Manga Grand Blue Kembali Hiatus Setelah Mangaka Masuk Rumah Sakit

May 7, 2021 12:05 pm
Manga Grand Blue Kembali Hiatus Setelah Mangaka Masuk Rumah Sakit

Majalah Good! Afternoon edisi Juni mengungkap pada hari Jumat bahwa manga komedi “Grand Blue” Kenji Inoue dan Kimitake Yoshioka akan hiatus lagi dan akan kembali pada bulan Juni, karena salah satu dari mereka dirawat di rumah sakit karena keadaan darurat yang tiba-tiba.

Pengumuman tersebut mencatat bahwa mangaka sedang dalam proses pemulihan, tetapi tidak menyebutkan siapa yang dirawat di rumah sakit atau penyebab rawat inap tersebut. Manga baru-baru ini dilanjutkan dari hiatus dua bulan pada 4 Maret, setelah Inoue menderita sakit punggung karena terlalu banyak bekerja.

Seri ini menceritakan tentang Kitahara Iori yang pindah ke Izu untuk kuliah, di sana dia menetap di toko alat selam bernama “Grand Blue” yang dimiliki oleh kerabatnya. Setelah berbagai insiden yang melibatkan kakak kelas dan sepupunya yang bergabung dengan circle menyelam tingkat universitas, dia memutuskan untuk ikut mencoba menyelam juga.

Manga Grand Blue mulai berjalan pada 7 April 2014 di majalah Good! Afternoon. Kodansha telah menerbitkan volume ke-16nya pada 20 November 2020. Kodansha juga menerbitkan manga ini di Amerika Utara. Manga-nya kini telah terjual lebih dari 6 juta eksemplar.

Sampul manga volume ke-16

Adaptasi anime-nya telah tayang pada Juli 2018 sebanyak 12 episode. Studio Zero-G (Rikekoi) menjadi studio animasinya. Sutradara dan penyusun skrip anime-nya adalah Shinji Takamatsu (Gintama, Danshi Koukousei no Nichijou, School Rumble. Desainer Karakternya dibuat oleh Hideoki Kusama (Battery!).

Adaptasi film live action juga telah diputar di bioskop di Jepang pada 7 Agustus 2020. Film ini seharusnya diputar lebih dini yaitu pada 29 Mei 2020, namun karena pandemi coronavirus maka staf harus menundanya hingga 7 Agustus 2020. Tsutomu Hanabusa (live-action 3D Real Girl Kanojo, Kakegurui, Asahinagu) menyutradarai film dengan perusahaan produksi “THEFOOL,” dan Warner Bros. Jepang mendistribusikan film.

Sumber: ANN