[Review] Sang Pangeran dan 1001 Malam

March 29, 2020 4:20 pm
[Review] Sang Pangeran dan 1001 Malam

 “Demi saudarinya yang tak bisa mengandung, Sheridan rela melakukan inseminasi buatan. Namun karena kesalahan dari pihak rumah sakit, dia malah diberi sperma pria lain, bukan dari kakak iparnya. Pria itu adalah raja dari negara yang sangat jauh, negara tak dikenal, Raja negara Kyr, Rashid. Walaupun tampak menyeramkan, pria itu tampan seperti pangeran dalam kisah 1001 malam. Sheridan mati-matian menolak rencana Rashid yang ingin membawanya ke Kyr, namun kemudian pria itu bertindak nekat. Rashid menggendong Sheridan dan menciumnya. Akankah Sheridan bisa menahan diri setelah mendapat ciuman penuh gairah dari Rashid…?”

Sinopsis singkat komik Harlequin yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Sang Pangeran dan 1001 Malam karya Lynn Raye Harris ini akan membuat dahi siapapun mengernyit ketika membacanya. 

Pemaksaan? Jadi Sheridan yang baik hati itu dipaksa ikut pergi ke negara nun jauh yang tak dikenal oleh Sang Raja? 

Kisah komik ini dimulai dengan gebrakan yang tidak biasa. Pembaca dibuat terkejut bahkan ketika hati mereka belum siap. Penjelasan lebih lanjut akan dicicil oleh penulis di tiap halaman komik yang kita baca. Tentang bagaimana latar belakang kehidupan, perangai, lingkungan sekitar, dan alasan mengapa Sheridan sampai nekat meminjamkan rahim untuk saudarinya tercinta. 

Memang tidak ada yang pasti dalam kehidupan ini. Misalnya saja ketika bermaksud baik dengan meminjamkan rahimmu untuk inseminasi janin milik Kakak perempuanmu dan suaminya. Sepintas segala sesuatunya akan terkesan baik-baik saja, sampai hari H tiba. 

Tapi bisa juga tidak. 

Tokoh utama di komik ini yang bernama Sheridan Sioane—wanita Amerika berusia 26 tahun—sudah bertekad meminjamkan rahim agar Kakak perempuan dan suaminya—pasangan suami istri itu bisa memiliki anak. Sheridan yang sudah dewasa dan memiliki bisnis mandiri, tidak mengira kalau apa yang sudah dia rencanakan malah membelok ke arah yang tak disangka-sangka. 

Entah salah bank sperma atau memang sudah takdir, rupanya Sheridan diberi sperma milik seorang Raja nun jauh di sana. Sang Raja yang bernama Rashid bin Said al Hassan, memutuskan pergi ke Amerika untuk menjemput calon Ibu dari anaknya setelah mendengar berita itu. 

Tidak semua orang bisa bersikap senekat Raja Rashid. Sheridan jelas kaget dibuatnya. Terlebih lagi Raja Rashid sempat mencium paksa agar Sheridan bungkam dan mengikuti apa maunya. Saat itu belum ada kepastikan apakah ia benar-benar hamil keturunan Raja Rashid. Meskipun demikian, Sang Raja masih bersikeras membawa pulang Sheridan ke negaranya, Negara Kyr. 

Kalau membaca bagian ini, sepintas memang Raja Rashid terkesan angkuh dan dingin. Tetapi ternyata Lynn Raye Harris menyisipkan kejutan di balik latar belakang mengapa Raja Rashid bersikap demikian. Sheridan juga awalnya mengira serupa, hingga ketika dia tinggal di Istana Negara Kyr—negara yang sekelilingnya ada gurun pasir dan pantai bagaikan di kisah dongeng 1001 malam, serta semakin dekat dengan Raja Rashid, barulah Sheridan mampu lebih memahami perangai Raja Rashid.

Setelah melewati beberapa kejadian, misalnya mengapa sikap Raja Rashid terkesan dingin, pasangan itu akhirnya bisa saling jujur akan perasaan masing-masing dan hidup bahagia. 

Hidup bahagia setelah mengalami cobaan hidup memang terasa menakjubkan. Begitu pula dengan Raja Rashid dan Sheridan. Bahkan mereka sempat berjumpa dengan Kadir, Adik Raja Rasyid, serta istrinya. Raja Negara Kyr terdahulu membenci Rashid, sehingga sebenarnya Kadir yang hendak dinobatkan menjadi raja. Tetapi Kadir yang sudah terlanjur cinta dengan istrinya, memilih keluar dari kerajaan, dan Rashid yang naik tahta.

Tapi rupanya masalah belum berakhir sampai di situ.

Sudah dibawa ke negara nun jauh dari Amerika, dan sekarang Ayah dari anaknya malah pergi melakukan kunjungan yang tak disangka-sangka oleh Sheridan. Berbeda dengan wanita-wanita di komik serial cantik yang terkadang akan pasrah menerima nasib, Lynn Raye Harris mengisahkan kalau Sheridan bukan wanita yang akan berpangku tangan menanti takdir menentukan jalan hidupnya. 

Meskipun tidak tahu arah dan memahami cuaca di gurun yang berubah-ubah, Sheridan ingin menjemput Rashid. Tapi naas, hujan malah turun di gurun dan sungai pasir terbentuk di sana. Saat Sheridan putus asa dan pasrah, dia diselamatkan seseorang dan dibawa pergi dengan menunggangi kuda. 

Jika memang sudah ditakdirkan untuk bersama, dua orang akan selalu bisa saling menemukan keberadaan masing-masing. Sosok asing yang menyelamatkan Sheridan tak lain adalah pria yang dicintainya.  

Apabila membahas alur, pembaca akan dibuat terbuai dengan kisah bagaimana cara Raja Rashid dan Sheridan yang bisa saling menerima setelah sama-sama bersikap dingin di awal. Tapi ketika pembaca mengira kalau mereka berdua akan bahagia dan tidak mengalami cobaan hidup lainnya, pembaca akan dibuat kembali sadar kalau kehidupan Raja memang berbeda dengan rakyat biasa.