[Flashback Friday] School Days

September 20, 2019 5:12 pm
[Flashback Friday] School Days

Selamat datang di rubrik Flashback Friday! Rubrik yang sempat mati suri dari tahun 2016, yang kembali kami naikan. Tentunya ada banyak hal bisa kita bahas di rubrik ini, namun untuk edisi kali ini kita harus mundur 12 tahun ke belakang untuk memulainya.

Pada 17 September 2007, sehari sebelum episode ke-12 dari anime School Days ditayangkan di TV Kanagawa sebuah kasus pembunuhan terjadi. Seorang gadis berusia 16 tahun membunuh ayahnya sendiri di kota Kyoto di rumahnya menggunakan sebilah kapak. TV Kanagawa kemudian membatalkan penayangan episode ke-12 School Days dikarenakan konten kekerasakan yang mirip dengan kasus tersebut. Stasiun TV ini kemudian menggantinya dengan video kompilasi pemandangan dari Eropa termasuk negara Norwegia dengan lagu tema “Air on the G String” karangan August Wilhemj.

Pembatalan tayang episode ke-12 ini juga dilakukan oleh Chiba TV dan TV Aichi. 0verflow sebagai studio kreator seri ini membuat publikasi permintaan maaf di hari yang sama. Mereka juga memberikan kesempatan screening untuk episode terakhir yang sudah diedit di Akihabara 3D Theater tanggal 27 September 2007. Setelah ditayangkan di teater, AT-X kemudian menayangkan episode terakhir  tanpa edit  pada 27 September dan 1 Oktober.

Nice Boat

Seperti yang dijelaskan pada paragraf sebelumnya, TV Kanagawa menayangkan kompilasi video pemandangan Eropa termasuk Norwegia. Di dalam video tersebut ditampilkan kapal M/S Skagastøl dan sebuah slideshow memperlihatkan kapal tersebut muncul di internet. Dikarenakan pembatalan penyiaran episode ke-12, slideshow M/S Skagastøl menjadi populer dan munculah istilah meme “Nice Boat”. Frasa ini menjadi populer di Jepang dan Google Trends merekam lonjakan pencarian “Nice Boat”. Yomiuri Shimbun melansir bahwa “Nice boat” menduduki peringkat ke-10 dalam popularitas mesin pencarian Yahoo! Japan dari 17 September hingga 23 September.

Kepopuleran meme Nice boat muncul kembali setelah episode pertama anime Ef: A Tale of Memories menampilkan telur paskah yang bertuliskan frasa tersebut. 0verflow kemudian menamai stan mereka di Comiket 73 dengan “Nice boat”.

Sinopsis

Siswa sekolah menengah atas Makoto Itou pertama kali mengenal Kotonoha Katsura pada awal semester kedua, di tahun pertamanya. Kemudian, ia terpesona oleh kecantikannya, akan tetapi sifat malunya tidak memungkinkannya  untuk mendekatinya, walaupun mereka menggunakan kereta yang sama setiap harinya. Malahan, ia mengambil foto Kotonoha secara diam-diam dan menjadikannya sebagai wallpapernya: sebuah jimat, jika terus disembunyikan, seharusnya akan membantunya untuk mewujudkan cintanya. Akan tetapi, teman sekelasnya yang bernama Sekai Saionji melihat foto tersebut, bukannya mengadukan, ia menawarkan bantuan untuk mengaturnya dengan Kotonoha—sampai sejauh itu seperti berteman dengannya. Dengan demikian, ketiganya memulai persahabatan yang cukup tiba-tiba.

School Days menceritakan kehidupan ketiga remaja yang melintasi kesenangan, dan kesusahan yang datang layaknya seorang siswa SMA. Di dalam cerita yang hidup dan dipenuhi dengan romatisme dan kegalauan, sebuah kisah dari ketiga siswa-siswi akan teringat dalam memori mereka setelah mencapai momen akhir.

Karakter

Ada banyak karakter dari seri ini, namun hanya beberapa yang berpengaruh terhadap protagonis terutama di anime-nya. Berikut adalah beberapa karakter seri ini dengan deskripsinya:

Itou Makoto

Protagonis utama yang memiliki sifat layaknya remaja laki-laki polos dan sopan. Namun hidupnya makin rumit setelah menjadi kaum poliamor dan berhubungan dengan banyak wanita terdekatnya. Meskipun Makoto terkesan supel dan pengertian, namun sifatnya berubah menjadi egoistik, apatis, dan kasar. Meskipun begitu, ia memiliki keahlian untuk memecahkan masalah dengan cepat (meskipun banyak masalah yang tidak ia sadari).

Kotonoha Katsura

Siswi pendiam, tenang dan sopan, yang juga menjadi incaran Makoto di dalam anime-nya. Perempuan dengan tipe ojou-sama tanpa ohoho yang hidup di keluarga mapan. Meskipun Kotonoha sering terlihat tenang dan lembut, sikapnya bisa berubah 180 derajat jika ia merasa tertekan dan dikhianati. Ia sering sekali berdelusi dan mendengki hal-hal yang tidak masuk akal. Ia juga sempat diperkosa oleh teman sekelasnya, Taisuke.

Saionji Sekai

Salah satu siswi yang menjadi teman dekat dari Kotonoha (awalnya). Seorang periang dan inisiator, ia juga menjadi sangat tertarik dengan Makoto. Tak hanya itu, karena dialah Makoto belajar tentang hal baru. Sekai jarang sekali menunjukan sisi seriusnya. Terkadang ia tampak mudah frustasi, egois, manipulatif, dan emosional secara berlebihan. Terlebih setelah menjalin hubungan dengan Makoto secara diam-diam.

Nanami Kanroji

Cewek basket yang menjadi teman dekat Sekai. Nanami punya pacar yang juga adalah seniornya di ekskul basket dan juga seorang otaku garis keras. Ia memiliki karakter interpersonal, sehingga ia tampak lebih dewasa dan berbicara seperlunya saja. Imejnya memburuk setelah video seksnya tersebar ke teman sekelasnya.

Katou Otome

Karakter yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan, Katou memiliki pendirian keras dan sangat frontal. Ia tidak menyukai Kotonoha sejak awal dan sering mem-bully-nya. Katou juga menjadi bagian dari tim basket bersama Nanami. Sering ditemukan dengan kubunya diantaranya Minami Obuchi, Natsumi Koizumi, dan Kumi Mori.

Kiyoura Setsuna

Salah satu karakter yang abu-abu, Setsuna adalah teman dekat dari Sekai. Ia dipandang sebagai gadis yang serius, dan sering sekali meminta Makoto untuk membuat Sekai tetap bahagia. Hal ini membuat dirinya sering memotong interaksi antara Kotonoha dan Makoto demi Sekai. Walaupun sebenarnya Setsuna tidak memiliki masalah dengan Kotonoha. Tubuhnya tidak tumbuh seperti teman-temannya, sehingga ia menyadari betapa kecilnya dia.

Kuroda Hikari

Perempuan paling cerewet dari karakter lainnya. Kuroda awalnya menyadari bahwa Makoto memiliki hubungan dengan Sekai. Ia sering sekali mengomentari Makoto, dan malah menjadi makin dekat dengannya. Kuroda juga memiliki rasa suka kepada Taisuke.

Taisuke Sawanaga

Sahabat Makoto yang penuh semangat, namun nasibnya dalam percintaan tidak seberuntung Makoto. Ia tidak menyadari perasaan Kuroda terhadapnya, dan tidak menghiraukannya. Lucunya, Taisuke memiliki perasaan kuat terhadap Kotonoha walaupun sempat ditolak, hingga ia memperkosanya.

Kenapa kalian harus menonton ini? Jika kalian sudah tahan untuk menonton anime yang pelan-pelan membuatmu kesal, mungkin kalian bisa mencoba menonton seri ini. Dimulai dengan keluguan karakter terhadap romantisme fana, kemudian berangsur-angsur kehilangan fokus dan setiap karakter seperti kehilangan empatinya. Berantakan? Menurut saya tidak sih, mungkin lebih terasa seperti roller coaster. Naik turun, naik turun seperti saat suasana hati Makoto yang mengikuti nafsunya.

Cukup berbeda dari romantisme anak muda yang sering dilihat, namun masuk ke dunia novel visual dengan cerita semacam ini hanyalah pemandangan biasa. Tentu saja jika dibandingkan kehidupan nyata “bisa” saja terjadi, namun tidak seekstrim ini. Jikapun ada kemiripan, itu hanyalah bubuk terkecil dari sebungkus kasus. Saya sepenuhnya belum menyelesaikan game ini, namun berangsur-angsur rasa frustasi terhadap ceritanya kian memudar. Perlu waktu bertahun-tahun untuk memahami dan menerima cerita macam ini, apalagi dengan balutan adegan dewasa yang seperti pakaian yang menempel di badan mereka, selalu terlihat.

Sekian Flashback Friday pertama sejak bertahun-tahun lalu. Saya ingin melebarkan seri ini lebih jauh, namun ada batasan untuk itu. Mungkin rubrik ini akan lebih aktif sebagai sarana nostalgia dan dapat digunakan sebagai pratinjau bagi yang belum menontonnya. Seri mana yang kalian ingin kami naikkan? Kalian dapat memberikan saran dan komentar di kolom komen ya!