Mamoru Oshii: “Hideaki Anno Lebih Jadi Produser Dibanding Sutradara Sekarang”

May 4, 2021 3:09 pm
Mamoru Oshii: “Hideaki Anno Lebih Jadi Produser Dibanding Sutradara Sekarang”

Mamoru Oshii via wawancara yang diposting di Pia pada tanggal 20 April membahas perasaannya tentang Hideaki Anno. Ketika ditanya apakah dia telah melihat Evangelion: 3.0 + 1.0, dia menjawab bahwa dia belum melihatnya. Namun, secara umum mengomentari gaya penyutradaraan Anno dan karya terbarunya, ia mengatakan bahwa keduanya memiliki gagasan yang sangat berbeda tentang apa artinya menjadi sutradara.

Menurut Oshii, Anno “lebih merupakan produser daripada sutradara.” Sementara Oshii tidak memiliki ketertarikan apapun pada sisi bisnis anime dan hanya ingin fokus pada apapun yang dia buat sendiri, Anno lebih tertarik pada sisi itu. Oshii mengatakan bahwa menurutnya itu cocok untuknya.

Di sisi lain, karena perbedaan pandangan ini, Oshii mengatakan bahwa karya Anno “tidak memiliki tema”. Dia memuji aspek visual gaya penyutradaraan Anno, tetapi mengatakan bahwa tidak ada tema yang diekspresikan di bawah gaya tersebut.

“Ekspresi dan tema adalah hal yang berbeda,” ujarnya. “Presentasi avant-garde atau melahirkan gaya presentasi baru bukanlah hal yang sama dengan sebuah tema.” Ia mengatakan, mungkin karena dirinya dan Hayao Miyazaki termasuk generasi pembuat film yang lebih tua, keduanya selalu memikirkan apa yang ingin mereka ungkapkan setiap kali membuat film. Dalam kasusnya sendiri, dia membuat film sehingga dia bisa “berkelahi dengan masyarakat,” dan dia percaya bahwa Miyazaki melakukan hal yang sama bahkan jika dia mengklaim membuat film untuk dinikmati anak-anak.

Oshii juga mengatakan bahwa batasan Anno juga dimiliki oleh Mamoru Hosoda dan Makoto Shinkai, yang karyanya juga “tidak memiliki tema utama.” “Dengan kata lain, saya tidak bisa merasakan motivasi mendasar yang mereka miliki untuk membuat film,” katanya.

Pada saat yang sama, ia mengatakan bahwa komentarnya tentang Anno jangan dianggap sebagai kritik. Dia menggambarkan sebagian besar karya Anno sebagai “seperti I-Novel (novel itrospeksi perasaan pribadi)”, sehingga apa pun yang dia lakukan dia tetap jujur ​​pada dirinya sendiri. Pertanyaannya lebih tentang apakah seseorang dapat menerima pendekatan itu atau tidak.

Menjelang akhir wawancara, Oshii menggambarkan percakapannya dengan Anno saat dia membuat The Sky Crawlers (2008), di mana mereka berbicara tentang bagaimana Anno membangkitkan minatnya dalam bisnis. “Saya kira Anno punya keinginan untuk naik terus ke atas,” pungkasnya.

Sumber: ANN