[Waifu Wednesday] Inuyama Aoi

March 4, 2020 4:56 pm
[Waifu Wednesday] Inuyama Aoi

Hari ini ada yang berulang tahun dan tampaknya cocok banget kalau dirayain dengan Waifu Wednesday spesial baginya. Sebelum itu, selamat datang kembali dalam rubrik ini karena kali ini saya akan membahas salah satu waifu dengan keunikannya dalam berbicara dan kebetulan lagi berulang tahun. Tak perlu basa-basi, selamat ulang tahun untuk Inuyama Aoi!

Aoi diketahui berasal dari kota Inuyama di Prefektur Aichi. Meskipun begitu, dialek yang ia gunakan justru adalah Kansai, bukannya Nagoya. Gadis berambut ponytail ke arah kiri ini merupakan salah satu pendiri Klub Aktifitas Outdoor di Motosu High School bersama dengan Chiaki. Ia juga digambarkan memiliki taring di bagian rahang atasnya. Alisnya juga tampak mengambang dan lebih terlihat di atas poninya. Ia juga sering dipanggil Inuko oleh Chiaki.

Lalu, bagaimana dengan poin-poin positif dan negatif dari waifu satu ini?

+ Dependable

Setelah mendirikan klub outdoor bersama Chiaki, Aoi kini punya peran tambahan di sekolah yaitu sebagai wakil presiden klub tersebut. Tentunya untuk membangun klub yang “resmi” dan “eksis” di sekolah ia bersama Chiaki harus membuat kegiatan mingguan dalam klubnya. Sebagai klub tanpa modal apa-apa, ia juga harus rela bekerja paruh waktu di supermarket dan tempat lain demi mendapatkan dana untuk menjalankan kegiatan klub atau membeli peralatan (atau persediaan) yang diperlukan dalam kegiatan juga.

Aoi juga tidak pelit berbagi, apalagi saat mendapatkan rejeki seperti voucher daging. Ia rela membagikan daging-daging tersebut untuk diolah dan disantap bersama teman-temannya saat berkemah. Ia juga cukup cepat mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan masakan. Saya tak tahu apakah kemampuan ini diturunkan dari nenek atau ibunya, tapi ia sangat mahir dalam bidang ini.

+ Laid back Nee-san-ish

Ini Akari malah kayak anaknya Aoi

Meskipun ia cukup aktif bersama Chiaki, Aoi juga seorang yang cukup santai dalam menghadapi segala hal, termasuk pertanyaan-pertanyaan yang menggebu-gebu dari Nadeshiko. Sikap santainya ini juga memudahkan teman-teman di sekelilingnya untuk bergaul lebih dekat dengannya, apalagi ia juga orangnya tidak neko-neko.

Ia juga seorang “kakak” yang proper terutama saat bersama keluarganya. Perannya ini didapat tentunya setelah Akari (adiknya Aoi) lahir ke dunia. Meskipun aura “onee-san“-nya tak sekuat Sakura Kagamihara, namun saya yakin jika ia makin dewasa nantinya posisi Sakura di kandidat saya bakal tergeser olehnya.

And that smile, that f*cking smile!

+ Love (to) Making Things Up

Tentunya kalian tidak lupa dengan bagaimana ia mengerjai teman-temannya yang polos dengan asal resep makanan dan mengakhirinya dengan, Uso yade~. Aoi punya tendensi untuk membercandai teman-temannya demi kesenangannya sendiri. Tak cuma soal resep makanan, ia juga mengerjai Chiaki bahwa ia akan menghabiskan waktunya dengan pacarnya. Chiaki yang kaget sambil tersengal-sengal mengutuk Aoi atas rahasianya. Tentu saja ini, uso yade~.

Ya tapi jangan sampai ia memainkan perasaan kalian dengan mengatakan “iya” saat menembaknya, namun mengakhirinya dengan another uso yade~“.

+ Smooth Dialect


Ini sebenarnya lucu, karena Aoi sendiri berasal dari kota Inuyama di Prefektur Aichi, tapi entah kenapa Afro menggunakan dialek Kansai kepadanya dalam manga-nya. Sebuah pertanyaan besar baginya, namun saya sendiri bersyukur hal tersebut merupakan keputusan yang tepat.

Big shoutout for Aki ToyosakiSeiyuu yang juga dikenal dengan taringnya ini benar-benar menjiwai penggunaan Dialek Kansai yang dipakai oleh Aoi. Suara Aoi juga tidak terlalu berbeda dengan karakter yang diperankan Toyosaki lainnya seperti Soga Keena (Ichiban Ushiro no Daimaou), Yui Hirasawa (K-On!), dan Momo (To-LOVE Ru).

Salah satu ucapannya yang khas adalah “uso yade~” dan juga yang paling berkesan, “seyana~“.

– Please No Lewd

Sejak manga-nya makin populer dan adaptasi anime-nya benar-benar mendapat banyak apresiasi, figur Aoi dalam serial ini juga makin besar. Makin dikenal, makin banyak juga yang memanfaatkan karakternya sebagai bahan sebuah “karya”, tak terlepas juga dari doujinshi.

Bersama dengan guru pemabuk Toba-sensei dan kakaknya Nadeshiko yang bernama Sakura, tampaknya ketiga karakter ini cukup digemari para ilustrator atau artist yang sering menggunakan aturan nomor ke-34. Poin ini terlihat subjektif saya pikir, terutama bagi mereka yang dapat menempatkan poin ini menjadi positif (meskipun berbatasan dengan borderline). Lalu bagaimana menurut kalian? Apakah poin ini masuk sisi negatif atau positif?

♥ KYAAA HIII

Terkadang ia cukup ceroboh saat kehilangan fokusnya. Seperti yang terjadi saat ia membersihkan cast iron bersama dengan Chiaki di ruangan ED. Sambil mengobrol saat memanaskan alat masak yang terbuat dari besi itu, secara tak sadar ibu jarinya menyentuh bagian terlarang dari iron itu. Maka dengan sentuhan halus itu, keluarlah sebuah lengkingan nyaring yang cukup lucu sesuai dengan judul poin ini. Beruntungnya gak parah luka bakarnya, jadinya Aoi gapapa hehehe.

Baiklah itu saja Waifu Wednesday edisi ulang tahun Inuyama Aoi. Saya sebenarnya pengen bikin dua sekaligus sama Nadeshiko, tapi masalah teknis menghadang tadi siang. Sehingga tak sempat untuk menulis banyak.

Untuk berikutnya kalian mau siapa? Meskipun ini terlihat random dari Suzu Hagimura, Kiyo, Charlotte Dunois, sampai Asuka Sora, nampaknya pola ini akan terus berjalan hingga Musim_Semi mencanangkan Waifu Wednesday Chain terbaru sampai ia menghilang lagi.

Sampai jumpa di edisi berikutnya!