Lagi, Pria 25 Tahun Ditangkap Usai Mengancam Akan Membakar Markas Visual Arts

September 9, 2019 3:13 pm
Lagi, Pria 25 Tahun Ditangkap Usai Mengancam Akan Membakar Markas Visual Arts

Stasiun televisi MBS melaporkan pada hari Kamis lalu bahwa polisi menangkap seorang pria yang diduga mengancam perusahaan game terkemuka, Visual Art. Diduga ancaman ini serupa dengan ancaman pembakaran Square Enix sebelumnya. Tersangka adalah pekerja sementara yang berusia 25 tahun dari kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka.

Menurut polisi, tersangka diduga mengirimkan pesan ancaman kepada perusahaan yang bermarkas di Osaka tersebut pada Agustus lalu. Ia mengirimkan pesan lewat akun Twitter, “Aku kini mempersiapkan bahan bakar.” Tersangka mengakui bahwa ia telah mengirimkan pesan tersebut.

Penangkapan pria berusia 25 tahun ini membuat sejumlah netizen berang terhadapnya dan meninggalkan komentar seperti:

“…Jika kamu tidak pernah mempunyai atau menonton karya Key, budaya otaku akan stagnan 10 tahun ini.”

“Berapa banyak kejahatan yang mengimitasi kasus sebelumnya?”

“Saat kamu tidak punya kemampuan dan kesenangan.”

“Imitasi kasus Aoba ini sangat mudah diringkus. Sangat mudah..dengan satu jerigen bensin dapat membuat suatu peristiwa seperti ini.”

“Menyedihkan!”

Kyoto Animation telah mengadaptasi anime dari karya-karya Visual Arts yang menjadi perusahaan induk dari KeyAnimeanime ini diantaranya seperti Air, Kanon dan Clannad.

Pada 18 Juli lalu, Studio 1 Kyoto Animation dibakar oleh Shinji Aoba dan menewaskan 35 orang dan melukai 34 orang lainnya. Kepolisian Prefektur Kyoto telah menangkap Aoba yang diduga menyiramkan bahan bakar ke markas KyoAni tersebut dan membakarnya.

Bulan lalu, Polisi Shinjuku juga menangkap seorang pria berusia 40 tahun yang bekerja di perusahaan pengantaran barang. Pria ini diduga mengancam akan membakar kantor Square Enix lewat pesan dalam formulir pertanyaan pada 23 Juli. Motif pria ini adalah meminta Square Enix untuk mengembalikan uangnya setelah melakukan transaksi untuk game yang ia mainkan.

Sumber: MBS