Tisu Toilet Sering Raib, Pramuniaga Ini Pasang Mantra Kutukan di Depan Pintu Toilet

March 12, 2020 8:49 pm
Tisu Toilet Sering Raib, Pramuniaga Ini Pasang Mantra Kutukan di Depan Pintu Toilet

Sebagai langkah pencegahan dan penanganan akan coronavirus, banyak orang-orang di Jepang yang membeli tisu toilet dalam jumlah yang sangat banyak sejak Februari lalu. Hal ini membuat ketersediaan atau stok tisu toilet makin menipis, dan sudah banyak yang menghilang dari rak-rak toko. Bahkan ada yang nekat mengambil tisu toilet dari toilet kantor, toko kelontong, hotel, dan fasilitas umum lainnya. Untuk menangkal perbuatan jahat ini, seorang pramuniaga yang juga seorang doujinka membuat sebuah dekorasi interior dengan tulisan kutukan.

“Akhir-akhir ini, di toilet pelanggan tempat saya bekerja, cadangan tisu toilet selalu menghilang….Jadi, untuk mengubah situasi, saya membuat dekorasi interior sendiri untuk memberikan perubahan pada kabinet dan tisu toilet dapat berhenti menghilang!”

Desain dari potongan kertas itu dibuat sebuah  mantra bernama Toin Gofu yang biasa digunakan oleh para onmyouji, para spesialis dalam sihir dan sering dipraktekan pada akhir dekade ke-7 pada Zaman Heian. Jika dilihat secara seksama, mantra ini sering sekali muncul di serial manga dan anime Sousei no Onmyouji. Meskipun toin gofu ini dibuat untuk menangkal kejahatan daripada mengutuk seseorang, Minku (doujinka tersebut) memodifikasi beberapa lafal sehingga dapat terbaca sebagai kutukan. Pada mantra tersebut, terdapat kalimat ” 盗罰” yang berarti “pencuri akan dihukum” pada sisi kanan, kemudian sebuah kanji “” yang berarti “berbelasungkawa terhadap (orang) yang meninggal dunia” atau “pemakaman“, dan yang paling mengerikan adanya kanji “ ” yang berarti “bencana” atau “penderitaan” yang tertulis sebanyak tiga kali dalam mantra itu.

Pada bagian atasnya terdapat tiga mata yang berjaga-jaga, dan jika dipahami desain tersebut bertujuan untuk memberikan atmosfir ketakutan bagi yang membacanya. Bahkan bagi yang tidak familiar (atau bahkan tidak bisa membaca) pada mantra itu, orang-orang tersebut akan berpikir dua kali sebelum mengambil tisu toilet secara kurang ajar.

Ironisnya, pada 7 Maret lalu ada seseorang yang membongkar mantra kertasnya.

“[Berita Tragis] Seseorang melepaskan mantra kutukan saya di toilet laki-laki. Tisu toiletnya masih ada. Tak ada yang terjadi di toilet perempuan. Luncurkan rencana B!!”

Minku juga memberikan kejelasan bahwa ini bukan pertama kalinya ia memakai mantra kertas tersebut dalam kehidupan sehari-harinya. Namun untuk kasus sebelumnya, mantra tersebut digunakan untuk anak-anak dalam keluarganya yang sering mengambil puding kesukaannya di kulkas.

“Saya suka benda semacam ini dan saya sering menggambarnya, meskipun terlihat mengerikan bagi anak-anak….wkwk. Jika ada puding atau benda lain yang saya ingin anggota keluarga lain tidak ambil, saya menempelkan itu (mantra kertas) untuk berjaga-jaga (….)”.

Meskipun terlihat lucu, saya gak habis pikir terhadap orang-orang yang mengambil gulungan tisu toilet dari toilet umum itu. Apalagi jika suatu saat, salah seorang pelanggan sudah tak tahan untuk buang hajat dan saat selesai baru menyadari tisu toiletnya sudah lenyap dari posisi biasanya.

Sumber: Grapee