[Manga Spotlight] Hitotsubana (Volume 1-2)

July 11, 2019 4:27 pm
[Manga Spotlight] Hitotsubana (Volume 1-2)

Hitotsubana, sebuah bunga yang memiliki makna berbeda-beda bagi setiap individu. Ada yang menganggapnya sebagai mimpi, ada pula yang menganggapnya sebagai sesuatu yang mereka sukai, dan masih banyak lagi anggapan lain. Sekali bunga itu tumbuh mekar, seseorang akan membuang status, kehormatan, bahkan asal sehatnya untuk mengejar dan mendapatkan bunga itu. Karena alasan tersebut, bunga ini juga disebut “Bunga Kutukan”.

Kurauchi Akito, seorang siswa SMP yang jatuh cinta kepada seorang kakak seniornya, Akashi Yuiko. Akito yang berniat untuk menyatakan perasaanya kepada Yuiko harus menerima kenyataan pahit. Yuiko yang ia kenal sebagai gadis baik nan polos, ternyata menyimpan hal buruk di balik wajah cantiknya. Demi menjaga perasaannya, obsesi untuk memiliki di dalam diri Akito mulai tumbuh. Dia membenci Yuiko, namun masih mencintainya. Hal ini menumbuhkan bunga Hitotsubana di hatinya.

Penolakan Berujung Balas Dendam

Sepertinya genre romantis dengan memuat cerita balas dendam dan perselingkungan adalah hal yang ortodoks. Dalam manga ini, Akito sendiri berhasil masuk ke SMA dimana Yuiko bersekolah. Kemunculannya setelah beberapa tahun tidak saling bercuap-cuap , membuat Yuiko kaget dengan penampilan terbaru dari Akito yang makin ikemen.

Oh tentu, gue punya kenalan cowok adik kelas dan sempat dekat. Kenapa gak dijadikan alat pelampiasan?

Paling tidak, itulah yang menggambarkan kepribadian lain dari Yuiko yang sebelumnya tak ditampilkannya kepada Akito. Akito yang sudah menyadari betapa anehnya wanita tersebut, mencoba cara (kotor) yang dapat membuat Yuiko mendekat kepadanya, dan bukan sebaliknya. Keamatiran Akito hampir saja membuatnya gagal, namun keduanya akhirnya mendekat.

Tak perlu lama,  Akito berhasil menyatakan perasaannya. Namun dari awal positif kalimat yang diucapkan Yuiko, hasilnya nihil. Yuiko menganggapnya sebagai orang kedua yang dapat mencintainya. Lantas, siapakah yang pertama? Akito yang kerasan untuk mendapatkan cinta Yuiko, bersikeras melakukan hal (menjijikan) lainnya. Membuat Yuiko cemburu dan kembali mendekat kepadanya adalah misi terbarunya.

Cooling Down Side

Cintanya bertepuk sebelah tangan. Akito yang tengah memikirkan sesuatu harus kehilangan keperjakaannya. Maksud saya keperjakaan bibirnya. Kurokawa Kaede, teman sekelasnya berhasil membangunkannya dari pikiran dalam itu. Tanpa menyadarinya, Kaede telah mengambil keperjakaannya.

Akito yang lamban menyadari, mempertanyakan maksud ciuman itu. Kaede berkilah itu Cuma bercanda, tanpa peduli kalau itu ternyata ciuman pertama Akito. Di atap sekolah, Kaede menjelaskan dirinya dapat melihat bunga Hitotsubana pada diri Akito. Kaede memperingatkannya agar tidak membuat bunga itu makin mekar. Namun keduanya yang tak acuh akan hal itu, menjadi teman dekat dengan kontak fisik yang tidak biasa.

From Bad to Worse

Best gurl is here

Pengembangan karakter yang muncul, percakapan mereka, serta protagonis yang menjauh dari akal sehat membuat cerita disini makin rumit. Dari awal, Yuiko mungkin hanya akan bermasalah dengan segelintir teman-temannya karena ulahnya. Namun kemudian campur tangan Akito, yang juga makin sembarangan mengambil cara, menambah kelam hatinya.

Disini Akito berusaha mendekati Natsumi, teman akrab Yuiko. Natsumi sendiri yang sangat supel dan proaktif, sangat mudah didekati oleh berbagai siswa. Wanita dengan rambut ponytail ini juga dikaruniai tubuh proporsional dengan dada besar yang sudah terkenal seantero sekolah. Natsumi yang menjadi target Akito, tentu saja merespon baik segala hal yang Akito lakukan.

Keduanya makin dekat, hingga mereka benar-benar menjadi pasangan. Kabar ini juga sudah didengar oleh Yuiko. Dimana Yuiko sendiri juga berinisiatif menanyakan secara langsung ke Akito. Namun, Yuiko yang sudah tahu Akito mencintainya dan juga sebaliknya harus berurusan dengan Yoshida, teman masa kecilnya Natsumi. Yoshida memergoki Akito dan Yuiko tengah kontak fisik dan mempertanyakan maksud dari apa yang dilakukannya. Yoshida mencurigai keduanya selingkuh.

Disinilah titik yang paling saya benci. Kaede menyarankan Akito untuk mempertahankan hubungannya dengan Natsumi. Kaede memberi alasan kenapa tidak memulai hal baru dengan orang lain. Akito yang masih kesal cintanya ditolak Yuiko, tidak terlalu mempedulikan saran tersebut. Kemudian hubungan antara Akito dan Natsumi berakhir prematur. Yoshida yang kembali mempertanyakan  Akito dijawab dengan jawaban terburuk.

“Siapa yang lebih kau sukai!”

“Akashi”

Tidak hanya Akito yang dijauhi Natsumi dan Yoshida, Yuiko juga bernasib sama. Mereka tampaknya sadar ada yang salah dengan isi kepala kedua keparat itu.

Meskipun saya membenci perilaku si protagonis dan heroine ini, saya masih berharap keduanya dapat berubah. Atau paling tidak, teman-teman disekitarnya bisa memaklumi keduanya dengan alasan tertentu.

Bagaimana dengan kelanjutannya? Mari kita tunggu terbitan volume ke-3nya oleh Gramedia.  Mungkin saja dalam beberapa bulan manga spotlight karya Minami ini akan berlanjut. Kalian dapat membeli dua volume pertamanya di situs Gramedia.com atau dapat membelinya langsung di toko buku terdekat.

Sumber: Minami