[JOI Spotlight] JOI Arbitrary Award 2020

December 27, 2020 8:09 pm
[JOI Spotlight] JOI Arbitrary Award 2020

Selamat datang di JOI Spotlight terakhir di untuk 2020 ini. Sesuai tradisi staf JOI akan memberikan penghargaan asal-asalan untuk berbagai seri yang sudah hadir di 2020 ini. Tentu saja kami juga akan memberikan impresi penutup untuk seri musim gugur ini.

Akudama Drive  12 [End]

Kaptain

Selamat untuk Swindler yang tipuannya bisa jadi pukulan terakhir buat ngehancurin Kansai. Unsurprisingly semua Akudama mati dan ngeliat pemerintahan udah ambruk semua karakter yang bukan immortal homunculus kayaknya bakal nyusul.

Pada akhirnya seri ini lebih di-carry sama style-nya yang jujur aja emang bagus tapi maaf aja buat kalian yang ngarepin big moment macem Hope,Future, & Rejection Danganronpa. Ngeliat di bagian akhir itu ngelibatin momen yang Hideo Kojima aja bakal malu ngelakuin hal ini.

A solid original series. Cuma saya punya ekpektasi lebih tinggi buat seri Kodaka dan seri ini sayangnya nggak terlalu ngelewatinnya. Nice try buat seri TV pertama dan katanya juga versi ritel bakal ngasih 5 menit tambahan, mungkin buat ngejelasin nasib executioner yang nyisa.

Ochikobore Fruit Tart 11

Kaczmarek

Gak berekspektasi salah satu ortu mereka ada yang nongol di episode ini. Disini juga diketahui bahwa Hayu ternyata berasal dari keluarga berada, dan Inuyama Aoi atau ibunya juga mau jadi sponsor. Tbh, ibunya Hayu, ehm. Anyway, sudah saatnya game gacha peridolan nongol di seri ini. Tentu saja Hoho dan Tone kesetanan dengan game ini. Nampaknya seri ini akan berakhir dengan mereka “Selamat” dari hutang-hutang itu.

Higurashi no Naku Koro Ni Gou 13

Kaczmarek

Ryuukishi07 menjadi orang yang saya ingin jitak entah kenapa. Sedari awal kehadiran Oishi di arc ini, ekspresinya sudah memberi petunjuk bahwa, “Saya akan melakukan hal yang sangat memorable di arc ini”. Namun dalam konotasi buruk. Hal yang membingungkan lainnya disini adalah mengapa Satoko membawa Keiichi ke rumahnya? Apa Satoko berbohong kepada yang lain bahwa Teppei sudah keluar dari rumah? Dan pertanyaan terbesar dari arc ini, mengapa Oishi menembaki semua pengunjung festival dan membunuh Rika, Shion, Mion, dan lainnya? Rena yang selamat dalam dua arc terakhir juga membuat pertanyaan terhadapnya kian membesar. Sejauh mana Rena bisa menghidari semua malapetakan itu?

Kimisen 12 (End)

Kaczmarek

Anime bucin satu ini akhirnya kelar. Kalau disesuain dengan alur sih, ini masih bisa dianggap adaptasi yang normal. Namun seperti yang sudah dikira sebelumnya, volume keempat novelnya tidak memiliki cerita yang tepat untuk dianggap sebagai klimaks. Karena di volume ini dan kelima nantinya, ada perebutan Iska antara Alice dan Sisbell. Sungguh, saya lebih menikmati novelnya sejauh ini. Yen Press juga baru nerbitin volume kelima dalam bahasa Inggrisnya pada hari selasa lalu. Order sekarang nyampe awal tahun mungkin.

Strike Witches: ROAD to BERLIN 12 (End)

Kaczmarek

Bukan akhir yang sesuai dengan yang diperkirakan. Setelah episode sebelumnya dikasih teaser Rall dan Hikari (502nd), serta asep lewat dari 506th (Noble Witches), di episode ini gaada teaser apapun kecuali progres dari 502nd dari sisi timur.  Peta yang diperlihatkan di paruh episode juga menunjukan bahwa operasi ini gak hanya melibatkan 501st, 502nd dan 506th, melainkan juga 504th (Ardor Witches). Such a tease.

Berakhirnya pertempuran untuk mendapatkan Berlin kembali, ini juga mengembalikan pertanyaan besar yang muncul lagi dari awal episode, “Apakah Minna dan Barkhorn akan pensiun pasca pertempuran ini?”. Lucunya lagi, tak seperti musim pertama dan kedua seri ini, 501st di musim ketiga ini tidak dibubarkan begitu saja. Ada tulisan yang muncul sebenarnya di akhir episode ini yaitu “Kami masih berperang”.

Jujutsu Kaisen 13

Kaptain

Akhie cour yang saya gak keberatan jadi penutup musim. Jujur aja Yuuji gagal baik untuk nolong Junpei dan mempertahankan idealisme dia yang ngebuat saya lebih respek ke dia sebagai protagonis. Saya bilang Jujutsu Kaisen itu adaptasi anime yang lebih efektif dibandingkan dengan Kimetsu kemarin. Iya saya tahu soal rating dan sales Kimetsu, tapi saya lihat JJK yang punya pacing yang jauh lebih bagus dan kualitas produksi yang konsisten ini lebih berhasil sebagai sebuah seri TV.

Love Live Nijigasaki 13

Kaptain

Akhirnya Unicorn Odaiba dimunculin. Baru di akhir nongolnya yang aneh aja ngeliat Sunrise juga yang sama-sama ngegarap. Sesuai dugaan kita dapet medley  yang diteruskan ke performa grup dan berhubung Honoka Kousaka kena Thanos di timeline ini, ilmu idol untuk ngendaliin cuaca udah ilang. Nggak ada Shioriko maupun pengumuman season lanjutan, tapi episode ini udah cukup efektif sebagai penutup.

Saya cukup puas dengan eksperimen buat seri tentang idol, dan bukan soal grup idol ini. Tapi yang paling saya hormati itu ada usaha buat bikin para karater extra punya desain dan identitas sendiri. Tentu aja kemunculan para idol N rarity lain juga saya apresiasi walopun kecewa aja trio disipliner (Sakamaki-Shiga-Fukuhara) ga muncul.

Mahouka Koukou no Rettousei Raihousha-hen 13 (End)

Kaczmarek

Tentu saja pasca ini masih ada material cerita yang seharusnya bisa diadaptasi. Namun untuk itu, mari rehat terlebih dahulu dengan menantikan adaptasi anime dari manga spin-off Mahouka Koukou no Yuutousei” yang menurut keterangan stafnya bakal hadir di tahun depan. Semoga 8bit lagi yang menggarap adaptasi ini, demi menjaga keserasian dengan adaptasi musim keduanya.

Balik ke cerita utama, Minami kini sudah resmi menjadi bodyguardnya Miyuki. Ia juga menjadi siswi baru tahun pertama First High School. Tak lupa juga perlu disebut saudarinya Mayumi, yaitu Saegusa Kasumi dan Izumi. Kasumi disuarakan oleh Aoi Yuuki, sementara Kasumi disuarakan oleh Eri Kitamura. Andai Kasumi disuarakan oleh Iguchi Yuka, mungkin bakal menjadi twin fire sisters selain dari seri Monogatari.

Hal yang juga tak dilupakan disini adalah betapa seronoknya 8bit dengan pantat dan dada. Hampir di setiap sisi dan episode, kita mendapatkan boob shot dan ass shot yang cukup tidak diperlukan (kecuali anda penikmat fanservice seperti saya). Bahkan dua anak baru tersebut (Izumi dan Kasumi) sudah terkena ass shot terlebih dahulu di saat debut mereka.

Senyoku no Sigrdrifa 12 (End)

Kaczmarek

End of it, tapi masih banyak pertanyaan yang muncul dari serial misteri ini. Hal yang saya butuhkan adalah novel prekuelnya, yang membahas masa lalu Sonoka dan almarhum Sakura. Sementara itu, di episode ini juga memastikan bahwa Valkyrie pun masih dapat membelot kepada Odin. Saya berpikiran  ada “konsekuensi” khusus dari pembelotan ini dalam bentuk kutukan, namun ternyata nihil. Now i’m binge to read the novel.

Kami-sama ni Natta Hi 12 (End)

Kaczmarek

Akhirnya berakhir serial yang agak tearjerker ini. Akhir yang sudah dapat diprediksi sebelumnya, Hina mengingat segalanya dan kembali ke Youta. Ditambah lagi, film yang disutradarai Sora dapat dirampungkan. Hilangnya Jun Maeda dari ranah Twitter dan dunia nyata (dari candaan Ayaneru dan Natsuki Hanae) masih panas diperbincangkan sejauh ini. Entah kemana ini komposer sekaligus skripter kondang, yang pasti semoga ini orang balik ke Twitter dan siap mendapatkan balasan penuh “cinta” dari para penggemarnya.

Genshin Impact

Kaptain

Saya ga suka Dragonspine. Lebih tepatnya saya ga suka dibebanin bar tambahan yang mesti diasuh di game yang saya masih nolerir berkat eksplorasinya. Paling nggak developer yang ngira misi Leyline butuh arena sempit dan timer udah hilang nodanya di sini.

Saya ga suka Dragonspine. Albedo ga terlalu ngebantu di area yang lebih butuh Pyro ini. Saya juga ga bisa ngeroll dan lebih butuh Hu Tao pas 1.3 nanti berhubung saya tinggal 20 roll lagi sampe nyentuh pity.

Saya ga suka Dragonspine. Sistem kayak gini ngeselin di God of War, Ghost of Tsushima, dan FF7. dan mihoyo kayaknya kesambet demit yang ekslusif ngeburu game dev buat bikin 1 penuh area kayak gini.

Saya ga suka Dragonspine. Rosaria was cool tho.

JOI Arbitrary Award 2020

Sekali lagi kalian bisa lihat penghargaan ini sebaga rekomendasi, peringatan, pujian, atau kutukan dari staf. Mari kita lihat output dari tahun yang berat ini.

The New Bar Award

Genshin Impact

Kaptain

Tenang aja untuk kalian yang udah capet dengerin nih seri, penghargaan ini lebih buat ngomentarin situasi industri. Seperti yang udah saya tulis dulu, developer mobage JP nggak siap dengan masuknya mobage CN, KR, dan HK ke pasar. Atau lebih tepatnya udah ketinggalan jauh soal praktik development-nya.

Secara efektif output semacam Genshin cuma bisa dipenuhin sama developer besar macem Square Enix, Capcom, Sega, dan sejenismya. Cygames dan Aniplex emang punya duit tapi mereka ga punya manpower buat bikin game dengan skala sebesar ini dengan update teratur. Udah gitu harus melek juga soal pasar Internasional dan kemampuan tiap platform, dan melihat dev Jepang yang masih fokus sama pasar domestik ini nggak bisa cepat berubahnya. Ubisoft yang spesialis genre ini aja butuh beberapa tahun buat bikin klonengan BOTW.

Singkatnya sekarang ada timer buat dev mobage Jepang. Kebanyakan “game besar” Jepang di platform ini udah 4 tahun lebih usianya dan yang paling “muda” itu Priconne (yang secara teknis rilis 2015 sebagai seri). Dan secara pribadi juga mobage yang tahun depan saya pantengin rilisnya tinggal Neural Cloud sama Exilium aja.

Most Delayed Episode and The Struggle is Real Award

Toaru Kagaku no Railgun T

Kaczmarek

Adalah suatu kebanggaan musim ketiga anime ini bisa selesai sebelum 2020 berakhir. Saat penayangannya di musim dingin, saya optimis tidak ada hambatan hingga akhir musim semi. Kemudian virus laknat itu hadir, dan merusak (atau mengganggu) progres mereka. Hal yang patut dibanggakan adalah staf J.C. Staff serta staf dari perekaman, hingga subkontraktor lainnya masih dapat menyelesaikan proyek terseok-seok satu ini. Apalagi satu seiyuu proyek ini juga sedang hiatus (Ayumi Fujimura), dan satu lagi berangkat ke UK untuk melanjutkan pendidikan (Minako Kotobuki).

Kehangatan Musim Dingin Award

Overflow

Kaczmarek

Ada dua Nii-Nii di tahun ini. Namun yang paling berkesan selain seri Higurashi adalah serial dari manga erotis satu ini. Dengan menggandeng Tomoe Tomiyasu dan Mai Kadowaki sebagai seiyuu heroine-nya, saya sendiri langsung tancap gas untuk menontonnya. Sebagai adaptasi anime terkini ala ComicFesta, adaptasi ini saya dapat beri nilai 7/10. Cukup baik dibanding adaptasi sebelumnya.

Finished While HxH is on Hiatus Award

Chainsaw Man

Kaptain

Judul alternatif ya “Tamat pas One Piece masih di Wano”. Dari yang saya liat Jump mulai lebih terbuka buat bikin seri yang lebih “pendek” sekarang. Atau minimal ngasih format season ngeliat nggak semua mangaka itu Monster kayak Oda, yang nyatanya juga dituntut dapet istirahat rutin.

Saya liat juga eksperimen lain kayak Jump+ sekarang punya pilar yang kuat macem Spy X Family dan Kaiju 8 yang punya potensi kuat dan uniknya punya format terbit kayak One Piece (3 bab per bulan). Saya mulai dengan topik ini sebelum ngobrol soal Chainsaw Man karena saya penasaran banget dengan apa efek tipe terbit baru ini sama season keduanya.

“Lha emangnya Chainsaw bakal terbit 3 bab per bulan?” Nggak ada konfirmasi soal ini. Tapi efeknya keliatan di Kaiju 8 (dan arc Wano) ngeliat performanya bagus banget baik di sales dan kualitas manga. Ini sekarang jadi opsi buat penerbitan dan selain pilihan tema yang makin bervariasi format produksi ini yang paling saya penasaran efeknya sama Jump kalau dipraktikin lebih luas. Saya juga sadar kok format produksi ini juga akibat staf yang dipaksa sama bencana global untuk ngeliat ulang format produksi mereka.

Anyway Chainsaw good. Udah gitu relatif lebih gampang dimaraton untuk standar seri Jump.

CTian

Halo, udah lama saya ndak muncul di sini~ Oke, bye, sampai ketemu di part 2~

Made All the Money Award

Mugen no Ressha Hen

Kaptain

Tenang. Saya juga bakal pake segmen ini buat esai pendek. Rekor yang dipecahin saya jamin bakal bikin komite produksi ngomong “Ini gimana caranya biar bisa ngulang lagi”. Karena arc selanjutnya (rumah bordil) itu arc yang bakal kebantu banget di format film. Dan seperti yang saya tulis di segmen JJK di atas ufotable itu mendingan fokus di film dibandingkan dengan seri TV.

Selama ini Jump cuma mau ngasih film non/semi-canon buat karya besar mereka dan ini aneh banget kalau kesuksesannya bikin mereka berubah pikiran. Penasaran aja apakah seri kuat yang masih nyisa bakal dapet kelanjutan film kayak Kimetsu. JJK sama Chainsaw itu kandidat kuat perlakuan ini.

An Adaptation That Serves As Prayer for The Creator Award

Somali to Mori no Kamisama

Kaczmarek

Hal buruk terjadi saat adaptasi anime dari manga karya Yako Gureishi ini diumumkan pada Juli 2019. Setelah menjalani periode reguler hingga November 2019 tanpa gangguan, muncullah berita bahwa manga ini harus mengalami hiatus akibat memburuknya kesehatan sang mangaka. Hingga adaptasi anime-nya tayang dan berakhir, serialisasinya masih belum berjalan kembali. Hingga puncaknya pada Desember ini, dimana diputuskan bahwa serialiasinya dihentikan karena Gureishi kondisinya makin memburuk. Semoga Gureishi dapat kembali beraktifitas seperti biasanya, dan doa terbaik untuknya.

Conclusion Award

Oregairu

Kaczmarek

Honorable conclusion dari adaptasi yang sedikit menguras harapan. Ya benar, setelah dibuat penasaran dengan ending mana yang dipakai untuk akhir anime ini, Wataru Watari dan staf memutuskan untuk mengakhirinya dengan heroine yang tepat. Namun hal yang menguras disini adalah porsi Yui yang overwhelming bagi saya, seolah ini tuh adaptasi dengan skenario orisinal loh. Ya paling enggak heroine favorit (emaknya Yui) kebagian jatah di musim ini.

BlueHeaven

HAHAHAHAHAHAH YAHALOST GOES BRRR….

Final Boss Fight of The Year Award

Seat of Sacrifice

Kaptain

Oke, saya yakin bakal ada pemain yang jauh lebih pinter dari saya yang punya opini soal desain pertarungannya. Tapi saya beri penghargaan ini lebih ke aspek “Boss penutup cerita”, atau minimal major plotpoint, daripada soal desain pertarungan.

Finale ini tuh kesannya kayak Square Enix pengen mastiin semua pemain (kecuali mereka yang skip semua cerita) bener-bener ngerti soal pesan dari Shadowbringer dan sekali lagi ngelakuin hal berisiko dengan ngasih protagonis self-insert kita sejarah. YoshiP sendiri sih emang ngasih komentar “kalo ga suka perkembangan ini ya cuekin aja” tiap perkembangan ini terjadi di cerita, tapi saya juga ya kenal sama orang yang ogah nyentuh konten Nier gara-gara ga imersif.

TOP 1 MAL Award

Ishuzoku Reviewers

BlueHeaven

Jadi ini anime yang sempat mengguncangkan jagat otaku karena kontroversinya. Sempat dihentikan penayangannya di beberapa stasiun TV. Para Otaku akhirnya ramai-ramai vote 10/10 rating anime ini di MAL. Sebuah pencapaian yang luar biasa untuk anime yang masih tayang bisa menggeser anime legendaris lainnya seperti Gintama, Hunter X Hunter, hingga FMA Brotherhood. Meski sementara, tetap saja namanya akan terukir sebagai mantan juara, ya di web yang gampang dieksploit ratingnya.

Kaptain

Salute buat seri yang nggak mungkin dibuat lagi ini. Udah seneng aja seri Amahara lain bakal dapet jatah anime juga berkat reputasi seri ini.

Apalah Sebuah OP/ED Kalau Durasinya Bisa Buat Cerita Award

Re:Zero S2

BlueHeaven

Sebuah terobosan epik dilakukan oleh sutradara anime Re:Zero, Watanabe Masaharu. Sangat niat dalam mengadaptasi salah satu light novel terbaik di jagat ini, dirinya sampai rela mengadaptasi arc Re:Zero yang terbaru dengan tetap mengedepankan cerita. Alhasil, durasi untuk lagu opening dan endingnya sering dicut. Padahal lagu opening dan ending Re:Zero salah satu yang terbaik di musimnya. Tercatat belum pernah opening dan endingnya diputar secara bersamaan dalam satu episode. Hal itu memang disayangkan, tetapi melihat kualitas adaptasi ceritanya, saya bisa katakan Re:Zero adalah salah satu anime terbaik di musimnya, bahkan untuk tahun ini. Bravo!

Everything OK But Pantsu Award

Majo no Tabitabi

BlueHeaven

Dalam wawancaranya dengan Web NewType, Jougi Shiraishi sang penulis Majo no Tabitabi mengungkapkan kalau dirinya berpesan kepada studio yang membuat animenya. Pesan itu ramai dibicarakan oleh para otaku karena isinya seperti ini, “Jangan tampilkan celana dalamnya”. Permintaan dari Jougi dituruti dan kita sebagai penonton tidak dapat melihat pantsu dari waifu tercinta kita, Elaina. Namun ada hal menarik yang justru menjadi fokus saya. Beberapa fetish lain yang dapat menggugah selera penonton seperti ketiak, pundak dan beberapa sudut pandang kamera yang cukup yabai masih dipertontonkan. Adegan berdarah juga masih diperlihatkan, menjadikan anime ini cukup berbeda dari ekspetasi penonton yang baru pertama kali melihatnya. Yang penting pantsunya ga kelihatan kan? Hmm, sepertinya Majo no Tabitabi masih gagal untuk menjadi anime yang bisa ditonton semua umur.

Jadi apa saja penghargaan yang ingin kalian berikan ke berbagai seri yang hadir 2020 ini? Sampaikan lewat kolom komentar di bawah.

Header: Asanagi