3 dari 14 Korban Tersedak Kue Mochi Meninggal Dunia di Tokyo

January 5, 2021 11:40 am
3 dari 14 Korban Tersedak Kue Mochi Meninggal Dunia di Tokyo

Kue Mochi memang menjadi salah satu kudapan yang paling sering disediakan saat menyambut tahun baru di Jepang. Selain saat tahun baru, kue ini juga disediakan saat musim semi, Hari Anak, dan Hari Perempuan. Namun kue ini tidak dapat terlepas dari kasus kematian tahunan yang sering terjadi di seluruh penjuru Jepang.

Melansir dari NHK, Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo telah mencatat sekitar 14 orang lanjut usia yang dilarikan ke rumah sakit akibat dari tersedak kue mochi saat perayaan tahun baru. Mereka juga menjelaskan bahwa tiga dari 14 orang tersebut telah meninggal dunia. Salah satu korban meninggal adalah laki-laki berusia 90 tahun di Nishitokyo yang memakan kue mochi yang dimasak di kediamannya sendiri.

Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo terus mengingatkan bagi seluruh warga Metropolis Tokyo untuk berhati-hati dalam mengonsumsi kue mochi. Mereka juga menyarankan untuk memotong kue mochi tersebut menjadi lebih kecil sebelum dikonsumsi terutama oleh orang lanjut usia. Kue mochi yang sudah dipotong juga sebaiknya dikunyah dengan perlahan sebelum menelannya.

(c) NHK

Bagi yang berada di situasi genting seperti tersedak kue tersebut, setiap orang perlu melakukan pertolongan pertama. Mulai dari membaringkan orang yang tersedak, kemudian menekan bagian punggung secara berulang-ulang hingga kue tersebut keluar dari mulutnya.

Alternatif kedua adalah menggunakan teknik Heimlich Maneuver. Teknik ini dapat dilakukan dengan menekan bagian bawah diafragma dari belakang menggunakan kepalan tangan. Kemudian dilakukan berulang-ulang hingga korban dapat mengeluarkan kue tersebut.

Saran lain yang dapat dilakukan sebelum mengonsumsi kue ini adalah dengan membasahi mulut serta kerongkongan terlebih dahulu menggunakan air mineral atau teh. Jika terjadi insiden ini dan korban tidak dapat ditolong dengan teknik yang telah disarankan, ada baiknya segera menghubungi 119 (khusus Jepang) untuk penanganan medis lebih lanjut.

Sumber: NHK, Asahi Shimbun Digital