CGDCT, More Than Just Moe

December 19, 2019 2:33 pm
CGDCT, More Than Just Moe

Selamat datang di artikel tahunan saya yang sengaja dibuat tanpa tag rubrik. Yep, it has been a year since I write an article about abbreviation in anime culture. Kalau tahun lalu saya membahas soal LSBH, kali ini saya kembali dengan sebuah singkatan yang mungkin masih terasa asing di kalangan otaku umumnya. Artikel ini juga akan menjadi bahan referensi terutama di artikel saya yang berikutnya.

CGDCT. Mungkin ada beberapa yang sudah tahu istilah ini karena istilah ini sesungguhnya sudah sering dipakai di forum diskusi anime internasional. Biasanya kamu menemukan istilah ini dalam review atau diskusi di MAL, reddit, dan lainnya.

CGDCT sendiri merupakan singkatan dari Cute Girls Doing Cute Things. Artinya, kumpulan gadis imut yang melakukan hal imut. Karena artikel ini bakal panjang langsung saja kita masuk ke pembahasannya.

Prepare yourself, this is gonna be long.

Dunia Anime Sebelum Adanya CGDCT

CGDCT tidak langsung lahir begitu saja ketika anime dan manga mulai beredar. Ada kisah panjang yang mendahului kelahiran dari CGDCT.

Dimulai dari Astro Boy pada tahun 1963 yang menjadi cikal bakal dari budaya anime yang bisa kita nikmati sekarang ini (meskipun ini bukan anime pertama di dunia). Perkembangan budaya anime sangat berkembang pesat pada era 1970-1980. Kala itu anime didominasi oleh genre action ataupun mecha. Disamping genre populer yang beredar, muncul istilah bishoujo yang merupakan hasil evolusi dari kata shoujo.

Bishoujo secara singkat berarti gadis cantik. Peran bishoujo mulai mewabah setelah Gundam diperkenalkan tahun 1979. Kala itu karakter bishoujo digunakan sebagai support dalam cerita. Efek dari bishoujo sangat efektif untuk menarik fans laki-laki. Peran bishoujo kembali dipertegas oleh Macross pada 1982. Perlahan tapi pasti, karakter wanita cantik yang awalnya ditunjukan untuk fans wanita, melebarkan efeknya ke kalangan otaku pria.

Macross (1982) adalah salah anime jadul yang menjadikan bishoujo sebagai pondasinya.

Let’s talk about Moe

Sesuai judul artikel tentunya saya akan membahas moe terlebih dahulu. Dan ini akan melanjutkan sejarah panjang anime yang dibahas di sektor sebelumnya.

Moe sendiri berkembang mulai dari tahun 1990-an saat anime muncul menyebar luas menjadi sebuah game atau edisi majalah. Sailor Moon dipercaya sebagai pemicu tren budaya moe berkembang di industri anime. Namun sebelum Sailor Moon muncul telah lebih dahulu muncul nama anime yang menggunakan format moe. Beberapa sumber menyebutkan nama seperti The Castle of Cagliostro (1979) karangan Hayao Miyazaki atau Lum dari Urusei Yatsura (1981) telah menjadi yang pertama dalam memperkenalkan karakter moe jauh sebelum Sailor Moon muncul.

Lum, dipercaya sebagai salah satu karakter moe pertama.

Secara harfiah Moe memiliki dua arti. Arti yang pertama adalah kuncup (萌え), seperti bunga yang belum mekar menggambarkan wanita yang sedang bertumbuh dewasa. Yang kedua adalah membara (燃え), merujuk pada gairah otaku terhadap karakter tertentu hingga ingin melindunginya. Sedangkan umumnya moe mengambarkan karakter anime yang imut dengan mata yang besar dengan hidung yang kecil dan proporsi kepala yang lebih besar dari umumnya.

Dari sisi etimologi tidak bisa dipastikan bagaimana istilah ini muncul. Salah satu teori terkenal yang dijelaskan oleh Galbraith setelah ia menemukan istilah ini muncul di 2chan pada tahun 1990-an. Berdasarkan teori tersebut, moe berasal dari nama karakter Sailor Moon, Hotaru Tomoe yang menjadi tolak ukur bishoujo sempurna dan panutan untuk karakter moe.

Kata moe juga bisa diambil dari tiga huruf belakang dari karakter Hotaru Tomoe.

Sekarang, kita bisa melihat bagaimana moe merajalela dalam industri anime dan manga. Hampir semua genre menyertakan karakter moe mulai dari tsundere, twintail, nekomimi dan sebagainya. Hal ini wajar karena pada tahun 2004 saja industri dengan embel-embel moe memiliki pangsa pasar senilai 88 milyar yen. Ini setara dengan sepertiga dari pasar otaku di Jepang. By the way, Shimako juga termasuk karakter moe, loh!

Munculnya CGDCT

Ok kita sudahi dulu prolog yang begitu panjang ini, kalau bahas soal moe pasti masih panjang lagi buat dibahas. Sekarang kita kupas tuntas seperti apa CGDCT itu. Dimulai dari kemunculannya pada era 2000-an.

Kokoro Toshokan (2001) diakui sebagai seri pertama CGDCT yang tayang di TV. Namun yang menjadi pemicu bagaimana CGDCT bisa bermunculan sampai saat ini adalah serial anime Azumanga Daioh (2002). Adaptasi dari Dengeki Daioh ini berhasil menginspirasi beberapa judul CGDCT untuk diadaptasi menjadi anime. Aria The Animation (2005), Ichigo Mashimaro (2005), Hidamari Sketch (2007), dan Lucky☆Star (2007) adalah contoh CGDCT yang mulai bermunculan setelahnya.

Salah satu serial CGDCT pertama, Azumanga Daioh.

Puncaknya ketika K-ON hadir di tahun 2009. Kesuksesan K-ON tentunya sangat tidak disangka pada awalnya karena anime ini hanya menitik beratkan ke karakter moe seluruhnya dengan plot yg tidak cukup berat. I mean seriously, ada cewe sekolahan yang kerjanya kebanyakan minum teh abis pulang sekolah bisa jadi band jago.

Keberhasilan K-ON tidak luput berkat berkat kerja keras Kyoto Animation membangun budaya moe. Kyoani telah mendahuluinya jauh-jauh hari sebelum K-ON booming dengan anime seperti The Melancholy of Haruhi Suzumiya, Air, Clannad, bahkan Lucky☆Star yang sudah disebutkan sebelumnya. Moe pun berkembang menjadi salah satu bagian besar dalam budaya anime, bahkan budaya Jepang sendiri, hingga melahirkan serial bertipe CGDCT. Inilah CGDCT yang merupakan hasil evolusi panjang dari bishoujo ke moe hingga menjadi pure CGDCT modern.

K-ON memilki andil besar dalam menyebarkan budaya moe sebagai salah satu anime CGDCT murni.

Mengikuti jejak K-ON, semakin banyak serial CGDCT bermunculan. Bahkan sekarang, CGDCT hampir tidak pernah absen di tiap musimnya. Semakin banyaknya potensi CGDCT membuat sebuah rules harus dibuat untuk mengidentifikasikan apakah anime atau manga tersebut termasuk CGDCT atau bukan.

Rules of CGDCT Serta Perdebatannya

Secara simple, aturan umum yang diterapkan untuk mendefinisikan serial itu CGDCT atau bukan adalah sebagai berikut:

  1. CGDCT menggunakan karakter perempuan pada semua atau sebagian besar bagiannya. Karakter pria diijinkan muncul tapi hanya sebagai support tidak mengganggu peran utama yang dikerjakan para gadis.
  2. Para gadis mengerjakan suatu aktifitas yang bisa dianggap imut. Aktifitas tersebut bisa yang berguna mulai dari olahraga, nyanyi sambil joget demi menyelamatkan sekolah, adu tank antar sekolah, hingga yang ga ada kerjaan cuma santai dirumah. Asal itu imut itu tidak masalah.

Saking terlalu sederhananya aturan ini, CGDCT hingga kini masih menjadi perdebatan yang tak pernah habis. Perbedaan pendapat soal memasukan suatu serial ke dalam kelas CGDCT dan bukan adalah masalah utamanya. Salah satu perdebatan yang khas adalah masalah apa yang dilakukan para gadis imut atau tidak. Kita ambil contoh Girl Und Panzer. Bagi sebagian orang yang dilakukan mereka imut, tapi bagi sebagian fans CGDCT tidaklah demikian.

Keberadaan karakter pria juga menjadi masalah. Setidaknya beberapa potensi CGDCT hilang berkat adanya pria yang mengambil peran utama dalam anime tersebut. Contohnya saja Blend S yang jelas menyertakan beberapa karakter pria sebagai peran utama atau Hibike Euphonium yang baru-baru ini memperdalam hubungan romansa antara karakter pria dan wanita dalam ceritanya.

Mikakunin de Shinkoukei juga berada di borderline karena keberadaan Hakuya memicu romansa yang merusak nilai CGDCT itu sendiri.

Bicara soal hubungan romantis, yuri adalah bumbu umum yang bisa kamu temukan di anime CGDCT. Hal ini jelas karena dalam CGDCT hampir semua karakter adalah perempuan. Hanya saja, kadar yuri dalam CGDCT tidak sampai tingkatan ekstrem. Kamu bisa bandingkan hubungan antar karakter dalam Yuru Yuri dan Yagate Kimi Ni Naru. Jelas sangat terasa berbeda bukan?

Sampai disini saya rasa kalian bisa bayangkan bagaimana CGDCT seperti itu. Perbedaan pendapat soal imut memang relatif tergantung pendapat masing-masing. Jadi apa yang membuat CGDCT ini menarik hingga saking serunya dibahas seperti ini?

The Magic Behind CGDCT

Ditengah serial shounen yang penuh aksi yang selalu merajai panggung anime, CGDCT menjadi salah satu keunikan tersendiri dalam budaya animanga. CGDCT lebih mengandalkan karakter imut sebagai pos terdepannya dalam menarik minat penonton. Relasi antar karakter perempuan dan kebanyakan cerita yang sangat sederhana adalah plot yang sering ditampilkan dalam CGDCT.

Sebagian orang meyakini CGDCT memiliki kekuatan sihir yang membuat penonton merasa nyaman dan tentram. Apalagi kalau CGDCT soal slice of life pastinya memiliki efek healing tersendiri yang bisa melepas jenuh. Ini tentunya sangat relevan mengingat kehidupan pekerja di Jepang cukup berat untuk dilalui seharian.

Meskipun plot yang dibawakan kebanyakan santai, CGDCT sendiri juga memiliki banyak pesan moral. Nilai persahabatan, perjuangan, hingga pentingnya menikmati hidup adalah hal yang sering disampaikan dalam CGDCT. Alasan hidup pun semakin bertambah berkat CGDCT.

Non Non Biyori adalah contoh CGDCT bertema iyashikei yang bisa menenangkan penontonnya.

Kehadiran CGDCT tentunya tidak akan lengkap jika kita tidak membahas siapa yang dibelakangnya. Memang Dengeki Daioh dan Kyoani menjadi pionir dalam mengarap CGDCT. Namun kalau kita bicara siapa yang membuat banyak CGDCT akhir-akhir ini muncul tentunya kita akan membicarakan tentang Kirara.

Manga Time Kirara yang terkenal dengan banyak serial imutnya kini telah melahirkan banyak sekali seri CGDCT. Gochiusa, Kiniro Mosaic, Hanayamata dan New Game adalah sebagian kecil dari CGDCT yang berhasil diorbitkan oleh Kirara. Majalah yang diterbitkan Houbunsha pada 2002 ini awalnya hanya berisikan 4-koma manga saja. Kini Manga Time Kirara telah melebarkan sayapnya ke dalam empat versi lain yakni Carat, Forward, Max, dan Miracle (yang terakhir sudah berhenti produksi tapi serialnya masih jalan di majalah Kirara lain).

Yang menarik lagi, diketahui beberapa penulis CGDCT adalah asli perempuan. Ini jelas bagaimana cerita semanis itu dengan obrolan khas perempuan dan tingkah laku feminim bisa dibuat meskipun target pasarnya adalah seinen atau pria dewasa. Toh CGDCT bisa dinikmati oleh perempuan kok.

Salah satu scene paling memorable di Kinmoza ketika panggilan Ayaya pertama kali dicetuskan. Kinmoza (Kiniro Mosaic) adalah salah satu karya dari Manga Time Kirara.

Keberadaan Kirara ini dilengkapi oleh studio yang rajin mengarap anime CGDCT. Doga Kobo, Silver Link, dan Studio Gokumi adalah tiga serangkai yang paling dominan dalam mengadaptasi serial CGDCT. Selain adaptasi manga, masih banyak juga anime CGDCT yang digarap secara original oleh studio anime sendiri.

Hingga kini persaingan pembuatan serial CGDCT masih berlanjut. Dengeki Daioh dan turunannya masih memproduksi serial CGDCT baru seperti Gabriel Dropout, Hitoribocchi Marumaru no Seikatsu, dan Mitsuboshi Colors. Rival terbaru Kirara, Comic Cune juga tak ingin kalah dengan membuat Hinako Note serta Tonari no Kyuuketsuki-san dan masih memiliki beberapa judul yang berpotensi untuk diangkat menjadi anime.

CGDCT Era Sekarang

Dalam 10 tahun terakhir, CGDCT tidak hanya terfokus pada kehidupan gadis sekolahan pada umumnya. CGDCT merambah ke plot yang berat dan tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Beberapa seri seperti Mahou Shoujo Madoka★Magica, Gakkou Gurashi, dan Yuuki Yuuna wa Yuusha de Aru adalah perwujudan gelap CGDCT yang menjadikan para gadis sengsara (sudah pasti serial ini juga ditentang oleh beberapa penikmat CGDCT). Namun ada juga CGDCT yang dibawakan dengan penuh makna. Sora Yori mo Tooi Basho dan Yuru Camp adalah CGDCT yang layak menjadi anime terbaik tahun 2018 ini menggunakan aktifitas yang jarang terbayang untuk dijadikan adaptasi anime.

Siapa sangka bakal ada anime tentang sekelompok gadis ke antartika?

Tren idol anime yang dibawakan oleh Love Live dan Idom@ster juga merupakan salah satu wujud CGDCT masa kini. Memanfaatkan keimutan para karakter dan embel-embel idol tentunya membuat keuntungan ganda apabila ini sukses. Sayangnya tidak semua CGDCT mendapat kesuksesan yang setara meskipun format yang dibawakan sama. Wake Up Girls! mungkin bisa nimbrung membawakan lagu pengiring di anime lain, tapi franchisenya masih gagal mengalahkan dua nama yang telah disebutkan diatas.

Sebuah terobosan juga dilakukan oleh Kantai Collection. Menjadi salah satu anime CGDCT yang diadaptasi dari game, Kancolle memperkenalkan konsep moefikasi terhadap non-human being yang membuat fans menggila. Kesuksesan Kancolle akhirnya ditiru oleh beberapa game lain. Contohnya saja Kirara Fantasia, Bang Dream, dan Princess Connect. Meski terdapat peran yang memegang komando lebih condong ke arah laki-laki, tetap tidak mengurangi dan menutupi konsentrasi pada para gadis sehingga seri itu bisa disebut CGDCT.

The Girls Just Being Cute

Lantas mengapa ini dipisahkan dari moe? Hal itu disebabkan antara lain moe itu tidak hanya terbatas untuk wanita saja. Bisa saja karakter itu pria (trap juga merupakan salah satu perwujudan karater moe; tidak mungkin dimasukan kedalam klasifikasi CGDCT). Ditambah moe sendiri banyak dipakai di genre lain sehingga tidak tepat mengunakan kata moe untuk mendefinisikan sebuah seri. Moe lebih tepat untuk merujuk kepada pengambaran karakter.

CGDCT memang masih belum layak dikatakan sebagai genre sebanding dengan action ataupun romance karena luas dan abstraknya makna CGDCT itu sendiri. CGDCT sendiri memilki banyak cabang hasil perpaduan berbagai genre maupun yang pure CGDCT sendiri. Untuk bagian ini nanti akan saya buatkan artikelnya sendiri karena cukup panjang sekaligus memberikan referensi anime CGDCT yang bisa kamu ikuti.

Jika kamu masih meminta referensi CGDCT, Konohana Kitan bagus untuk ditonton selain Yuru Yuri dan Gochiusa yang legendaris.

Butuh lebih dari satu tahun penelitian yang saya habiskan untuk mengenal seberapa jauh CGDCT. Ya, dan itu masih belum cukup untuk mengenal CGDCT secara keseluruhan. CGDCT masih berkembang dan suatu saat akan dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Hal yang menarik bagi penulis disini, CGDCT adalah hal yang tidak bisa kamu temukan di tempat lain. Disney dan Hollywood tidak akan membuat film dengan tema seperti ini, karena ini hanyalah ada sebagai salah satu keunikan dalam budaya otaku Jepang itu sendiri.

Sadar atau tidak, CGCDT kini sudah menjadi salah satu bagian budaya animanga dan telah berkembang menjadi salah satu istilah anime yang sering digunakan. Verdict? You decide.

Referensi: 1, 2, 3, 4