Kenapa Pemeran Utama Sailor Moon Harus Seorang Dojikko?

July 22, 2020 3:22 pm
Kenapa Pemeran Utama Sailor Moon Harus Seorang Dojikko?

Salah satu pertanyaan paling besar dalam hidup saya sebagai anak-anak di tengah tahun 90-an adalah “kenapa sih karakter utama dari seri Sailor Moon kok kayanya ceroboh banget?” Di saat karakter lain menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dan kepandaian yang melebihi rata-rata, misalnya dalam seri Minky Momo yang Momo-nya terasa lebih dewasa atau seri Magic Knight Rayearth dengan Hikarunya yang tomboy and won’t take no for an answer. Why do Sailor Moon stuck with such a clumsy excuse of a high school girl to begin with?

Usagi Tsukino, gadis SMA yang sepertinya penuh dengan mimpi masa muda serta belum menyadari keceriaan yang datang dalam hidup, mungkin tidak akan kembali lagi. Yes, I am a bitter old man now, please don’t judge. Usagi adalah karakter utama yang sangat ceroboh, dia bisa jatuh kapan saja padahal tidak ada angin atau hujan, dia tidak antusias dengan pelajarannya di sekolah, dan sepertinya lebih ingin menjadi seorang princess daripada working member of society. (Well as a matter of fact, she IS a princess).

Long story short, dojikko seperti Usagi membuat saya yang masih kecil bingung kenapa karakter ini bisa berada di puncak serial yang begitu terkenal. Namun seiring dengan bertambahnya umur, mungkin karakter dojikko malah jadi sangat sensible menurut saya, kenapa?

Apa itu dojikko

Kita harus memulai dengan apa itu arti dari dojikko, dikutip dari Otakupedia, Dojikko or what is written as (ドジっ子), dalam budaya otaku berarti gadis yang ceroboh/clumsy. Tipe karakter ini akan melakukan banyak kesalahan (blunder = doji) dan sering kali oblivious atau tidak sadar akan kesalahan yang sudah dia buat.

Seorang dojikko, sepintas akan membuat anda jengah dengan tingkah lakunya yang mengesalkan. Dikit-dikit kesandung, dikit-dikit numpahin minuman, dikit-dikit ngeberantakin ruang keluarga mama, dikit-dikit ketemu misfortune and failing at life, miserably. Dikit-dikit ngeselin tapi lama-lama bisa jadi bukit juga bro, apalagi kalau kamu nggak tahan sama kelakuan karakter yang seperti ini, bisa-bisa efeknya malah berbalik.

Dojikko sering dikaitkan dengan moe, seorang karakter dojikko biasanya dianggap kawaii saat menunaikan ibadah dojikkonya. So dojikko isn’t all that bad per se, di satu sisi dojikko malah menjadi titik kuat dari seorang karakter. Kenapa? Yuk kita bahas.

Kenapa harus karakter dojikko

Karakterisasi dojikko yang sudah dikenal dalam level yang cukup familiar di antara para otaku juga membuat trope ini mudah untuk diterima. Semua orang sudah tahu seperti apa dojikko and we knew what to expect dari karakter ini. Karakter ini pun salah satu yang personality-nya mudah untuk diterima dibandingkan bitter tongued, hot headed tsundere yang nggak tahu kapan harus bertingkah dengan benar.

Usagi from sailor moon crystal

Karakter yang memiliki sisi dojikko seperti Usagi ternyata memperkuat aura positif dan cheerful dirinya di mata para penonton. Di balik kecerobohannya ada sisi keadilan yang tinggi dan usaha untuk membela masyarakat yang membutuhkan. Hal ini memperkuat karakter Usagi sebagai seseorang yang ‘ingin membela kebenaran’, walaupun dia memiliki kekurangan yang begitu nyata.

Kamu jadi ingin membela Usagi yang awalnya terlihat menyebalkan, tapi dia melakukan hal yang dianggap benar. Kita kemudian bisa menghapus sisi dojikko yang awalnya dilihat sebagai kelemahan, malah pada akhirnya menjadi sebuah charm yang tidak terpisahkan. Usagi yang dilihat ceroboh dan sembrono, saat melakukan hal yang benar akan terlihat seperti seorang angel yang turun dari langit. Well sebagai putri bulan, she does have wings and all, she has the tiara, and she’ll probably decimate you if you do her wrong.

Karakter lain yang memiliki trait dojikko seperti Usagi antara lain adalah Asahina Mikuru dari seri Haruhi. Kecerobohan dan keteledorannya memang tidak dibarengi dengan kekuatan super untuk membela kebajikan atau menegakkan kebenaran, tapi sifat pemalu dan submissive-nya yang membuat penonton malah jadi kyuuuun dan pada akhirnya ingin membela dia dari kelakuan Tuhan Haruhi yang seenaknya.

Contoh lain dari tipe karakter ini adalah Miyuki dari seri Lucky Star (the references of this article hurts my age) yang agak clueless, arguably ceroboh, most likely airhead, tapi cemerlang secara akademik. Miyuki adalah tipe dojikko yang pintar, cuma agak lemot dan menciptakan gap moe yang cocok di hati beberapa orang.

Long story short, dojikko bisa menjadi contoh dari “merendah untuk meninggi,” which means they downplay some of the traits a character have, membuat karakter tersebut tidak terlalu sempurna, namun setelahnya menguatkan sifat-sifat mereka yang lain. Kamu akan melihat Usagi yang biasanya ceroboh menjadi seorang pahlawan yang dicintai dan didukung semua penontonnya saat berubah menjadi Sailor Moon, and that’s quite effective.

Dojikko is actually the real high school girl

Di sisi lain, ada juga teori kalau dojikko sebenarnya adalah bentuk ultimate dari seorang gadis SMA. Karena menurut anime Danshi Kokousei no Nichijou, seorang gadis SMA akan meningkatkan “joshiryoku” atau “Girl Power” mereka bila mereka bertindak sedikit clueless dan agak ceroboh. Sesuai dengan teori Asahina Mikuru, para pria akan lebih ingin untuk melindungi gadis-gadis yang cenderung terlihat lebih butuh perlindungan dan cute.

Gadis SMA juga tidak boleh ‘terlalu pintar’ untuk membuat ilusi kalau mereka itu imut lebih dalam lagi, seperti yang dijelaskan oleh cuplikan video berikut ini:

Tapi karena data ini diambil dari anime yang cukup sangklek, ada baiknya kita tidak mengambil saran-saran mereka secara serius (please don’t, take this series just for the fun). Lebih baik belajar yang benar, dapatkan nilai yang terbaik, dan banggakan orang tua kamu. Apalagi kalau kamu serius ingin meniti karir di jalan tertentu, daripada joshiryoku lebih baik kekuatan akademis.

Jadi, kenapa karakter utama sebuah serial Sailor Moon adalah seorang dojikko, menurut saya jawabannya adalah untuk menguatkan sifat-sifat lain yang dimilikinya. Sifat baiknya seperti membela kebenaran dan caring for each other menjadi jauh lebih kuat dibandingkan dengan sisi cerobohnya. Sisi ceroboh pun bukan berarti hal yang buruk, karena dengan sisi ceroboh dan teledor ini, seorang pria malah semakin ingin melindungi seorang wanita tersebut.

Dalam hal ini, saya rasa dojikko adalah sebuah tipe karakter dengan win-win situation yang sudah mulai jarang ada. Seorang karakter bisa disukai untuk baik sifat-sifat yang menjadi kekuatan dari karakter tersebut, dan kelemahannya akan dianggap sebagai sisi yang imut oleh para penonton. Tapi memang tidak semua karakter bisa cocok dengan sifat dojikko, bayangkan apa yang terjadi misalnya Saber dari seri Fate menjadi seorang dojikko, bisa-bisa dia kesandung dan kota Fuyuki rata karena Excalibur yang salah ditembakkan. Contoh lain pun seperti karakter utama Kakegurui, Jabami Yumeko sepertinya tidak bisa menjadi seorang dojikko karena nanti kurang intimidatif.

Sekarang, rasanya jarang sekali saya melihat gadis pemeran utama yang ceroboh dan pecicilan; to some extent, Aqua is probably a dojikko, but I think she’s just plain dumb.

Saya rasa kebanyakan dari kamu yang seumuran akan mengetahui karakter dojikko lewat seri Sailor Moon, dan kalau kamu suka serial dengan bumbu-bumbu romantis seperti Sailor Moon, mungkin kamu akan suka sponsor artikel kali ini, Romance Comics.

Romance Comics adalah situs manga romantis yang memuat manga-manga terbitan Harlequin Comics. Manga-manga mereka dijamin memiliki ending bahagia, jadi buat kamu yang suka NTR dan sedikit edgy mungkin bukan pilihan. Situs ini juga sudah memiliki ratusan manga yang sudah diterjemahkan secara profesional ke dalam bahasa Indonesia, dan setiap bulannya akan diterbitkan puluhan manga baru!

Penasaran dengan Romance Comics? Langsung saja ikuti media sosialnya atau kunjungi situsnya di bawah ini: