Jepang Pertimbangkan Situasi Darurat Baru untuk Tokyo & 3 Prefektur Sekitar

January 5, 2021 12:56 pm
Jepang Pertimbangkan Situasi Darurat Baru untuk Tokyo & 3 Prefektur Sekitar

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengumumkan pada konferensi pers pada hari Senin bahwa pemerintah nasional sedang mempertimbangkan untuk mengumumkan situasi darurat untuk Tokyo dan prefektur tetangganya akibat tingginya tingkat infeksi baru coronavirus COVID-19). Selain Tokyo, situasi darurat akan berlaku di Saitama, Kanagawa, dan Chiba dan mulai berlaku minggu ini.

Pemerintah nasional menyatakan bahwa panggung drama dan bioskop film tidak akan dikenakan pembatasan tambahan. Namun, prefektur telah merencanakan untuk meminta penduduk menahan diri dari acara yang tidak penting setelah pukul 20:00. Mereka juga berencana untuk meminta tempat yang menyajikan alkohol tutup sebelum jam 20.00 setiap malam dari 8 Januari hingga 31 Januari, dan restoran yang tidak menyajikan alkohol tutup sebelum pukul 20:00 setiap malam dari 11 Januari hingga 31 Januari.

Gubernur prefektur telah meminta agar pemerintah pusat mengumumkan keadaan darurat pada 2 Januari, setelah Tokyo dan prefektur sekitarnya mencatat tingkat infeksi harian baru yang tinggi sepanjang Desember dan hari-hari pertama tahun baru.

Jika diresmikan, ini akan menjadi kedua kalinya prefektur ini berada dalam keadaan darurat selama pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, setelah keadaan darurat nasional hampir dua bulan dari awal April hingga akhir Mei tahun lalu.

Jaringan bioskop Cinema Sunshine telah mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka akan menghentikan sementara penjualan tiket untuk pemutaran pada hari Selasa dan seterusnya di Tokyo dan prefektur sekitarnya, sehubungan dengan rekomendasi oleh gubernur prefektur kepada pemerintah pusat untuk keadaan darurat. Orang-orang hanya dapat membeli tiket di bioskop yang terpengaruh pada hari pemutaran, jika bioskop tersebut buka.

Tokyo melaporkan 884 kasus baru COVID-19 pada hari Senin – jumlah tertinggi pada hari Senin sejauh ini. Itu membuat jumlah keseluruhan kasus menjadi 63.474. Pemerintah mengklasifikasikan 108 pasien sebagai sakit parah.

Sumber: NHK