Survey Menunjukan Mayoritas Wotaku Habiskan 200.000 yen/tahun Demi Fandom Mereka

August 26, 2019 10:52 am
Survey Menunjukan Mayoritas Wotaku Habiskan 200.000 yen/tahun Demi Fandom Mereka

Pada bulan Juli lalu, institusi riset pemasaran remaja, Shibuya 109 Lab mempublikasi sebuah survey dari 230 perempuan berumur sekitar 20 tahun (15-24) terkait aktifitas “wotaku”. Menurut penjelasan di dalam survey, wotaku adalah seorang penggemar yang dapat menghabiskan banyak waktu dan uang dalam satu hobi. Hasil survey Shibuya 109 Lab ini ditampilkan dalam situs mereka pada Selasa lalu.

Menurut survey, 72,6% responden teridentifikasi sebagai wotaku. Topik yang paling populer adalah seleb atau idol laki-laki Jepang (38,3%) dan seleb atau idol laki-laki luar negeri (12,6%). Sementara itu topik anime, manga, dan game memiliki persentase suara 4,2%.

Seluruh responden teridentifikasi menghabiskan banyak uang pada hobinya masing-masing. 15,6% dari seluruh responden telah menghabiskan 150.000 yen (20,3 juta rupiah) per tahun. Sementara itu, jawaban kedua yang paling banyak yaitu sekitar 10.000 hingga 20.000 yen per tahun (15%).

Di dalam survey Shibuya 109 Lab juga ditanyakan bagaimana para responden mengekspresikan dirinya terhadap masing-masing fandom. Dua jawaban tertinggi diantaranya pergi ke suatu acara/konser (85,6%), dan mengumpulkan informasi lewat Twitter (73,1%). Kemudian para responden atau wotaku ini menemukan rekan-rekan wotaku mereka dengan mempublikasi tagar yang relevan (59,3%) dan mencari tagar (55,7%).  Responden ini kemudian ditanyai soal bagaimana mereka saling bertukar informasi antar wotaku. Jawaban tertinggi adalah melalui media sosial (62,9%), kemudian bertemu langsung di konser/acara (59,9%), dan bertukar pesan lewat DM (40,1%).

Pada pertanyaan terakhir, responden memilih salah satu cara untuk mengambil foto para wotaku dengan seleb/idol/karakter idola mereka. Jawaban tertinggi yaitu dengan menutupi wajah dengan kipas (36,5%), dan yang kedua adalah menutupi wajah dengan handuk (25,7%).

Shibuya 109 Lab menggunakan dua metode pengambilan data yaitu dengan sebuah survey dan sebuah wawancara kelompok. Institusi ini masih di bawah manajemen dari perusahaan induk pusat perbelanjaan SHIBUYA109.  Pusat perbelanjaan ini cukup terkenal di Shibuya, apalagi dengan harga yang terjangkau untuk kantong para remaja.

Sumber: ANN, Shibuya 109 Lab