Perwakilan Tear Studio Hilang Kontak, Sejumlah Animator Pertanyakan Pembayaran Upah

December 11, 2019 12:26 am
Perwakilan Tear Studio Hilang Kontak, Sejumlah Animator Pertanyakan Pembayaran Upah

Situs resmi dari adaptasi anime Fragtime” merilis sebuah pernyataan terkait studio animasi mereka, Tear Studio. Pihak produksi film anime ini menyatakan bahwa mereka tidak dapat mengontak pihak studio sejak minggu lalu. Seorang animator yang mengaku belum dibayar upahnya juga mengungkapkan kebingungannya lewat akun Twitter miliknya.

Pernyataan dari tim produksi Fragtime:

Sejak minggu lalu, informasi terkait Tear Studio yang memproduksi film (OVA) “Fragtime”  telah (tersebar) di internet dan media sosial.

Untuk memahami situasi lebih lanjut, kami sedang mencari laporan kepada perwakilan dari Next Batters Circle Co., Ltd.

Demi memahami situasi yang sebenarnya, kami akan terus meminta laporan terkait status (proyek) kepada perwakilan dari Next Batters Circle.

Gen Sato (Digimon Adventure Tri, Galaxy Expess 999), salah satu animator yang mengungkapkan dirinya belum dibayar upahya oleh Tear Studio membuat twit pada 9 Desember lalu terkait masalah ini. “Belum, tim produksi animasi film belum dibayar, dan saya tak mengira untuk menghapus peringatan Twitter dan saya (juga) tak pernah mengira hal ini menjadi berantakan”.

Twitnya ini kemudian dibalas oleh sejumlah animator yang juga bekerja dalam proyek dari Tear Studio. Balasan ini juga memiliki suara yang sama, mereka belum mendapatkan hak mereka sejak Oktober.

Salah satu animator tersebut adalah Mazaki Kei (Gintama, Toradora!) yang membalas twit Sato dengan kalimat yang menekankan bahwa dirinya telah dibayar terkait commision yang diminta studio pada awal tahun ini, namun dirinya belum dibayar terkait proyek terakhir mereka. Kei juga mengeluh dengan mengatakan bahwa keterlambatan gaji adalah pelanggaran hukum subkontrak, bahkan hukum mengenai pekerja sekalipun.

Suara lain muncul dari Kazuaki Imoto (Love Live! Sunshine!!). Dalam twitnya, ia mengatakan bahwa para animator lepas dijadwalkan akan mendapatkan bayaran pada akhir November lalu, namun sejak twitnya muncul, bayaran tersebut masih fiktif.

Pada 9 Desember lalu, situs resmi dari Tear Studio sempat tidak dapat diakses dan akun Twitter resmi mereka juga dihapus. Sehari kemudian, situs studio ini kembali muncul dalam status back-up. Hingga munculnya kembali situs mereka, tidak ada informasi terbaru dari pihak studio.

Tear Studio didirikan pada 15 Maret 2013 oleh Jun Kato sebagai cabang perusahaan untuk produksi anime dari perusahaan Next Batters Circle Co., Ltd. Berdasarkan value press, Next Batters Circle Co., Ltd. merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang PR berbasis internet. Fragtime menjadi proyek terakhir studio ini yang diputar di bioskop seluruh Jepang pada 22 November lalu. Proyek anime lain yang diproduksi studio ini seperti Nande Koko ni Sensei ga!?, Gekijouban Oushitsu Kyoushi Heine, dan Lord of Vermillion: Guren no Ou. Dalam kasus ini, pihak dari Next Batters Circle ataupun Kato sendiri belum memberikan pernyataan.

Sejumlah orang mengaitkan Jun Kato dengan salah satu produser dari studio A-1 Pictures, dikarenakan nama dan huruf kanji yang digunakan sama. Akan tetapi, pihak A-1 Pictures menyatakan bahwa keduanya adalah orang yang berbeda. Pihak studio ini juga meminta sejumlah orang tersebut untuk menghapus twit mereka.

Sumber: Crunchyroll