Pemerintah Jepang Pertimbangkan Kodifikasi Hukum untuk Cosplay

January 25, 2021 3:07 pm
Pemerintah Jepang Pertimbangkan Kodifikasi Hukum untuk Cosplay

Karya fans adalah zona abu-abu di Jepang melihat memang membuat produk dari sebuah seri tanpa izin itu tidak legal, namun kemampuan promosionalnya sangat kuat sehingga terdapat kesepakatan tidak tertulis tentang aktivitas apa yang akan ditolerir oleh pemegang lisensi. Hanya saja untuk cosplay nampaknya kesepakatan ini tidak akan sama lagi.

Menurut situs berita online Nikkan Sports, pemerintah Jepang berencana untuk membuat undang-undang untuk mengurangi ambiguitas dalam undang-undang hak cipta saat ini. Sementara aktivitas cosplay yang bukan untuk mencari keuntungan tidak akan terpengaruh, foto cosplay yang diposting ke media sosial, dan cosplayer yang menghasilkan uang dari acara dapat menerima hukuman pelanggaran.

Saat ini tidak ada keputusan resmi, dan pemerintah sedang berdiskusi dengan cosplayer profesional Jepang seperti Enako, yang terkenal karena pendapatannya yang signifikan dari cosplay dan juga merupakan duta Cool Japan.

“Saya pikir ada beberapa kesalahpahaman tentang informasi yang tersebar di luar sana tentang perubahan hak cipta cosplay, tapi artikel ini mudah dimengerti. Saya berdiskusi dengan Menteri Inoue, dan kami sedang mencari cara untuk melindungi hak cipta tanpa mengganggu dengan budaya cosplay saat ini. “

“Saya juga belum mendengar apapun tentang larangan foto cosplay di media sosial seperti yang tertulis di artikel lain, jadi saya ingin sekali menemukan kebenaran. Saya tidak benar-benar dalam posisi untuk dengan mudah memberi pernyataan tentang masalah ini, tetapi secara pribadi saya berharap perubahan tersebut tidak akan mengatur postingan media sosial dan aktivitas yang dibuat penggemar jika bukan untuk mencari keuntungan. “

Artikel yang relevan mengatakan bahwa “Cosplay yang bukan untuk mencari keuntungan tidak akan melanggar hak cipta, tetapi mengirimkan foto ke situs pertukaran berbasis keanggotaan (SNS) seperti Instagram, atau menerima remunerasi di acara-acara dapat melanggar hak cipta.”

Memang aneh Instagram dijadikan contoh dan jelas keputusan ini perlu didiskusikan lebih lanjut.

“Ngomong-ngomong, saya sudah mengatakannya berkali-kali sebelumnya, tapi ketika saya di TV, atau acara apa pun untuk mendapatkan keuntungan, saya mempertimbangkan hak cipta dan menghindari cosplay karakter berlisensi, jadi saya menggunakan kostum orisinal. Setiap kali saya cosplay karakter dari karya resmi, saya melakukannya setelah mendapat izin dari penerbit. ”

Sumber: Soranews