan betapa unik nama yang digunakan pengarang untuk para karakter yang berperan dalam anime ini.

Pertama ada karakter utama kita, yang namanya super ngenes, dialah Hitori Bocchi. Hitori Bocchi jika kita terjemahan dari bahasa Jepang artinya adalah ‘Sendirian’. Sungguh orang tua yang kejam jika ada yang menamakan anaknya seperti ini. Tapi itulah ide brilian dari sang pengarang, membuat nama seperti ini tentunya akan lebih mudah diingat dan membuat karakternya juga lebih mudah.

Disamping Bocchi ternyata hampir semua karakter di serial ini juga memiliki nama unik yang tidak kalah konyolnya. Mulai dari teman dekat Bocchi, Sunao Nako yang artinya ‘anak yang jujur’. Sesuai dengan sifatnya yang bakal terus terang mengemukakan pendapatnya. Ada juga Honshou Aru, sekai no fukuinchou (wakil ketua kelas dunia) yang namanya berarti ‘mempunyai sifat tersembunyi’. Aru berusaha menutupi kesialannya dengan mencoba menjadi sosok yang bersinar. Terakhir ada Sotca Luckythar (baca: Sotoka Rakita) yang merupakan plesetan dari ‘Soto Kara Kita‘ yang artinya ‘datang dari luar’. Namanya sesuai karena dia adalah murid dari luar negeri.

We need ganbaru beam everyday

Selain ketiga teman dekat Bocchi yang menjadi tokoh utama bersamanya ada juga karakter seperti, Kurai Kako (Masa lalu yang kelam), Oshie Teruyo (plesetan dari Oshieteru yo = ‘Aku beritahu kau’), dan masih banyak lagi karakter yang mempunyai nama unik lainnya kalau kita sebut satu per satu. Pokoknya karakter disini nama dan penokohannya dibuat secocok mungkin membuat anime ini begitu unik.

Simple story dan lawakan yang out of mind

Sebenarnya cerita Hitoribocchi sendiri sesimpel judulnya. Ya, ini adalah cerita tentang seorang yang sendirian dalam kehidupannya sehari-sehari. Hitori Bocchi yang hanya memiliki seorang teman saat SD yang bernama Yawara Kai harus terpisah saat mereka naik ke jenjang SMP. Mereka membuat janji kalau mereka boleh berteman lagi jika Bocchi sudah berteman dengan satu kelasnya.

Bocchi yang punya sindrom PTSD sangat takut dalam bergaul dengan orang yang tak dikenal. Hal ini tentu membuatnya kesulitan dalam mencari teman.  Dengan sifat Bocchi yang seperti itu, perjalanan yang penuh jenaka untuk menyelesaikan misi yang diberikan Kai membuat Bocchi harus berusaha berteman dengan satu kelas pun dimulai. Dan apa yang dipikirkan Bocchi pertama kali untuk menyelesaikan misi itu? Menyingkirkan kelas bahkan sekolahnya. Betapa konyol dan polosnya karakter yang satu ini. Kedepannya masih banyak jokes yang mengelitik perut dan bikin gemes liat tingkah lakunya.

Character development yang merata

pout nako just so precious

Untungnya Bocchi tidak stagnan gitu-gitu saja. Setelah gagal jikoshoukai (pengenal diri) saat awal masuk kelas gara-gara tidak tahan sampai muntah, Bocchi mencoba mendapat teman kelas pertamanya. Dialah Sunao Nako. Nako dari penampilannya seperti bad girl, bahkan gurunya, Oshie-sensei pun takut terhadapnya. Walau begitu aslinya Nako adalah gadis yang normal meski mulutnya pedas seperti cabe rawit. Setelah melewati berbagai kekonyolan, Bocchi pun berhasil mendapat teman pertamanya ini. Kedepannya Bocchi berhasil menambah pundi-pundi nama temannya, meskipun sampai akhir anime ini tayang jumlah temannya masih bisa dihitung dengan jari tangan.

Kalau kita perhatikan anime ini tentunya bukan hanya Bocchi yang mendapat character development. Teman-temannya juga mendapat jatah untuk menjadi karakter yang dapat dicintai oleh penonton dengan keunikan sifat masing-masing. Beberapa scene juga tidak fokus ngelawak saja, tapi ada juga yang menyentuh. Toh, walau ada development yang bagus untuk progressnya, Bocchi tetap muntah saat jikoshoukai di kelas 2.

OST yang fuwa fuwa

animasi dalam lagu penutup membuat kita tidak lepas dari suasana manga

Yang menjadi favorit kedua saya dalam anime ini adalah soundtrack-nya. Baik lagu pembuka maupun lagu penutup memberi kesan tersendiri saat mendengarnya. Iringan church piano di intro dengan lirik yang repetitif membuat saya hype tiap kali menontonnya. Ditambah iringan glockenspiel dan berbagai alat musik tiup membuat suasana tambah hidup dengan tempo cepatnya.

Tidak kalah dengan opening-nya, lagu penutupnya juga memiliki kesan tersendiri. Berbeda dengan opening-nya, lagu penutup dibawakan lebih santai. Ditambah dengan animasi yang seakan membuat manga bergerak menjadikan ini sebagai salah satu lagu penutup favorit musim ini.

Hitoribocchi juga memiliki lagu penutup spesial di episode 6. Lagu ini memiliki lirik sangat singkat yaitu: “Wahaha, waraeba, sugoi ten toreru” (artinya: ‘wahaha, tertawalah, maka akan mendapat nilai luar biasa’). Ya hanya itu saja liriknya diulang-ulang tapi efeknya ga kalah hebat dengan chika dance-nya dari anime Kaguya-sama.

animasi endingnya juga simple, hanya ganti background dan baju doang. versi budget dari chika dance

Selain opening dan ending, anime ini juga memiliki lagu khusus karakter tertentu. Salah satunya Honshou Aru yang lagunya memeable abis. Kalau mendengarnya pastinya akan terhibur dengan lirik maksa ala Aru.

Apresiasi setinggi mungkin juga patut diberikan kepada seiyuu yang mengisi suara para karakter. Khususnya seiyuu dari Bocchi sendiri yang berhasil debut dengan manis. Dari suara cengeng Bocchi, suara terbata-bata sampai menyanyikan lagu tema berhasil dibawakan dengan baik oleh Morishita Chisaki.

Verdict: Wahaha/10

Dibuat oleh studio animasi kurang tersohor, C2C, juga mengambil seiyuu yang masih belum banyak peran dalam dunia anime, tidak membuat anime ini kalah dengan anime lainnya di musim ini. Sifat Bocchi yang cengeng mungkin memang ngeselin membuat kita gemes setengah mati, tapi itu untuk menghibur kita semua. Ditambah teman-temannya yang tidak membiarkan Bocchi sendirian lagi membuat anime ini.

Bergabunglah dengan Sekolah Tertawa Bocchi demi melindungi kebahagiaan Bocchi. Disini kamu juga bisa membully zannen onna, berlatih jurus ninja, dan mendapat banyak close up face memeable. Kekonyolan mereka pasti akan terukir di hati para fans.

Tenang aja Bocchi, kita pasti ga bakal lupain kamu dengan cepat kok.

Melihat dari segi cerita, ada peluang untuk melanjutkan anime ini ke season 2. Namun melihat studio yang masih belum banyak caps untuk sequel apalagi hanya rata-rata 1 anime per tahun, kita perlu banyak berdoa untuk season keduanya.

BONUS: BOCCHI SMILE (VERY IMPORTANT)