[Review] Rayuan Manis Sang CEO

April 13, 2020 3:57 pm
[Review] Rayuan Manis Sang CEO

Sudah jelas yang manis itu bukan cuma rayuan CEO, tapi juga dompetnya, karena menurut saya walaupun cinta itu penting, kestabilan ekonomi menjadi sebuah idaman bagi banyak orang. Namun pemeran utama dari Rayuan Manis Sang CEO sepertinya lebih butuh cinta daripada uang. Manga ini merupakan sebuah manga yang digambar oleh Masaru Urakawa dengan cerita yang diadaptasi dari novel tulisan Diana Hamilton. Alasan saya memilih buku yang satu ini sepertinya cukup mudah, karena pemeran utamanya yang tsundere dan agak mirip dengan Nino Nakano dari seri Gotoubun.

Cerita buku ini dimulai dengan cuplikan masa lalu Nino Chelsea Viner, pemeran utama dari seri ini yang ditinggal oleh ayahnya saat masih kecil. Ibunya yang ditinggal sang ayah mencoba untuk beberapa kali menikah ulang namun sayang, tidak pernah ada pria yang baik yang bertemu dengannya. Trauma melihat pengalaman keluarganya, Chelsea tumbuh menjadi seseorang yang tidak percaya lelaki dan sangat mandiri. Saking mandirinya dia menjadi salah satu MVP dalam perusahaan advertising ThreeA. Sebagai seorang wanita karir, dia memiliki pendirian yang kuat dan etos kerja yang baik, sampai suatu hari dia hampir mengambil posisi manager di perusaahaan tersebut.

Di apartemennya, ada seorang pria yang sangat slengean, sepertinya pria itu selalu membawa wanita yang berbeda dan hidup di lantai paling atas dari kompleks apartemen tersebut; ruangan penthouse yang paling mahal! Sepertinya pria bernama Quinn Ryder itu adalah anak dari orang kaya, karena pembawaan dirinya yang seperti kucing liar dan serampangan. Dia juga terlihat seperti orang yang suka sksd, selalu mendekati Chelsea kapanpun dia bisa, namun Chelsea yang keras selalu menolaknya dengan ketus, sungguh perwujudan Nakano Nino yang sempurna.

Saat Chelsea dan atasannya ikut pesta gala sembari meeting dengan salah satu klien besar mereka, Ryder-Gem Company, Chelsea tiba-tiba di blackmail oleh atasannya untuk memuaskan hasratnya yang cabul. Tentu Chelsea panik, karena siapa juga mau sama wanita hidung belang, seketika dia melihat Quinn, si anak slebor dari apartemen di pesta gala tersebut dan tanpa pikir panjang, dia lari dari atasannya untuk memeluk Quinn sambil beralasan kalau pria itu adalah tunangannya. Namun apa yang Chelsea tidak tahu adalah Quinn sebenarnya CEO dari Ryder-Gem Company, dan alasan kebohongan ini pada akhirnya akan menjadi badai yang menerpa London keesokan harinya.

Media massa yang memuat cerita mengenai Chelsea dan Quinn tentu membuat Chelsea kalang kabut, tidak lama setelah itu Chelsea menemui Quinn untuk meminta penjelasan. Namun Quinn clearly have the upper hand, He’s just going with Chelsea’s lies. But it looks like he’s not that much of a scumbag, Quinn menawarkan Chelsea untuk kabur dari media massa, dia mengajaknya untuk liburan ke pulau tropis. Namun saat Quinn menjemputnya, ternyata mereka tidak pergi ke lapangan udara, namun ke rumah keluarga Quinn di Newton dan menemui ibu dari sang CEO. Tapi selain sang ibu, Chelsea juga mau tidak mau harus mendengar kisah mengenai wanita lain dalam hidup Quinn sebelum ini.

Chelsea Viner

Kesan pertama yang pasti kamu dapatkan saat melihat Chelsea adalah dia sebagai seorang wanita yang keras dan mandiri, dia bekerja sangat keras di perusahaannya demi mendapatkan posisi dan kepercayaan yang tinggi. Bahkan koleganya juga mengakui kalau perusahaan tersebut sampai ke kesuksesan karena produksi dari Chelsea seorang. She looks like a superwoman, tapi trauma yang dimilikinya membuat dia dijauhi oleh para pria. Salah satu pacarnya di masa kuliah meninggalkan Chelsea hanya karena Chelsea ingin menyimpan keperawanannya sampai menikah. dan menurutnya itu konyol. Sejak saat itu Chelsea tidak ingin lagi berhubungan dengan pria lain.

Chelsea juga sangat dingin dalam menghadapi Quinn, apalagi pada awalnya dia menganggap Quinn adalah anak CEO manja yang terlalu sering main-main, setelah mengenal Quinn pun pandangannya masih sama, yaitu CEO manja yang terlalu sering main-main. Quinn yang kesehariannya tidak serius merupakan pria yang sangat bertentangan dengan sifat Chelsea, Chelsea menganggap pria ini terlalu seenaknya, tidak teratur dan tidak bisa dipercaya. Karena itu butuh waktu lama bagi Quinn untuk menaklukkan wanita yang satu ini, namun sepertinya masalah Chelsea lebih berat kepada trauma yang dimilikinya.

Quinn Ryder

Quinn awalnya digambarkan benar-benar seperti seorang anak orang kaya yang manja without a care in this world, namun sebenarnya dia adalah seorang pekerja keras yang berhasil menumbuhkan perusahaan yang nyaris bangkrut menjadi mega milyuner. Ryder-Gem merupakan peruasahaan perhiasan terbesar di London dan berskala dunia. Dia mungkin agak terlihat slebor tapi dia bisa menjadi seseorang yang serius pada waktunya. Singkat kata sepertinya dia seorang pria yang sempurna, nggak serius tapi serius, ganteng tapi tajir, mungkin 1% dari dunia ini.

Quinn juga mempunyai pengalaman pahit dengan cinta, karena saat dia hampir bangkrut, tunangannya meninggalkan dia. Karena itu Quinn tidak ingin wanita yang hanya ingin mengincar hartanya saja. Menurutnya Chelsea sangat cocok dengan Quinn karena sejak awal dia tidak pernah tertarik dengan kekayaan sang CEO, apalagi sejak pertama Chelsea pindah ke kompleks apartemennya dia sudah memperhatikan sang wanita karir. So it works really well for him.

Salah satu pelajaran penting yang bisa dipetik dari buku ini adalah hard work will never lie, karena kerja keras Chelsea dapat membuatnya mendapatkan banyak achievement, mulai dari pekerjaan, pengakuan rekan-rekan, sampai apartemen mewah yang ditinggalinya sekarang. Kalau kamu bekerja biasa-biasa saja mungkin kamu masih bisa bertahan dalam hidup, tapi setiap orang pasti punya etos kerja yang berbeda. Even when it doesn’t always go your way, tetaplah bekerja dengan sebaik mungkin. Kalau bukan untuk tempatmu bekerja, lakukanlah untuk dirimu sendiri, kembangkanlah dirimu supaya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Rayuan Cinta Sang CEO dapat kamu baca di Romance Comics.