Fantasia Bunko Terbitkan Volume Pertama Novel Spy Kyoushitsu

January 18, 2020 8:03 pm
Fantasia Bunko Terbitkan Volume Pertama Novel Spy Kyoushitsu

Volume pertama dari novel ringan karya Takemachi dan ilustrator Tomari, “Spy Kyoushitsu” akhirnya diterbitkan hari ini. Sehari sebelumnya, pihak Fantasia Bunko merilis sebuah video promosinya. Dalam video promosi tersebut juga diungkap seiyuu dari masing-masing karakter. Sampul dari volume pertama novel ringan ini dapat kalian lihat di bawah ini.

Karya ini merupakan pemenang dari penghargaan Fantasia Grand Prize ke-32 tahun lalu. Novel ini mengalahkan 1.167 karya lainnya yang telah didaftarkan dalam perlombaan tersebut.

PV:

Seiyuu yang menyuarakan karakter dalam novel ringan ini diantaranya:

  • Sora Amamiya sebagai Codename Hanazono

  • Nao Touyama sebagai Codename Hyakki

  • Ayane Sakura sebagai Codename Sougen

  • Sumire Uesaka sebagai Codename Yumegatari

  • Miku Itou sebagai Codename Manamusume

  • Aoi Yuuki sebagai Codename Hyojin

  • Tomori Kusunoki sebagai Codename Bouga

  • Yuiichiro Umehara sebagai Klaus

Sinopsis:

Di dunia dimana setiap negara melancarkan “perang bayangan” berupa mata-mata. Klaus, yang memiliki tingkat kesuksesan 100% dalam menjalankan misinya dan memiliki kepribadian yang sulit dimengerti,  mendirikan organisasi Light* yang menantang “tugas berat” dengan tingkat kematian lebih dari 90%. Akan tetapi, anggota yang terpilih yaitu tujuh gadis dengan tanpa pengalaman. Racun, jebakan, rencana jahat–Satu-satunya cara yang dapat gadis-gadis ini lakukan untuk menuntaskan misinya adalah mengalahkan Klaus dengan mengecohnya!?

[Terjemahan kasar dari Fantasia Bunko]

Dalam wawancaranya dengan LN-News, Takemachi menjelaskan bahwa serial Tsuujou Kougeki ga Zentai Kougeki de Ni-kai ogeki no Okaasan wa Suki desu yang dikarang oleh Dachima Inaka menjadi alasan utama ia mengirimkan karyanya untuk edisi ke-32  Fantasia Grand Prize. Ia juga menjelaskan bahwa volume pertama novel yang diterbitkan ini sudah masuk tahap penyuntingan serta perubahan dalam penulisannya. Saat ditanya apakah versi otentiknya akan dibuka ke publik atau tidak, ia hanya menjawab bahwa mereka (tim penerbit) belum merencanakan hal tersebut.

Sumber: LN-News (1, 2), Fantasia Bunko, Tomari