[Review] Ramalan Cinta di Padang Pasir

April 10, 2020 3:11 pm
[Review] Ramalan Cinta di Padang Pasir

Siapa yang sudah bosan dengan padang pasir? Ini merupakan manga ketiga yang saya review dari Harlequin Comics yang memiliki tema dari Timur Tengah. Manga Ramalan Cinta di Padang Pasir adalah sebuah buku yang diangkat dari novel buatan Carol Marinelli dan digubah menjadi sebuah manga oleh Satoru Nagasawa. Kenapa saya tertarik membaca manga ini tentu karena nama Satoru Nagasawa sendiri yang mungkin pernah kamu dengar sebelumnya. Sesuai dugaan, Satoru Nagasawa ini adalah mangaka yang juga menggambar untuk seri Maria-sama ga Miteru. Sebuah seri shoujo yang cukup terkenal di kalangan otaku, walaupun saya rasa bagi para lelaki lebih mengenal dari karya derivatif yang diparodikan ole ShindoL.

Secara singkat, Ramalan Cinta di Padang Pasir mengisahkan cerita dari Amy Summers, seorang Inggris yang dikontrak oleh Raja dari negara Al Zan di Timur Tengah untuk menjadi pengasuh anak kembarnya. Sepeninggal sang istri, Raja Emir memang menjadi seseorang yang terlihat dingin di depan publik, dan jarang sekali meluangkan waktu dengan kedua anaknya tersebut. Tentu saja Amy kaget dan marah saat dia tahu kedua bayi kembar tersebut harus mengikuti upacara adat dan tinggal bersama penduduk gurun selama 1 hari. Wajar, Amy dan si kembar memang sudah begitu dekat sampai Amy pun dipanggil Ummi (tl note: bahasa Arab untuk Ibu) oleh keduanya.

Sebagai Raja, Emir berada di posisi yang sulit karena si kembar adalah wanita, dan menurut ramalan negara Al Zan butuh penerus dengan kelamin lelaki supaya bisa memimpin negara. Sedangkan kedua anak Emir adalah wanita dan istrinya Hannah meninggal tidak lama setelah melahirkan. Karena itu dia berada dalam tekanan yang terus menerus.

Namun di tengah kekalutannya, muncullah Amy sebagai seorang pengasuh anak yang rajin dan cantik, dia juga berpendirian kuat dan tidak takut untuk memperjuangkan apa yang dianggapnya sebagai kebenaran, bahkan untuk melawan seorang raja sekalipun. Emir melihat perhatian yang tinggi dari Amy dan menghargainya sebagai pengasuh, kemudian mengajaknya ke gurun untuk melihat prosesi adat tersebut. Namun di tengah gurun, setelah si kembar dibawa pergi oleh penduduk gurun untuk 1 hari, Emir kemudian malah menyatakan perasaannya dan mengatakan kalau dia juga butuh Amy. Talk about a needy king.

Emir butuh Amy sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya, dan juga sebagai Ratu yang bisa mendampinginya. Walaupun sebenarnya saya agak bingung sejak kapan benih-benih cinta ini muncul, sepertinya Emir sudah lama mengincar si pengasuh dari Inggris tersebut.

Caring parents are the best parents

Salah satu pelajaran yang bisa kita petik dari manga ini adalah untuk menjadi orang tua yang caring kepada anak, bukan berarti kita harus memanjakan anak setiap waktu, tapi juga untuk mengerti anak dan prioritas mereka. Amy yang datang dari keluarga yang broken home kurang mengenal kasih sayang sejak kecil. Ayahnya menikah lagi dengan wanita lain, namun ibu tirinya tersebut tidak pernah memberikan perhatian atau kasih sayang kepada Amy. Karena itu dia tidak ingin mengulang pengalaman pahit tersebut kepada anak-anak yang diasuhnya. Dia juga memiliki insting keibuan yang tinggi dan wajar bila dianggap sebagai calon ibu yang baik.

Sedangkan Emir yang kehilangan ibu dan ayahnya oleh serangan pemberontak tahu betul peran orang tua dalam keluarga, dan dia sangat menjunjung tinggi hubungan keluarga. Dia bahkan rela untuk mengirim kedua anaknya bersama Amy ke Inggris untuk memulai hidup baru, jauh dari tanah Al Zan yang penuh dengan pemberontakan dan tumpah darah. Apalagi sekarang, sang Raja tidak memiliki putra untuk mewarisi tahta. Berarti kerajaan Al Zan akan berhenti garis keturunannya di masa Emir dan kerajaan Al Zir akan mengambil alih seluruh negaranya.

Tradisi < Cinta

Walaupun Emir adalah seorang raja, a proud one while at it, dia tidak ingin memaksakan kehendak tradisi and I can respect that. Memang pada awalnya dia setengah mati ingin untuk memenuhi tradisi, namun rasa cintanya kepada Amy serta kedua anaknya memaksanya untuk memutus rantai budaya yang sudah ada sejak lama. Dia mau bernegosiasi dengan negara Al Zir untuk mengubah aturan kerajaan, supaya raja bisa mewarisi tahta kepada wanita di Al Zan dan mengakhiri perseteruan dingin dengan negara Al Zir. Emir sadar dia tidak ingin mewariskan masa-masa sulit kepada anak dan istrinya.

Cinta datang tiba-tiba

Entah tiba-tiba atau poor writing, atau poor pacing, saya agak bingung kenapa raja Emir bisa tiba-tiba menyatakan cintanya kepada Amy. Everything moves so fast in this manga, mulai dari kisah cinta yang bermulai di gurun, masalah di Al Zir, sampai pemulangan Amy ke Inggris dan pembelokan tradisi kerajaan semua terjadi dalam 1 bulan saja. Kadang 1 proyek di kantor saja tidak selesai dalam waktu 1 bulan, Emir bisa menyelesaikan masalah cinta sekaligus masalah politis antar negara dalam sekejap. Sungguh ajaib tapi begitulah adanya.

Namun di luar pacing yang agak cepat, Ramalan di Padang Pasir memiliki pesan moral mengenai parenting yang dalam dan baik, bagaimana kita harus memberikan kasih sayang kepada anak-anak tanpa memanjakan mereka. Bagaimana kita harus mengerti apa yang diinginkan anak dan bagaimana berkomunikasi dengan mereka, juga bagaimana kita bisa membuat dunia yang lebih baik kelak untuk generasi penerus nanti.

Kalau kamu senang dengan cerita mengenai parenting, kamu bisa langsung baca Ramalan Cinta di Padang Pasir di Harlequin Comics.