[Review] Cinta itu Ada Dalam Dirimu

March 19, 2020 5:56 pm
[Review] Cinta itu Ada Dalam Dirimu

Keinginan Paige untuk mengadopsi anak dari sahabatnya yang telah meninggal  mengarahkahkan dia pada Dante Romani, CEO dan bossnya sendiri. Dengan meminjam namanya dan mengakuinya sebagai tunangan, berita sampai di telinga Dante dan memecat Paige di tempat. Paige pun menjelaskan masalah ini dengan tak terduga Dante menyetujuinya untuk melanjutkan kebohongan ini demi nama baiknya.”

Awalan yang menarik untuk melihat perjuangan Paige untuk mendapatkan hak asuh Ana, anak dari sahabatnya, Shyra. Dante sepertinya walaupun berkata ini demi nama baiknya, kurasa rasa simpatinya tetap ada hahaha. (Duh sikap sok dingin tapi hati hello kitty emang berlaku ya)

Sikap Dante sungguh gentleman walaupun dengan skenario bohongan ini, tentu saja aku dan Paige akan jatuh hati padanya dari sikap, dan caranya berbicara ke Paige dengan buaian manisnya. Paige sedari awal nampaknya suda tertarik dengan ketampanan Dante (Ganteng dan Kaya memang paket komplit ya)

Saat masa lalu Paige terungkap di pesta oleh salah satu teman sekelasnya sebagai “Paige si Gagal Total”, Dante membelanya dan memujinya, satu kalimat yang membuatku menggelepar seperti ikan kehabisan nafas saat dia berucap “Berbanggalah” pada Paige SAMBIL TERSENYUM MAUT.

Demi Tuhan ini membuatku merasakan kehangatan kata-kata Dante (aku merasa satu hati dengan Paige dengan label manusia gagal.). Tentu saja Paige tersentuh hatinya dan semakin yakin bahwa dia mencintai Dante. Satu ciuman inilah menjadi bukti bagi Paige akan ketulusan mencintai Dante (Ayo Paige! Rebut hati Dante!)

Klimaks mulai terlihat saat Dante mulai terbuka hatinya namun dengan cepat menutupnya kembali dengan menghindari Paige. Masa lalu mengekangnya sehingga membuatnya makin tersiksa menyadari bahwa dia telah jatuh hati pada Paige (Mau ikutan nangis lihatnya) sampai mengeluarkan juru pamungkas “Tidak ada Hubungannya Dengan Kamu”. Perasaan Paige pun pecah dengan mendapatkan penolakan tersebut, namun Paige bergegas bertemu dengan seseorang yang mengetahui masa lalu Dante, dialah Mary, ibu angkat Dante. 

Ibu Mary bercerita bahwa masa lalu yang mengekang ini adalah memiliki darah ayahnya yang seorang pembunuh. Ayah kandungnya telah membunuh ibunya, satu-satunya yang Dante cintai. Ayahnya dalam keadaan mabuk dengan penuh amarah menusuk ibunya namun diklaim oleh Ayahnya bahwa ia mencintainya hingga ingin mengasari dan membunuhnya. Hal ini menimpa sangat berat pada Dante, dia menjadi takut untuk jatuh hati, takut akan perasaan cintanya terlalu mengebu dan menjadi kasar sehingga bisa berakhir akan seperti Ayahnya, membunuh orang yang dia cintai. Menjadi pembunuh adalah hal terakhir yang diinginkan oleh Dante dan dia tidak ingin ini terjadi.

Setelah mendengar cerita Ibu Mary, Paige kembali ke rumah dengan sesuatu yang memperkuat tekadnya untuk mencintai Dante sepenuh hati dan menerima masa lalunya, Dante yang sedang memeluk erat Ana sembari menyandungkan lagu tidur untuk Ana. Dante sudah menganggapnya Ana sebagai anaknya namun dia tak ingin Ana mengenalnya sebagai Ayah (Tolong ini penyiksaan, butuh ambulans untuk mengobati rasa sakit ini). Paige menghampirinya, menumpahkan semua perasaanya ke Dante. Dia mencintai dan segalanya tentang dirinya, Paige ingin Dante membagi penderitaanya bersamanya dan membantu meringankan rasa sakit tersebut, tapi Dante menolak semua itu “Aku tidak cinta siapapun” (TOLONG KALAU BOHONG YANG BAGUSAN SEDIKIT YA MAKASIH BANYAK)

Cinta penuh rasa sakit ini sangat menyiksa bagi Dante, ia ingin mencintai Paige tapi takut akan menjadi seperti ayahnya (Jujur saja sudah, aku sakit melihatmu sakit). Dante butuh keyakinan bahwa tindakannya benar, dia menghampiri Ibu Mari tengah malam. Dante ingin meyakinkan diri serta membutuhkan kata-kata yang diinginkannya untuk dilontarkan Ibu Mary, “Demi perusahaan kami dan karena kami butuh pewaris.” Sebagai alasan untuk mengadopsi Dante. Ibu Mary dengan penuh senyum dan keyakinan akan adopsi Dante bahwa dia tak ingin melepasnya, mencintai dan menyayangi Dante sebagai putranya satu-satunya. Tidak terduga akan jawaban ini membuat Dante bergemuruh dengan rasa cintanya pada Paige hingga menanyakan apakah pantas untuk mencintai Paige (IYA KAMU PANTAS. SUDAH DONG)

Akhirnya dengan penuh keyakinan, Dante menghampiri Paige dengan cepat, menggendongnya ala bridal dan mengakui semuanya ke pers bahwa dia bersumpah untuk mencintai istrinya, Paige, untuk selama sisa hidupnya (aku bangga denganmu Dante).

Akhir kata, aku sangat menikmati membaca komik ini! Walaupun hanya sebentar tapi aku merasa terhanyut akan ceritanya. Aku merasa flow untuk alur ceritanya cukup cepat dan kurasa akan lebih baik memberikan masa lalu Paige lebih dibuka  Masa lalu Dante disini benar-benar menjadi plot utamanya untuk menjalankan alur ceritanya, kurasa jika Paige bisa lebih diberikan “Gerakan” untuk membuka hati Dante akan lebih terasa betapa tulusnya cinta Paige pada Dante

Tapi atas fokus utamanya pada Dante, aku dapat merasakan beban masa lalunya yang memberatkan dirinya sehingga tidak dapat sepenuhnya mencintai Paige, ketakutannya yang dapat mencelakai Paige jika memiliki perasaan cinta kuat inilah yang membuat pembaca bersimpatik berat pada Dante dan aku senang hal itu !. Sekali lagi, aku berterima kasih atas kerja keras pada illustrator untuk menggambarkan kedua pasangan ini dan tentunya si kecil Ana yang sangat manis membantu membuka hati Dante.