Dive Into Virtual World, Mengenal VTuber dan Sejenisnya Lebih Dalam

April 28, 2020 4:42 pm
Dive Into Virtual World, Mengenal VTuber dan Sejenisnya Lebih Dalam

Demam VTuber di Indonesia sedang berada pada masa puncaknya. Makin banyak orang tertarik untuk menggali dunia virtual yang kini sudah memiliki lebih dari 10.000 VTuber dan Liver di platform selain youtube. Nah untuk lebih jelasnya, JOI sudah membuatkan panduan bagi kamu yang ingin tahu asal usul dan gambaran singkat soal dunia virtual.

VTuber (virtual youtuber) adalah karakter yang dibuat secara 2D dan/atau 3D biasanya stylenya seperti anime dan bergerak namun bertindak seperti youtuber atau live streamer pada umumnya. Sedangkan virtual itu mengacu pada dunia dia mereka tinggal. Karakter yang ditunjukan kebanyakan bukanlah manusia seperti di dunia nyata, oleh karena itu jangan heran kalau ada anjing, domba, iblis, dan ras fiksi lainnya untuk merepresentasikan VTuber ini.

Namun, mereka sejatinya berada diambang antara 2D dan 3D karena karakter ini diperankan oleh manusia asli seperti seiyuu kepada karakter anime. Bedanya, kadang kepribadian sang pengisi suara ikut menjadi bagian karakter yang diperankannya. Menjadi virtual liver memang sangat menjanjikan karena kamu tidak perlu mengungkap informasi pribadi atau memperlihatkan wajah dalam siaran yang semuanya telah terwakili oleh karakter virtualmu.

VTuber bermula dari debut Kizuna AI pada tahun 2016. Sebenarnya sudah ada karakter yang bertindak seperti VTuber sebelumnya yakni, Ami Yamato yang debut sejak 2011. Namun yang memulai rentetan karakter virtual menjadi entertainer di channel youtube tetaplah AI yang memiliki impact yang sangat dahsyat. AI pun tumbuh cepat hingga meraih 2 juta subscriber dalam waktu 10 bulan saja. Istilah VTuber inilah yang lebih dikenal dibanding virtual liver karena banyak karakter virtual yang memulai layanannya di platform youtube.

Pastinya dah ga asing sama mahkluk yang satu ini.

VTuber terus berkembang dan bertambah banyak seiring berjalannya waktu. Muncul namanya beken lainnya selain AI seperti Mirai Akari, Kaguya Luna, Dennou Shoujo Siro. Di tahun 2018 sudah ada 4000 VTuber dan di tahun 2020 ini dipercaya sudah ada lebih dari 10.000 VTuber. Berkat tren yang semakin meningkat, banyak VTuber ternama dilirik beberapa perusahaan untuk menjadi bintang iklan dan semacamnya. VTuber pun berhasil mendapat adaptasi anime pada musim dingin 2019 dengan judul Virtual-san wa Miteiru.

Kuatnya pengaruh VTuber dalam industri hiburan membuat beberapa perusahaan membentuk agensi yang berfokus pada promosi VTuber. Ichikara Inc. memprakarsai berdirinya Nijisanji (niji: dua dimensi, sanji: tiga dimensi, menandakan karakter virtual berada diambang 2D dan 3D; sering disebut 2434 juga). Perusahaan ini awalnya hendak mempromosikan aplikasi VTuber, tetapi beralih menjadi agensi VTuber. Generasi pertama Nijisanji pun terlihat sangat menjanjikan dengan ujung tombak trio Tsukino Mito, Higuchi Kaede, dan Shizuka Rin. Kini Nijisanji memiliki lebih dari 100 VTuber dibawah naungannya.

latest update VTuber Nijisanji JP Maret 2020

Selain Nijisanji, ada beberapa agensi yang memiliki andil besar dalam bisnis VTuber. Upd8 sebuah agensi yang berdiri pada Juni 2018, berhasil mengkontrak Kizuna AI menjadi bagian di dalamnya meski pada akhirnya AI keluar pada April tahun ini. Hololive dibentuk di tahun yang sama oleh perusahaan Cover Corp. melesat cukup pesat dengan konsep idolnya meski VTuber naungannya cukup barbar namun menarik untuk ditonton. Hanayori Girl’s Dormitory juga memiliki potensi yang luar biasa dalam dunia virtual setelah dibentuk 1 Agustus 2019. Selain nama-nama diatas, masih banyak agensi yang perlu dinotis keberadaannya seperti ViViD, IRIAM, Animare, .LIVE, Re:Act, dan masih banyak lagi.

Meski telah banyak agensi VTuber bermunculan, tidak membuat VTuber independen hilang dari permukaan. Shigure Ui dan Inuyama Tamaki adalah contoh VTuber yang bisa mempertahankan kemandiriannya. Para VTuber berkreasi dalam kontennya seperti membuat collab yang mendukung satu sama lain terlepas dari merk agensi yang mereka pegang.

Shigure Ui contoh illustrator yang bekerja juga sebagai VTuber. Dialah menciptakan karakter Subaru Oozora dari Hololive.

Respon positif terhadap keberadaan VTuber tidak hanyak berlaku di negeri sakura. Beberapa negara pun menjadi pilihan ekspansi dalam memperlebar pasar dari VTuber. Korea dan China tentunya mendapat kesempatan sebagai sesama negara Asia Timur. Beberapa agensi juga membuat cabang di negara tersebut. Di Eropa, sudah ada VTuber mayoritas bekerja independen seperti Earth Chan yang berasal dari Rusia.

Untuk Indonesia, keberadaan VTuber dikenali dengan kehadiran Maya Putri yang debut Agustus 2018. Meski keberadaannya sudah menghilang selama 6 bulan saat artikel ini ditulis, Maya Putri tetap menjadi VTuber dengan subscriber terbanyak di Indonesia, yakni 200.000 subscriber. Sebelum ada Maya Putri, sebenarnya sudah ada IPOChan yang debut 6 Juni 2018 dan tentunya Tessa sang perintis VTuber Indonesia yang debut 25 Februari 2018.

VTuber asal Indonesia, Maya Putri.

VTuber Indonesia semakin berkembang hingga dirilik oleh dua agensi dari Jepang, yakni Nijisanji dan Hololive. Nijisanji memulainya terlebih dahulu di pertengahan tahun 2019. Generasi pertama Nijisanji ID menghasilkan trio 3setBBQ (baca: sansetbarbekyu) yakni Hana Macchia, ZEA Cornelia, dan Taka Radjiman. generasi kedua Nijisanji ID dirilis akhir tahun 2019 dan generasi ketiganya dirilis kurang lebih sebulan yang lalu. Kini Nijisanji ID terus membuka pendaftaran menjadi virtual liver tanpa batas waktu tertentu.

Untuk Hololive ID, mereka memulai audisinya Januari 2020 dan merilis tiga VTuber pertama mereka pada bulan ini. Ayunda Risu, Moona Hoshinova, dan Airani Iofifteen adalah generasi awal dari Hololive ID yang disambut cukup baik dengan masing-masing meraih kurang lebih 30 ribuan subscribers ketika artikel ini ditulis.

Selain kedua agensi diatas, ada juga agensi asli Indonesia yang bernama Maha5 (baca: Maha Panca) yang menghasilkan talenta seperti Andi Adinata, Alia Adelia, dan Nanarika. Indonesia juga memiliki banyak VTuber yang independen seperti Evelyn, Mia Canasyna, Yuji Ravindra, Ethel Camomile, Mintchan, dan masih banyak lagi.

Katsuki D, VTuber asli Indonesia yang juga aktif di Twitch.

Buat kamu yang ingin menikmati virtual liver atau VTuber kamu bisa mengikuti channel mereka. Mereka tidak terbatas di youtube saja, namun ada yang fokus di platform lain seperti Twitch, Blibli, Niconico. Rekaman mereka juga memiliki beberapa translation clip yang disediakan dari pihak VTuber maupun fans. Sejauh ini adanya translation clip masih dibilang aman melihat respon VTuber yang menerimanya sebagai bahan promosi. Ada juga VTuber yang bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris seperti Pikamee, Shirayuri Lily, Akai Haato, Kiryu Coco sinaga, Artia, Hoshikawa Sara.

Apa? Kamu masih perlu alasan untuk menyukai VTuber? Selain mereka kerjaan mostly maen game, ada beberapa VTuber yang berstatus VSinger (virtual singer). Jadi kamu bisa menikmati banyak lagu baik yang asli punya dari sang virtual singer atau cover dari lagu tertentu. Contohnya Fuji Aoi, YuNi, AZKi, Kano, Hanamaru Hareru, Hanabasami Kyo, dan masih banyak lagi.

Kamu bisa mendukung VTuber favoritmu tentunya dengan menekan tombol subscribe untuk channelnya. Selain itu kamu dapat berpartisipasi dengan berdonasi melalui super chat (cara ini belum dapat dipakai di region Indonesia) atau melalui streamlab. Inilah yang menjadi sumber pendapatan VTuber selain dari jumlah view yang didapat. Selain itu adanya penjualan merchandise atau voice pack yang bisa dibeli membuat keuntungan yang diraih bisa bertambah bagi VTuber maupun agensinya.
Bisnis virtual memanglah cukup menjanjikan, namun tidak menutup untuk beberapa karakter bahkan agensi harus mengakhiri kariernya. Berbeda dengan youtuber biasa, karakter virtual liver tentunya akan mati bersamaan dengan tanggal lulusnya. Sougetsu Eli, Setsuna, Super Sonico adalah contoh VTuber yang telah pensiun. Agensi VTuber ENTUM mengundurkan diri dari dunia virtual terhitung sejak 31 Desember 2019. Beberapa VTuber yang sempat pensiun bisa muncul kembali dengan seiyuu aslinya atau seiyuu baru seperti yang terjadi pada Cocoa Domyoji.

By the way, JOI akan merilis rubrik mingguan terbaru yang diberi nama Virtual Journal. Isinya mungkin seperti campuran Celebrity Sunday dan Waifu Wednesday. Bedanya ini bakal dirilis tidak terpaku pada hari tertentu, namun diusahakan tiap hari Selasa. Alasan lengkap pengangkatan rubrik ini dikarenakan:

  1. Virtual Liver atau Virtual Youtuber bisa mempertahankan eksistensinya selama 4 tahun terakhir bahkan mengalami tren peningkatan.
  2. Bahan untuk menggali Virtual Liver sudah cukup memadai dengan adanya ribuan VTuber di luar sana.
  3. Pasar di Indonesia merespon sangat positif keberadaan VTuber ini.
  4. VTuber berada diantara 2D dan 3D sehingga tidak bisa dimasukan kedalam waifuwed atau celeb sunday. Pengecualian untuk artikel Iofi yang sudah kebelet ingin dirilis sama penulisnya.
  5. Nama Virtual Journal dipilih agar tidak mengikat pada hari tertentu dan istilah VTuber dinilai belum sempurna untuk mewakili jangkauan isi rubrik keseluruhan (tidak semua virtual liver berfokus di youtube).

Sekian, pembahasan soal apa itu virtual liver atau VTuber serta asal usulnya. Semoga rubrik Virtual Journal bisa rilis pas hari Selasa tergantung Watame bisa tembus 200 ribu subscribers sebelum itu atau tidak. Tetap jaga perilaku sesuai rules yang sudah diberikan oleh pihak VTuber ketika kamu menonton video mereka ya.