[Flashback Friday] Utawarerumono

April 17, 2020 6:54 pm
[Flashback Friday] Utawarerumono

Selamat datang kembali dalam rubrik Flashback Friday. Masih dalam suasana karantina di dalam rumah dan aktifitas outdoor yang kian terbatas, kali ini saya akan membahas salah satu seri yang sulit untuk dilupakan dari masa kecil saya. Serial tersebut berasal dari novel visual dan berjudul “Utawarerumono“.

Leaf, studio novel visual yang berada di bawah naungan AQUAPLUS merilis game orisinal Utawarerumono untuk PC pada 26 April 2002. Rating yang digunakan untuk perilisan ini adalah 18+. Game simulasi petualangan mengambil tempat dimana orang-orang memiliki telinga dan ekor hewan. Mereka membentuk negara masing-masing dan bertempur untuk merebutkan supremasi. Game ini kemudian mendapat pengembangan di platform lainnya seperti PS2, PSP, PSVita dan PS4.

Sebuah sekuel berjudul “Utawarerumono: Itsuwari no Kamen” mulai dipasarkan AQUAPLUS pada 24 September 2015. Sekuel Utawarerumono ini sebelumnya hanya tersedia untuk PSVita, PS3, dan PS4 dan menggunakan rating 15+. Game ini kemudian dipasarkan di Amerika Utara pada 23 Mei 2017. Sekuel berikutnya, “Utawarerumono: Futari no Hakuoro” dirilis di Jepang pada 21 September 2016 untuk platform PS Vita, PS4, dan PS3. Sekuel kedua ini mulai dipasarkan di Amerika Utara pada 5 September 2017. Sebuah game ponsel Utawarerumono: Lost Flag juga sudah dirilis pada 26 November 2019.

Novel visual Utawarerumono mendapatkan adaptasi anime pada tahun 2006. Anime yang berjumlah 26 episode ini tayang pada musim semi 2006 dan diproduksi oleh studio OLM (Pokemon series). Sekuel anime berikutnya, Utawarerumono: Itsuwari no Kamen mulai mengudara di Jepang pada musim gugur 2015. Tampil dalam 25 episode, sekuel ini diproduksi oleh studio WHITE FOX. Adaptasi musim ketiganya juga sudah diumumkan oleh Naoya Shimokawa.

Edisi kali ini akan membahas adaptasi anime pertamanya, untuk edisi musim kedua akan dipersiapkan dan dijadwalkan rilis lima tahun lagi.

Sinopsis

Seorang laki-laki yang terluka ditemukan di hutan oleh seorang gadis bernama Eruruu, dan segala hal tentangnya masih misterius. Tanpa ingatan dari masa lalu atau bahkan namanya sendiri, ia disambut di kediaman Eruruu dan diberikan nama Hakuoro oleh nenek dan saudara perempuannya, Aruruu. Saat seluruh penduduk desa memiliki telinga besar dan ekor, ciri-ciri fisik dari Hakuoro cukup berbeda karena ia tak memiliki telinga besar begitu juga ekor, namun hanya sebuah topeng yang tak dapat ia lepaskan.

Beberapa waktu kemudian, ia menjadi bagian dari kehidupan para penduduk desa. Sebuah revolusi melawan tirani dari kaisar negeri itu telah dimulai, dan konflik telah menemukan jalannya menuju rumah barunya. Hakuoro harus melakukan apapun yang ia bisa untuk menyelamatkan orang-orang dan desa yang ia cintai, semuanya sambil memecahkan misteri yang menyelimuti masa lalunya.

Character

Hakuoro (CV: Rikiya Koyama)

Karakter utama dari serial ini. Hakuoro awalnya adalah laki-laki dengan amnesia saat ditemukan dalam keadaan luka berat di hutan. Setelah dirawat oleh Eruruu, ia kian dekat dengan warga desa lainnya dan memimpin pemberontakan terhadap kaisar dari Kenashikourupe, Inkara. Setelah menjatuhkan sang kaisar, ia mendirikan negara baru dengan nama Tusukuru.

Identitasnya yang misterius akhirnya terkuak. Hakuoro diketahui adalah perwujudan separuh kebaikan dari Tuhan Witsuarunemitea. Separuh keburukan dari Witsuarunemitea yang menjadi lawan dari Hakuoro adalah Dii. Keduanya kemudian bersatu kembali dan disegel secara paksa demi menjaga kedamaian dunia.

Eruruu (CV: Ryouka Yuzuki)

Heroine yang menjadi orang pertama yang menemukan Hakuoro di Hutan dalam keadaan terluka. Setelah merawat Hakuoro hingga pulih, Eruruu kian dekat dengannya hingga tumbuh rasa cinta. Dikenal sebagai perempuan tegas, Eruruu juga sangat protektif terhadap adiknya, Aruruu. Ia juga merupakan ahli herbal yang kemampuannya diturunkan dari neneknya, Tusukuru. Di akhir adaptasi ini, rasa cintanya terhadap Hakuoro harus terkubur dikarenakan takdir Hakuoro yang sangat berpengaruh terhadap eksistensi dunianya. Sebelum disegel secara penuh, Hakuoro berjanji kepada Eruruu bahwa dirinya akan kembali suatu saat nanti.

Aruruu (CV: Miyuki Sawashiro)

Adik dari Eruruu yang sering ditemani oleh seekor harimau putih bernama Mukkuru dan Gacatara, seekor mikyuum dari dunia tersebut. Ia tergolong perempuan pendiam dan sering membuat masalah terhadap kakaknya. Hal ini yang membuat Eruruu kian protektif terhadap adiknya. Aruruu memandang Hakuoro layaknya seorang ayah dan sering sekali menghabiskan waktu dengannya.

Karura (CV: Atsuko Tanaka)

Karura yang memiliki nama asli Karurauatsururei merupakan mantan putri dari negara Rarumanionu dan sempat menjadi budak di negara Na Tuunk. Sebelum bertemu dengan Hakuoro, tentara Tusukuru menemukannya pada sebuah kapal yang diisi banyak mayat tentara negara Na Tuunk. Diketahui Karura membunuh seluruh tentara dalam kapal tersebut demi melarikan diri. Setelah dibawa langsung ke Tusukuru, Karura dipekerjakan sebagai pendekar dan melayani Hakuoro sebagai bawahannya. Perempuan berdada besar ini juga selalu membawa kendi berisi sake kemanapun ia pergi. Ia juga memiliki adik laki-laki yang bernama Derihourai dan hubungan keduanya tidak terlalu dekat. Kedua saudara ini juga menjadi dua orang terakhir dari ras Giriyagina yang masih hidup.

Touka (CV: Kaya Miyake)

Perempuan dari klan Evenkuruga ini awalnya adalah musuh dari Hakuoro. Namun setelah menyadari ia ditipu, Touka memutuskan untuk menggorok lehernya di depan Hakuoro. Namun usaha tersebut dapat ditahan oleh Hakuoro, dan menjadikan Touka sebagai pendekar negaranya. Meskipun ia dikaruniai kemampuan ahli pedang dan rasa tanggung jawab tinggi, Touka juga dikenal sebagai perempuan ceroboh dan polos. Hal ini membuatnya sering tak kuat menahan diri saat berendam di onsen atau di ajak minum-minum dengan orang lain. Meskipun begitu, Touka memiliki ketertarikan dengan hal-hal yang menggemaskan, terutama kepada Aruruu.

Urutorii (CV: Sayaka Ohara)

Urutorii merupakan putri pertama Onkamiyamukai dan kemudian menjadi Oryankuru pasca ayahnya menyerahkan kedudukannya. Ia memutuskan untuk menjadi seorang pendeta dengan sebutan Yomoru, dengan tujuan untuk mensejaterahkan negara. Selain dikenal dengan sikapnya yang sangat peduli dengan orang lain, ia juga sangat bijak dan cukup cerdik. Salah satu impiannya adalah menjadi seorang ibu. Ia juga sudah mengenal Karura sejak kecil, dan sering sekali menghabiskan waktu dengannya sambil minum-minum. Urutorii menjadi salah satu dari beberapa karakter yang mengetahui wujud asli dari Hakuoro sebelum Witsuarunemitea bangkit kembali.

Yuzuha (CV: Mai Nakahara)

Utawarerumono

Adik dari Oboro yang menderita kebutaan dan penyakit tak dikenal sepanjang hidupnya. Yuzuha memiliki rambut berwarna kebiruan yang panjang hingga pinggangnya. Meskipun kemampuan penglihatannya sangat buruk, perempuan berparas cantik ini memiliki indera pendengaran dan penciuman yang sangat tajam. Yuzuha diketahui sudah meninggal dunia dan sempat melahirkan anak dari Hakuoro yang kini dikenal dengan nama Kuon.

Oboro (CV: Daisuke Kirii)

Utawarerumono

Saudara kandung dari Yuzuha yang dikenal sangat ceroboh dan terlalu sering mengambil risiko demi membantu saudarinya yang tengah sakit. Bersama dengan yang lain, Oboro menjadi tangan kanan Hakuoro dalam mengejar supremasi Tusukuru. Ia dikenal sebagai pendekar dengan dua pedang, dan sering bertarung ditemani si kembar Dori dan Gura. Pasca Hakuoro disegel, Oboro menduduki posisi Kaisar negara Tusukuru.

Kamyu (CV: Rie Kugimiya)

Utawarerumono

Adik dari Urutorii dan menjadi putri kedua dari Onkamiyamukai. Ia mengalami diskriminasi pada masa kecilnya dikarenakan sayapnya yang berwarna hitam, tak seperti yang lainnya yang berwarna putih. Karena hal tersebut, ia sering dicaci maki hingga dipanggil monster. Orang yang paling dekat dengannya hanyalah Urutorii, namun setelah bertemu dengan orang-orang dari Tusukuru, ia berteman dekat dengan Aruruu, Yuzuha dan Mukkuru. Dibalik sosok Kamyu, terdapat kepribadian tersembunyi bernama Mutsumi, anak dari Tuhan Witsuarunemitea.

Benawi (CV: Daisuke Namikawa)

Utawarerumono

Ia awalnya menjadi jenderal besar dari negara Kenashikourpe sebelum akhirnya runtuh. Kemudian Benawi menjabat posisi yang sama dalam negara baru Tusukuru, di bawah Hakuoro. Ia dikenal sebagai orang yang bertanggungjawab dan patriotik terhadap kedudukannya. Pendiam, namun punya pemikiran kritis dan logis. Sehingga ia sering kesal saat Hakuoro menyelinap keluar dari ruangannya saat bekerja. Benawi menjadi Kaisar ketiga Tusukuru setelah Oboro menyerahkan tahta kepadanya demi berpetualang ke pelosok dunia.

Dii (CV: Shuuichi Ikeda)

Utawarerumono

Antagonis serial ini dan merupakan setengah keburukan dari Tuhan Witsuarunemitea. Ia juga menjadi penyebab banyak peperangan demi menerapkan seleksi alam, dimana ras terkuatlah yang harus tetap hidup. Selain dikenal dingin dan sadis, ia sangat cerdik dalam menyusun rencana jahatnya. Dii awalnya adalah murid biasa di negara Onkamiyamukai, namun saat mengunjungi gua dimana jiwa Witsuarunemitea disegel, setengah keburukan Tuhan itu merasukinya. Ia juga dikenal sebagai guru dari Urutorii, sebelum akhirnya menghilang entah kemana.

Masih banyak karakter yang memiliki andil dalam serial anime pertama ini. Karakter-karakter tersebut seperti Kurou, Mutsumi, Genjimaru, Kuuya Amrulineulka, Derihourai, Hauenkua, Hien, Tusukuru, hingga si bocah Nuwangi. Namun karakter yang perlu kalian ketahui adalah Mikoto, manusia buatan yang berhubungan dengan Iceman (Hakuoro). Setelah melahirkan anak dari Hakuoro, Mikoto dan anaknya ditangkap oleh para peneliti dan kemudian dimutilasi dengan tujuan penelitian lebih lanjut. Karena inilah, kemarahan Hakuoro terbakar dan akhirnya berhubungan dengan Witsuarunemitea.

Impresi

Utawarerumono

Mikoto yang saya maksud

Saya pertama kali menonton musim pertama Utawarerumono ini pada tahun 2009, dimana kala itu hype serial dengan material berat seperti Monogatari, Phantom: Requiem for the Phantom dan Umineko no Naku Koro ni sedang naik-naiknya. Melihat genre-nya saya kira bakal menjadi serial petualangan shounen biasa dengan heroine-heroine yang sudah ditakdirkan bersama sang MC. Baru satu episode saya menonton, kemudian saya menyadari,”Oke, ini gak sesuai dengan yang saya kira”. Lanjut-lanjut, saya dikenalkan dengan kompleksitas cerita yang diadaptasi dari sebuah novel visual, media selain manga, novel dan lainnya. Di saat itu juga saya baru menyadari bahwa Phantom: Requiem for the Phantom dan Umineko no Naku Koro ni itu berasal dari novel visual juga.

Serial ini tidak disarankan untuk diikuti mulai dari adaptasi anime kedua-nya, “Utawarerumono: Itsuwari no Kamen“. Selain karena kompleksitas cerita, alur yang digunakan dalam franchise ini sudah dibuat mengalir. Sehingga ada baiknya diikuti dari serial awalnya, kecuali kalian sudah keburu nonton duluan.. Adaptasi musim pertama ini memang tidak secara penuh mengadaptasi seluruh material cerita dari novel visual pertamanya, namun informasi yang dijabarkan dalam pandangan umumnya sudah cukup baik untuk terus diikuti tanpa (harus) menggali lagi lebih dalam dari sumber aslinya. Namun jika kalian merasa penasaran dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepala kalian setelah menonton hingga 26 episode, ada baiknya kalian membaca beberapa informasi dari wiki fandom-nya (jika kalian malas membeli atau tak memiliki novel visualnya). Oiya, karena ini bukan rubrik [Review], maka saya tahan untuk menjabarkan segala materialnya disini, atau kalian mau saya buat lebih panjang lagi dengan rubrik tersebut?

Utawarerumono

Saya juga mengapresiasi lagu tema yang dibawakan oleh Suara dan mendiang Eri Kawai. Suara sendiri sudah membuka kanal YouTube-nya sendiri, jadi kalian bisa mendengarkan lagu-lagunya secara langsung. Untuk mendiang Eri Kawai, yang telah berpulang pada tahun 2008 dikarenakan kanker liver, saya bersyukur beliau masih mendapatkan kesempatan untuk membawakan lagu tema penutup anime ini . Jujur saja, saya merinding mendengar lagu tema penutupnya.

Minggu depan atau beberapa minggu kedepan saya akan buat versi Itsuwari no Kamen dari franchise ini. Namun sebelum itu, saya ikut berduka terhadap kepergian seiyuu karakter Haku dari Itsuwari no Kamen dan Futari no HakuoroKeiji Fujiwara. Dengan musim ketiga serial ini yang telah diumumkan, saya akan merasa kehilangan nantinya jika proyek tersebut berjalan tanpa seorang Fujiwara. Terlepas dari itu, saya berharap Aquaplus masih akan memproduseri proyek musim ketiga ini dan tidak membatalkannya. Semoga sang pengganti nanti dapat bekerja dengan baik mengisi kekosongan peran.

Jika ada kekurangan atau kesalahan data dari rubrik kali ini, mohon dikoreksi ya! Terutama bagi mereka yang sudah membaca ketiga novel visualnya.

Baca juga dari rubrik Flashback Friday:

[Flashback Friday] Kore wa Zombie desu ka?

[Flashback Friday] Hanasaku Iroha

[Flashback Friday] Kami nomi zo Shiru Sekai

Bonus:

Utawarerumono

Jangan pertanyakan orientasi seksual Oboro setelah momen ini