NekoNyan Umumkan Penerjemahan Lima Novel Visual Terbaru

NekoNyan umumkan bahwa mereka telah melisensi lima novel visual pada hari Senin (29/03). Kelima novel visual ini akan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Perusahaan yang berasal dari Osnabrück, Jerman ini juga memberikan informasi terkait progres pengerjaan kelima novel visual tersebut serta judul novel visual lain yang sudah diumumkan sebelumnya.

Lima novel visual yang diumumkan NekoNyan:

1. Ren’ai Karichaimashita (ASa Project)

© ASa Project

Novel visual ini akan mengguanakan judul “Koikari: Love for Hire” pada periliannya di Steam. Status pengerjaannya 90% telah diterjemahkan, 69,69% sudah diedit, dan akan memasuki fase QA.

Novel visual “Renai, Karichaimashita” pertama kali dirilis ASa Project pada 26 Juli 2019 untuk platform Windows. Novel visual ini kemudian dapatkan fandisk berjudul “Ren’ai, Karichaimashita – Tsubaki & Chinatsu & Konatsu Mini After Story” yang dirilis pada 29 November 2019. Fandisk kedua berjudul “Ren’ai Karichaimashita – Emi & Hasumi Mini After Story” yang dirilis pada 31 Januari 2020. Novel visual ini juga akan diporting menuju Nintendo Switch dan Playstation 4 oleh Entergram pada 21 Juli 2021.

2. Cafe Stella to Shinigami no Chou (Yuzusoft)

© Yuzusoft

Novel visual karya Yuzusoft ini akan menggunakan judul “Cafe Stella and the Reapers’ Butterflies” pada perilisannya di Steam. Status pengerjannya kini sudah 50% diterjemahkan dan diedit.

Novel visual “Cafe Stella to Shinigami no Chou” mulai dipasarkan Yuzusoft pada 20 Desember 2019 oleh Yuzusoft. Skenario cerita novel visual ini dibuat oleh Ritsu Amamiya (Riddle Joker), Jun Seo (Clover Day’s), dan Fumi Kazuki (9 –Nine-). Sementara itu artist utama dalam judul terbaru Yuzusoft ini diantaranya Kobuichi (Karina, Mei), Haruka Komowata (SD), Muririn (Natsume, Nozomi), dan Rodo (latar belakang). Famishin kembali menjadi sutradara, setelah sebelumnya menempati pos yang sama pada proyek novel visual “Senren Banka“. Tak hanya itu, Famishin juga berperan sebagai komposer ditemani oleh Angel Note.

3. Sugar Style (SMEE)

© SMEE

Novel visual karya SMEE ini akan menggunakan judul yang sama pada perilisannya di Steam. NekoNyan sebelumnya telah melisensi dan merilis novel visual karya SMEE lain, “Making*Lovers” di Steam pada tahun lalu. Pengerjaannya sudah mencapai 100% penerjemahan, 100% pengeditan, dan 80% QA.

Novel visual ini pertama kali dirilis SMEE untuk platform PC pada 25 Januari 2019. Entergram kemudian melakukan porting menuju PlayStation 4 dan Nintendo Switch. Porting ini telah dirilis pada 25 Maret 2021.

4. Mirai Radio to Jinkou-batto (Laplacian)

© Laplacian

Novel visual “Mirai radio to Jinkou-batto” akan menggunakan judul “The Future Radio and Artificial Pigeons” pada perilisannya di Steam. Pengerjaannya kini sudah 100% diterjemahkan dan 36% proses pengeditan. Laplacian pertama kali merilis novel visual ini pada 31 Agustus 2018 untuk platform Windows.

5. Aoi Tori (Purple Software)

© Purple Software

Novel visual “Aoi Tori” akan tetap menggunakan judul yang sama pada perilisannya di Steam. Progres pengerjaannya kini masih misterius menurut publikasi NekoNyan. Purple Software pertama kali merilis novel visual ini pada 24 November 2017 untuk platform Windows. Novel visual ini menggunakan setting yang sama dengan karya Purple Software sebelumnya yang berjudul “Amatsutsumi“.

NekoNyan juga memberikan progres pengerjaan novel visual lainnya yang diantaranya:

  • Kin’iro Loveriche -Golden Time-: 100% diterjemahkan, 100% pengeditan, 25% QA. Dijadwalkan rilis pada Mei 2021.
  • Clover Days: 100% diterjemahkan, 100% pengeditan. Dijadwalkan rilis pada tahun 2021
  • Hello Lady: 100% diterjemahkan, 100% pengeditan, 40% QA. Pengerjaan dalam penangguhan karena menunggu pihak perusahaan programer di Jepang untuk menyelesaikan tugas mereka. Jadwal rilis belum dipastikan.
  • Melty Moment: Progres pengerjaan akan diperbaharui
  • Dracu Riot: Dalam penangguhan karena novel visual utamanya mendapatkan remaster menuju resolusi HD.
  • Making*Lovers Geki Icha After Story: Penerjemahan segera dimulai.

Sumber: NekoNyan (1, 2)