Eiyuden Chronicle Tutup Pendanaan, Raih Rekor Pendanaan Ketiga Terbesar Kickstarter

August 31, 2020 10:56 am
Eiyuden Chronicle Tutup Pendanaan, Raih Rekor Pendanaan Ketiga Terbesar Kickstarter

Rabbit & Bear Studios, developer game Tokyo berisikan veteran seri Suikoden telah menyelesaikan pendanaan proyek RPG Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes” di Kickstarter. Game rencananya rilis pada musim gugur 2022 di PlayStation 5, Xbox Series X, PlayStation 4, Xbox One, dan PC in 2022, dengan rencana perilisan di Switch dan konsol Nintendo selanjutnya.

Lewat 33 hari pendanaan, 4.571.418 USD telah dikumpulkan. 895% dari target awalnya yaitu 510.735 USD. Ini membuatnya menjadi proyek game Kickstarter terbesar ketiga setelah Bloodstained, yang juga merupakan homage seri Konami.

Stretch goal telah mencapai berbagai target lokalisasi bahasa, sistem dan minigame khas seri Suikoden seperti lomba masak, memancing, theater, dan pemandian; dan karakter tambahan. Target terakhir yaitu “A Quiet Place” adalah game terpisah buatan NatsumeAtari yang melibatkan pembuatan kota. Material yang kalian dapat dari game ini akan bisa ditransfer ke game utamanya. Tentu saja berbagai karakter dari game utamanya akan hadir juga di sini.

Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes dipimpin oleh penulis skenario veteran Suikoden I dan II Yoshitaka Murayama, bersama dengan veteran seri Junko Kawano, Osamu Komuta, dan Junichi Murakami. Proyek ini menandai pertama kali keempat pencipta ini bekerja pada sebuah game bersama, serta pertama kali Murayama dan Kawano berkolaborasi dalam 25 tahun.

Game direncanakan menjadi sekuel spiritual dari Suikoden, dan sesuai judulnya kalian akan memimpin 110 pahlawan yang memiliki motivasi dan latar belakang yang berbeda. Beberapa akan menjadi unit pendukung dan membangun kota benteng kalian. Pertarungan karakter seperti yang bisa kalian lihat di atas akan menggunakan 6 karakter.

Dunia game ini adalah Allraan. Di mana kekuatan besar Rune Lenses milik Galdean Empire membuat negara mereka makmur dan untuk menjaga posisi mereka ini, mereka menjelajahi dunia ini untuk mencari artifak yang akan memperkuat mereka. Di salah satu ekpedisi, Seign Kesling, opsir muda Empire dan Nowa, anak dari desa terpencil saling bertemu dan mengubah nasib satu sama lain.

Sumber: Gematsu