14 Orang Meninggal Dunia di Metropolis Tokyo Akibat Heat Stroke

August 14, 2020 3:48 pm
14 Orang Meninggal Dunia di Metropolis Tokyo Akibat Heat Stroke

Temperatur tinggi yang melanda Metropolis Tokyo kembali memakan korban. Sejak tanggal 11 dan 12 Agustus 2020, 14 orang dikabarkan meninggal dunia akibat menderita heat stroke. Korban didominasi oleh individu dari kelompok umur 50-90 tahun.

Menurut keterangan Inspektorat Metropolis Tokyo, 14 pria dan wanita dalam kelompok umur 50-90 tahun meninggal dunia dalam dua hari (11-12 Agustus 2020). Jika diklasifikasikan lebih detail, enam orang korban berumur 80 tahunan, 3 orang berumur 90 tahunan, dan 2 orang masing-masing berumur 60 dan 70 tahunan.

Pantauan temperatur di Metropolis Tokyo dan sekitarnya (c) Ventusky

Perwakilan inspektorat juga menerangkan bahwa 13 dari 14 korban jiwa tersebut meninggal dunia saat berada di dalam rumah. 8 dari 13 korban jiwa diketahui tak memiliki pendingin ruangan di rumah masing-masing. Dengan tambahan jumlah korban jiwa ini, maka total sudah 26 jiwa melayang akibat menderita heat stroke di Metropolis Tokyo. Angka ini belum termasuk dengan pencatatan tanggal 13 dan 14 Agustus 2020.

Badan Meteorologi Jepang memprediksi bahwa temperatur udara tinggi di atas 35 derajat akan dialami hampir seluruh prefektur di Pulau Honshu hingga beberapa hari kedepan. Namun mereka juga memperingatkan adanya hujan lebat disertai angin kencang yang dapat melanda sisi timur Prefektur Saitama dan Prefektur Chiba serta bagian utara Pulau Honshu.

 

Gubernur Metropolis Tokyo, Yuriko Koike

Pada konferensi pers hari ini, Yuriko Koike, Gubernur Metropolis Tokyo menerangkan, “Telah dilaporkan setiap harinya mengenai peringatan panas yang menyebabkan heat stroke, dan dapat kami pastikan ini menjadi panas yang cukup berbahaya. Dalam beberapa hari lalu, lebih dari 200 orang telah dilarikan ke rumah sakit karena menderita heat stroke“. Tak hanya itu, Koike juga memperingatkan penanganan pandemi coronavirus yang kian hari kian menjangkiti warga Metropolis Tokyo.

Sebelumnya, menurut Badan Pemadam Kebakaran Nasional Jepang, terdapat 6.664 orang harus dilarikan ke rumah sakit akibat menderita heat stroke pada tanggal 3 hingga 9 Agustus 2020. Kenaikan angka ini mencapai 3238 orang dari minggu sebelumnya (27 Juli-2 Agustus). Jika dikategorikan berdasarkan prefektur, maka Metropolis Tokyo menempati posisi pertama dengan jumlah 668 jiwa. Posisi kedua diduduki Prefektur Saitama dengan 484 jiwa, kemudian ketiga diduduki Prefektur Aichi dengan 417 jiwa, dan posisi keempat diduduki Prefektur Osaka dengan 412 jiwa.

Sumber: NHK (1, 2)