[Review] One Piece Stampede

September 21, 2019 5:10 pm
[Review] One Piece Stampede

Jadi bagaimana sebuah seri merayakan dua dekade penayangannya? Dengan muatin ratusan karakter ke satu film. “One Piece Stampede” punya banyak adegan yang menunjukkan lautan karakter dan saya berhasil nemu 5 Pandaman saat nonton. Untuk review ini saya akan berusaha agar tidak ada spoiler yang terlalu eksplisit.

Di film ini sebuah undangan disebarkan ke para bajak laut dunia. Sang promotor yang dikabarkan sudah lama mati, Buena Festa; menjanjikan harta milik Gold Roger untuk pemenang festival. Walaupun beberapa bajak laut curiga bahwa undangan ini adalah jebakan, potensi untuk mendapatkan harta legendaris itu tidak bisa dilewatkan. Di tengah perayaan ini, muncul desas-desus bahwa Douglas Bullet, tahanan Level 6 Impel Down dan pewaris kekuatan Roger telah kembali.

Stopped Reading/Watching The Series. Still Worth it?

Langsung saya konfirmasi aja kalau film ini non-canon melihat kondisi dunia One Piece pada timeline film itu sangat tidak memungkinkan para karakter yang hadir untuk bertemu. Saya bilang minimal kalian cuma perlu tahu siapa itu Buggy & Ussop karena mereka itu bintang film yang udah dijejali banyak karakter ini.

Namun di sisi lain film ini mengkonfirmasi satu aspek yang luar biasa penting dari cerita utamanya. Saya bilang saja saat plot device utama film ini diungkap, barang itu menghapus kesalahpahaman yang sudah berjalan selama dua dekade. Secara pribadi ini “hadiah” utama untuk penonton yang sudah menyimak ceritanya dari awal, cuma hadiah ini sayangnya nggak akan terlalu efektif untuk kalian yang belum sampai Act 2 dari cerita Wano.

A greatest hits of One Piece knockout moment.

Ya, “We Are” dipakai lagi dan saya seneng banget dengan penggunaannya. Begitu juga dengan sistem dan fenomena alam dunianya yang “kebetulan” terjadi lagi buat nampilin setpiece yang spektakuler. Sisi pragmatis saya juga ngerasa kalau karakter yang dapet fokus di konflik utamanya itu didasari oleh survey popularitas, tapi ini ya perlu diketahui bahwa ini sentimen dari orang yang udah males sama Law yang surprise-surprise dapet banyak fokus di sini.

Can be too busy

Saking sibuknya sampai beberapa karakter sentral cuma bisa ngeluarin satu serangan aja. Antagonis film ini, Douglas Bullet itu sebenarnya terlalu dangkal untuk standar antagonis seri ini. Cuma ya cerita ini butuh cepet orang yang cukup gila dan cukup kuat untuk melawan seluruh bajak laut, angkatan laut, agen pemerintah dunia, dan elemen dunia bawah bersamaan. Untuk aspek ini saya bilang dia fungsional sebagai antagonis, tapi ngeliat dia harus disejajarin dengan banyak karakter yang punya sejarah panjang, ini ngebuat dia sebatas jadi “super strong dude” aja.

Verdict: A worthy celebration

Had a lot of fun with this. Film Toei lain yang saya tonton tahun ini adalah Broly, dan film itu adalah momen di mana Toei bisa flexing kemampuan produksi adegan aksi mereka. One Piece Stampede di sisi lain adalah kesempatan mereka untuk merayakan lagi momen besar seri yang sudah lama mereka garap ini.

Stampede memiliki “Perayaan” sebagai dasar temanya. Bila melihatnya dengan pandangan pesimis Stampede itu cuma sekedar nostalgia bait, hanya saja One Piece adalah seri yang sudah hadir selama 22 tahun dan reuni akbar para karakter dan plot point itu perayaan yang pantas untuknya.