[Waifu Wednesday] Suzu Hagimura

February 5, 2020 4:25 pm
[Waifu Wednesday] Suzu Hagimura

Selamat hari Rabu, selamat datang kembali dalam rubrik Waifu Wednesday. Minggu lalu saya kira musim_semi bakal mengambil gilirannya, namun nyatanya tidak. Untuk itu mari kita lanjutkan rubrik dengan waifu dari salah satu serial klasik, Seitokai Yakuindomo. Beberapa minggu lalu saya milih Hata Ranko, namun saat ini saya memutuskan untuk memilih Suzu Hagimura.

Suzu lahir pada tanggal 11 April ????? dan merupakan salah satu karakter yang orang tuanya tampil dalam serial ini. Ia disuarakan oleh-oleh Sayuri Yahagi, yang dikenal sebagai seiyuu dari karakter seperti Maho Hiyajou (Steins;Gate), Haruna Sairenji (To Love-ru), dan Kodama Himegami (Maken-Ki!). Suzu sendiri berada di tingkat yang sama dengan Tsuda dan bertugas sebagai treasurer di OSIS Ousai Academy.

Suzu juga dikenal sebagai siswi terpendek yang pernah ada (atau di serial ini). Ia sangat sensitif jika ada pembicaraan terkait tinggi badan, dan sering terkena candaan anak SD. Jika kalian belum tahu tinggi badannya, tingginya hanya 140 cm. Hal ini sering membuat dirinya tak muncul dalam kamera ataupun panel manga-nya sekalipun, dan staf anime serta mangaka-nya sering menambahkan panah dengan deskripsi kanji “Kepala Suzu disini” untuk menunjukan posisinya.

Anyway, poin plus dan minus apa saja yang dimiliki bocah gadis cantik ini?

+ Genius

Saat kamu tak bisa membanggakan sisi fisikmu (dalam kasus ini tinggi badan), Suzu sering sekali membanggakan kecerdasannya yang memang sangat mengesankan. Ia diketahui memiliki IQ 180. Suzu juga dikenal sebagai kalkulator otomatis dari OSIS dikarenakan kemampuan menghitungnya yang sangat cepat. Hebatnya ia dengan mudahnya melakukan perhitungan bilangan hingga 10 digit.

Ingatan Suzu juga sangat kuat. Saya mencurigai ia memiliki kemampuan ingatan fotografis dan ingatan Eedetik. Dikarenakan Suzu tampak sangat muda dibanding yang lainnya, kemampuan ingatannya juga masih akurat. Namun saya sendiri mengkhawatirkan kemampuan ini akan lama-lama berkurang seiring ia memasuki umur 20-an nanti.

Oiya jangan lupa juga, Suzu juga mahir dalam berbahasa Inggris. Sehingga tak heran jika ia bisa swearing dengan kata-kata seperti “F**K YOU!”, dan “MOTHER**CK*R

+ Ambidextrous

Ambidextrous atau dalam Bahasa Indonesia disebut ambideksteritas, merupakan kemampuan yang dimiliki manusia untuk menggunakan kedua tangan dan kaki dengan sama-sama baik. Kemampuannya ini membantunya dalam proses perhitungan dan pencatatan dari segala urusan dalam ranah OSIS. Tsuda sendiri dibuat terkagum oleh kemampuan Suzu ini.

Dalam manga-nya, Suzu sendiri mahir dalam menulis menggunakan kedua tangannya. Namun untuk kedua kakinya hingga kini belum diketahui apakah sama-sama baik. Meskipun sempat ada scene dimana siswi-siswi termasuk Suzu bermain sepak bola, sayangnya pergerakan Suzu membawa bola ini tidak ditunjukan. Ya mungkin saja waifu satu ini bisa menjadi the next Shinji Ono atau Morten Gamst Pedersen di sepak bola wanita.

+ Self Defense

Suzu terkadang menggunakan waktu siangnya di sekolah dengan tidur siang. Meskipun beberapa menit saja, kegiatan ini tampaknya dapat mengembalikan stamina yang terkuras dari pagi hingga jam istirahat siang. Meskipun sering tertidur sehabis makan siang, ia sendiri masih memiliki reflek atau reaksi terhadap lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh, bagaimana nasib muka Tsuda setelah ia mengatakan “seperti anak-anak” saat Suzu tidur siang di sampingnya.

+ SUZU GA HOSHII NA!

Suzu kawaii na. Suzu ga hoshii na. Kono suzu, kawaiikata shina! Suzu ga hoshii na! – Takatoshi Tsuda

Disini Tsuda menginginkan suzu alias lonceng/bel, bukan Suzu di atas ya. Tapi mungkin saja Tsuda memang benar-benar menyukai Suzu. Apalagi Ibu Hagimura sendiri (tampaknya) sudah merestui hubungan keduanya.

– Tidur Duluan

Selain tidur siang, Suzu juga punya jadwal tersendiri dalam tidur malamnya. Tidak seperti teman-temannya yang sering tidur agak larut, ia selalu tidur pada pukul 9 malam dan bangun pada pukul 5 pagi (dan bahkan bisa lebih). Layaknya anak-anak, tidur 8 jam lebih sedikit nampaknya sudah menjadi kewajiban tersendiri dalam kesehariannya. Thanks to his intellegence and quick thinking, urusan duniawinya saat ini tak akan menganggu jadwal tidurnya (kecuali diajak berburu kappa).

Ini menjadi poin negatif kalau ternyata ada urusan mendadak yang butuh waktu hingga larut malam. Tentunya kalian bisa membayangkan betapa merepotkan atau membahayakan posisinya jika asal tidur di tempat umum hanya karena jam tidurnya sudah datang.

– Potentially Misunderstood

Orang-orang termasuk Tsuda awalnya mengira Suzu adalah bocah SD yang perlu perhatian layaknya anak-anak. Kehadirannya memang sudah terasa layaknya anak-anak, bahkan orang sekitarnya juga menganggapnya masih seperti itu. Jadi ini menjadi hal yang mengkhawatirkan kalau Suzu menjadi pasangan kalian. Sebenarnya tidak perlu dijelaskan lebih panjang alasannya, tapi paling tidak bagi mereka yang bingung atau tak mengikuti serialnya mungkin perlu dibahas sedikit.

Dengan tinggi 140 cm, saat Suzu berjalan di samping kalian, orang-orang mungkin mengira kalian berdua seperti kakak adik atau ayah anak. Namun jika kalian menunjukan P.D.A secara publik, mungkin kalian akan dipertanyakan orang-orang dan juga pihak berwajib. Untuk itu bawalah tanda pengenal kemanapun kalian pergi, apalagi saat ke hotel.

– Scaredy-Cat

Sudah terlihat bagaimana Suzu bertingkah tiap diajak dalam kegiatan yang membutuhkan mental lebih, terutama dalam berburu kappa. Lebih umumnya, hantu dan makhluk astral lainnya. Suzu cukup penakut dengan hal-hal berbau seperti ini, dan cukup menarik perhatian bagi para Woman Protector diluar sana. Ini cukup merepotkan kalau Suzu tinggal di daerah Cikarang yang tiap hujan dikit pasti mati listrik dan terjadi saat menjelang maghrib atau malam hari. Ditambah lagi kalau kita tak ada disana untuk menemaninya, paling Suzu numpang ke rumah tetangga karena ketakutan.

♥ Suzu Mama

Poin ini sebagai poin tribut untuk mendiang Miyu Matsuki. Seiyuu yang mengisi karakter ibunya Hagimura yang sudah tutup usia pada 27 Oktober 2015 akibat dari infeksi virus Epstein-Barr. Semenjak kepergian sang seiyuu, staf hingga kini tidak mengganti posisi mendiang dan tampaknya akan tetap abadi dalam serial ini. Saya sendiri berharap ia tetap hadir dalam adaptasi anime-nya, walau hanya sebagai kameo.

Ibu Hagimura menjadi salah satu orang tua karakter utama yang muncul dalam anime-nya disamping orang tua dari Aria yang hanya menjadi kameo. Layaknya karakter lain dalam serial ini, Ibu Hagimura juga punya tendensi untuk menggunakan candaan jorok dan sering membahas keaktifan dirinya dengan suaminya dalam menjalankan seks. Hal ini yang sering membuat Suzu ingin pergi dari rumahnya.

Baiklah mungkin itu saja yang bisa kita bahas dari salah satu loli legal gadis kecil satu ini. Untuk berikutnya, waifu mana lagi yang harus kita ungkap? Saya sendiri bingung memilih Kotomi, Dejima, atau Yokoshima-sensei.

Baca juga Waifu Wednesday edisi Ranko Hata!