[Flashback Friday] Mondaiji-tachi ga Isekai kara Kuru Sou Desu yo?

February 7, 2020 4:32 pm
[Flashback Friday] Mondaiji-tachi ga Isekai kara Kuru Sou Desu yo?

Selamat sore, selamat datang kembali dalam rubrik Flashback Friday. Setelah minggu lalu kita membahas salah satu serial yang cukup absurd nan lucu, kali ini kita akan membahas salah satu serial lain yang saya pikir butuh lagi pengembangan, terutama dalam adaptasi anime-nya. Baiklah, mari kita bahas tentang Mondaiji-tachi ga isekai kara Kuru Sou Desu yo?

Serial ini bermula dari sebuah novel ringan yang dibuat oleh Tarou Tatsunoko dengan ilustrasi karya Yuu Amano. Kadokawa Sneaker menggunakan label Kadokawa Sneaker Bunko sebagai penerbit novel ini. Berjalan sejak 1 April 2011, novel ini berakhir pada 1 April 2015 dengan jumlah 12 volume. Namun novel ini merupakan bagian pertama dari Mondaiji-tachi series.

Adaptasi manga dari novel bagian pertama ini dibuat oleh Rio Nanamomo. Manga ini tampil di majalah Comp Ace mulai tanggal 26 Juli 2012 hingga 25 Januari 2014. Kadokawa Shoten telah menerbitkan ke-4 volumenya. Terdapat adaptasi manga spinoff yang dibuat oleh Anri Sakano. Manga ini berjalan sejak 9 Agustus 2012 hingga 9 Oktober 2013 dengan jumlah 3 volume.

Pasca berjalannya adaptasi manga-nya, studio Diomedea mengadaptasi serial ini menjadi anime dan tayang pada musim dingin tahun 2013. Anime ini mengadaptasi dua volume novelnya dan berjumlah 10 episode dengan 1 episode OVA.

Sekuel atau bagian kedua novelnya berjudul Last Embryo. Untuk ilustrator novel bagian kedua ini disematkan kepada Momoco. Tatsunoko meluncurkan novel ini pada 1 Juni 2015. Kadokawa Sneaker Bunko kembali menjadi penerbit novel ini. Per 1 Juni 2019, novel ini telah tercetak sebanyak 7 volume.  

Sinopsis

Sakamaki Izayoi, Kudou Asuka, dan Kasukabe You memiliki kekuatan hebat dan merasa bosan dengan dunia biasa.

Sebuah surat datang ke masing-masing orang, dan saat setiap orang membuka surat itu, mereka dibuat tak bergerak dengan melihat pemandangan di sekitar mereka berubah menuju dunia yang belum pernah mereka datangi. Mereka telah dipanggil oleh Kurousagi untuk membantu komunitas “Tanpa Nama” untuk mengalahkan Raja Iblis.

Karakter

Izayoi Sakamaki (CV: Shintaro Asanuma)

Bocah laki-laki yang hanya ingin mengusir kebosanannya dengan suatu hal yang menarik. Gift miliknya teridentifikasi tak dikenal, hal ini yang membuat Shiroyasha menjadi keheranan. Meskipun cukup arogan, Izayoi memiliki intelegensi tinggi dan juga seorang perencana yang handal. Ia dapat menghancurkan gift siapapun dan juga seorang ahli mitologi berkat ibu angkatnya.

Kurousagi (CV: Iori Nomizu)

Gadis kelinci yang menjadi pemanggil dari ketiga anak bermasalah (Izayoi, Asuka, You). Ia sering menjadi objek candaan serta pelecehan seksual dari Izayoi dan Shiroyasha. Kurousagi secara teknis berperan sebagai wasit di setiap Gift Game, namun dalam keadaan tertentu dapat ikut bermain dalam permainan tersebut. Rambut dan telinganya dapat berubah dari biru menjadi pink saat menggunakan kekuatannya. Ia juga memiliki tombak bernama “Spear of Indra” yang dapat mengontrol petir.

You Kasukabe (CV: Megumi Nakajima)

Gadis pendiam yang memiliki gift bernama “Genome Tree – Non Priorum”. Gift ini merupakan peninggalan dari ayahnya dan dapat membantunya berbicara dengan hewan. You sering ditemani oleh seekor kucing calico yang juga menjadi teman pertamanya saat berpindah dunia. Ia ingin melakukan apa saja asal mencapai tujuannya yaitu memiliki banyak teman.

Asuka Kudou (CV: Sarah Emi Bridcutt)

Gadis kaya yang memiliki gift “Authority”. Gift ini dapat memerintahkan segala makhluk untuk memenuhi perkataannya. Tak hanya itu, kemampuannya ini juga dapat menguatkan suatu objek serta mengubah bentuknya. Ia juga dikaruniai oleh sebuah golem bernama Dean yang dapat membantunya untuk bertarung ataupun juga membantu pekerjaan di markas No Name.

Shiroyasha (CV: Satomi Arai)

Warga senior dari Thousand Eyes, ia juga seorang Floor Master pada gerbang timur. Shiroyasha juga merupakan Raja Iblis dari Matahari Tengah Malam. Ia sering menggunakan Yukata dalam kesehariannya dan juga sebagai penyuplai dari kostum yang digunakan Kurousagi. Bersama dengan Izayoi, ia menjalin persetujuan dalam usaha-usaha yang berbau mesum terhadap Kurousagi.

Jin Russell (CV: Hiromi Igarashi)

Pemimpin dari komunitas shota “No Name”.  Ia merupakan anak tertua dari dari seluruh anggota komunitasnya. Dibantu oleh Izayoi, Jin dengan perlahan makin mendewasakan diri secara mental dan fisik.

Riri/Lili (CV: Shiori Mikami)

Riri adalah salah satu anggota dari komunitas “No Name”. Ia merupakan seorang gadis serigala dan memiliki masa lalu yang pahit dikarenakan ibunya menghilang setelah mengikuti Gift Game.

Leticia Draculair (CV: Yuiko Tatsumi)

Seorang vampir cantik yang juga mantan penggawa dari “No Name”.  Ia kembali ke komunitas “No Name” setelah Izayoi dan kawan-kawan berhasil mengalahkan Perseus. Meskipun kemampuan Leticia kembali, ia terpaksa menjadi seorang maid di No Name. Leticia tidak hanya memiliki wujud seorang loli, ia juga dapat tampil lebih dewasa saat menggunakan sihirnya yang lebih kuat.

Sandra Dortlake (CV: Kaori Sadohara)

Bagian dari Salamandra, mantan sekutu No Name yang kini menjadi floor master. Ia masih sangat muda tepatnya berusia 11 tahun, sama seperti Jin dan Riri. Sandra dapat berubah menjadi naga yang menyerang menggunakan kekuatan apinya. Ia juga memiliki seorang kakak yang posesif.

Black Percher / Pest (CV: Chiwa Saito)

Pemimpin dari Grim Grimoire Hamlin dan secara tak resmi adalah seorang Raja Iblis. Pest merupakan perwujudan kekesalan 80 juta umat manusia yang meninggal akibat dari Maut Hitam atau Black Death pada abad ke-13 hingga 17. Meskipun di akhir cerita anime-nya ia berhasil dikalahkan No Name, ia kemudian bergabung dengan komunitas tersebut sebagai seorang maid.

Impresi

Kita awali dulu dari sisi soundtrack. Masih sama seperti Flashback Friday edisi Kore wa Zombie desu ka? dua minggu yang lalu, Iori Nomizu juga hadir dalam adaptasi anime ini. Selain menyuarakan Kurousagi, ia membawakan lagu tema pembuka berjudul “Black±White” yang cukup catchy di awal dekade lalu. Sementara itu lagu penutupnya dibawakan oleh seiyuu dari Sandora, Kaori Sadohara yang berjudul “To Be Continued?”. Judulnya saja membuat saya geram karena seakan bakal ada sekuelnya. Animasi penutupnya berisi goyangan Kurousagi, Asuka, You, dan diakhiri dengan breakdance ala Izayoi yang membuat saya tak mau men-skip bagian ini. Animasi penutup yang sulit dilupakan di masa yang penuh dengan pengenalan akan dunia per-wibu-an.

Sebelum pada kesal karena anime ini hanya sampai episode 10 (+ 1 OVA onsen), saya ingin mengingatkan sekali lagi bahwa material cerita yang digunakan hanyalah 2 volume pertama novelnya yang berisi 16 bab . Akan tetapi beberapa bagian dari material cerita ini harus dipaksakan lebih cepat, demi mengejar jumlah akhir episode ini. Namun serial ini masih dapat terlihat menarik dari serial repetitif lainnya.

Hal yang sedikit saya sayangkan disini pertama adalah kelanjutannya. Namun melihat adaptasi anime ini sebagai simbol promosi saja , saya rasa sangat mubazir dari segi potensinya. Apalagi serial ini secara teknis masih menyisakan 10 volume yang cukup disukai oleh para pembacanya (melihat dari hasil review). Belum lagi Tatsunoko memutuskan untuk merilis sekuelnya yang berjudul Last Embryo yang hingga kini telah terbit dalam 7 volume. Sudah cukup kejauhan? Gak juga sih, apalagi sirkulasi penjualan serial ini dan sekuelnya cukup bagus. Saya juga masih melihat reprint dari edisi pertamanya, jadi kalau dibilang sudah mati pastinya tidak.

Sayangnya semua hal masih ada di tangan Kadokawa sebagai penerbit dan juga sebagai produser. Melihat judul-judul populer lainnya, kemungkinan mereka untuk melirik serial ini (lagi) memang sangat kecil. Namun tak salah berharap melanjutkannya bukan?

Baiklah terima kasih sudah membaca Flashback Friday edisi kali ini! Jika ingin menyarankan judul lainnya untuk dibuat disini kalian bisa tulis di kolom komentar ya!