[Review] Pernikahan di Atas Kertas

March 26, 2020 7:12 pm
[Review] Pernikahan di Atas Kertas

Pernikahan di Atas Kertas atau A Paper Marriage adalah Komik Romansa yang ditulis oleh Jessica Steele dan diilustrasikan oleh Saemi Takahasi. Komik ini diterbitkan oleh Harlequin dan dapat dibaca versi digitalnya di romancecomics.com

SPOILER ALERT

Karakter di dalam cerita ini benar-benar menarik, penggambarannya pun sangat realistis dan tidak terkesan mengada-ada. Kepanikan Liddy ketika ia mendengar bahwa keluarganya bangkrut sehingga dia dengan gegabah melakukan sesuatu yang membuatnya berada dalam keadaan yang rumit pun bisa kita rasakan relasinya dengan kehidupan nyata. Seperti saat ia dengan senang hati menandatangani surat pernyataan yang ditambah beberapa kalimat oleh Jonah yang karena ia terlalu senang dengan prospek masalah piutang yang akan segera selesai, tidak ia pertanyakan sama sekali yang membuat segalanya malah makin rumit. Karena keluguan dan kebaikan hatinya malah Liddy menemukan dirinya terjerat dalam masalah lain. Namun, mengesampingkan segala hal itu, ia merupakan gadis yang benar-benar baik hati, rela mengorbankan kebahagiaan dirinya sendiri dan tetap menerima tawaran pernikahan walaupun dia merasa bahwa hal tersebut hanya akan menjadi pernikahan satu sisi karena Jonah yang tidak mecintainya, sementara bagi dirinya sendiri Jonah adalah cinta pertama yang tetap tidak bisa hilang walau 7 tahun telah berlalu.

Selain karakter Liddy, caranya menggambarkan karakter Jonah yang ternyata tidak sebaik kelihatannya pun sukses membuat gemas. Dimulai dari dirinya yang dengan sengaja tidak memberi tahu bahwa hutang miliknya telah dibayar sehingga meletakkan Liddy pada situasi yang tidak menyenangkan. Kemudian dia menyatakan bahwa ia sebenarnya ingin membantu ayah Liddy tanpa menyinggung harga diri beliau. Baru saja kita berpikir bahwa ia ternyata orang baik, ekspetasi kita dihancurkan begitu saja karena Jonah dengan sengaja menambahkan kalimat ambigu ke dalam kontrak mereka. Ditambah dengan keinginannya untuk mendapatkan Liddy dengan cara apapun dan rasa cemburu juga posesif tak masuk akal sampai menuduh bahwa Liddy bermacam-macam ketika menginap di rumah kawannya. Sekilas kita dibuat berfikir bahwa Jonah adalah tipe tipe spoiled brat yang harus mendapatkan apapun yang dia inginkan, namun pada kenyataannya ia hanya sangat jatuh cinta pada Liddy yang ternyata tak bisa ia lupakan sejak tujuh tahun lalu.

Konflik yang diangkat memang terasa umum, namun komikus dapat mengemas ceritanya dengan sedemikian rupa sehingga cerita tersebut tetap menarik untuk dibaca. Bahasa yang ringan dan konflik yang seakan tidak ada habisnya diolah dengan sedemikian rupa sehingga walaupun umum, tetap tidak menghilangkan kesan kejutan di dalam cerita tersebut. Kita dibuat bersimpati dengan tokoh utama yang tidak bisa bernapas dengan lega sedikitpun. Ketika kembali ke rumah dia mengetahui bahwa ayahnya bangkrut, kemudian diminta untuk menagih hutang ke cinta pertamanya yang ternyata telah mengembalikan hutang tersebut, kemudian terjerat kontrak tak masuk akal yang membuatnya harus menerima lamaran dari Jonah tak lama setelah ia kehilangan Bibinya, merasa bahwa ia menikah tanpa dicintai hingga dituduh melakukan yang bukan bukan dengan kawannya sendiri. 

Cerita ini menunjukan dengan sangat jelas bahwa gegabah dan terlalu terburu buru dalam melakukan sesuatu hanya akan menimbulkan masalah baru dan sangat penting memiliki kepercayaan dan komunikasi dengan keluarga dan orang orang terdekat. Seandainya saja orang tua Liddy tidak merahasiakan soal kebangkrutan mungkin dia tidak harus datang ke kantor Jonah untuk menagih hutang. Jika Jonah jujur kepada Liddy dan sebaliknya menjelaskan perasaannya, Liddy tidak akan menikahinya karena kewajiban. Walaupun pada akhirnya kesalahpahaman tersebut dapat diluruskan, tetap saja itu meningalkan perasaan tidak nyaman pada Liddy, ditambah ia merasa bahwa dirinya tidak pantas untuk Jonah karena ia berasal dari keluarga yang sudah tidak memiliki apa-apa sementara Jonah sendiri memiliki sekretaris yang sangat cantik.

Secara keseluruhan cerita ini bagus dan menarik. Sangat cocok untuk dibaca di waktu luang karena singkat, padat, namun tak terkesan buru-buru. Drama yang ada pun benar-benar terasa nyata dan masuk akal sebab-akibatnya. Namun pembaca harus siap dibuat gemas dan gregetan karena tingkah para karakter di dalam cerita yang bisa sampai membuat geleng-geleng kepala karena jalan pikiran meraka yang malah mempersulit sesuatu yang seharusnya bisa diselesaikan dengan mudah. Bagi yang menyukai drama-drama kehidupan sehari-hari cerita ini akan sangat cocok untukmu!

Terima kasih!

  • Review By : Anne S. Rose
  • Find me on :
  • Facebook : Anne S. Rose
  • Twitter : @AnnaSulistio
  • Email : anne.operers@gmail.com