Suka Pedas? Tantang Diri Kalian di Kamar Gas Wasabi dari Prefektur Shizuoka

December 30, 2019 2:20 pm
Suka Pedas? Tantang Diri Kalian di Kamar Gas Wasabi dari Prefektur Shizuoka

Kita sering mengaitkan kamar gas / gas chamber dengan sesuatu yang berhubungan dengan penyiksaan. Penyiksaan yang dimaksud dapat dikaitkan dengan tindakan mengurangi rasa nyaman dari manusia dengan stimulus berupa gas beracun atau yang tidak pantas dihirup. Namun, bagaimana jika gas yang digunakan adalah gas dari wasabi?

Di Prefektur Shizuoka terdapat sebuah restoran bernama Tamaruya yang menyediakan ruangan gas wasabi. Tamaruya menantang para pengunjung mereka untuk mencoba Spicy Room Challenge milik mereka.  Restoran ini terletak di sebelah barat dari Sekolah Dasar Shizuoka Shiritsu Tamagawa. Distrik Aoi. Restoran ini hanya buka dari jam 10 pagi hingga jam 3 sore, dan mereka baru mengumumkan bahwa mereka akan tutup pada tanggal 1 Januari esok, namun akan buka pada esok harinya. Menilik lebih lanjut, ruangan ini disediakan oleh Tamaruya sejak akhir tahun 2017.

Beberapa netizen yang cukup masokis ataupun hanya penasaran saja mencoba tantangan ini. Seperti yang bisa ditebak, mereka harus terbatuk-batuk hingga menangis menahan pedasnya aroma gas wasabi ini.

2 tahun yang lalu, sang direktur Tamaruya juga sempat mencoba ruangan ini:

Respon netizen terhadap tantangan dalam ruangan ini bermacam-macam, mulai dari yang mengaitkannya ke tragedi masa lalu hingga yang antusias ingin mencobanya:

“Saya heran, manusia ini pada masokis semua?”

“Orang Jerman harus mencoba tantangan ini”

“Andai tombol wasabinya berada diluar…”

“Bisakah kita membawa nasi kari ke dalam ruangan tersebut?”

“Bilang pada temanmu yang perokok aktif, bahwa ruangan itu untuk khusus untuk merokok. Lihat hasilnya nanti.”

Bagi yang belum mengetahui, Prefektur Shizuoka merupakan asal dari tumbuhan wasabi dibudidayakan. Tepatnya pada tahun 1596, budidaya ini bermula dari warga Utogi (sekarang bernama Shizuoka) di bantaran Sungai Abe yang mencabuti tumbuhan wasabi yang tumbuh liar di tepi sungai dan menanamnya kembali di lahan baru. Meskipun sebelumnya tanaman ini digunakan sebagai obat, dengan adanya budidaya ini diyakini wasabi mulai digunakan juga sebagai bumbu masakan.

Sumber: Tamaruya