Tren Konsumsi Alkohol di Rumah Masih Jadi Pilihan Utama Warga Jepang

May 14, 2021 15:52
Tren Konsumsi Alkohol di Rumah Masih Jadi Pilihan Utama Warga Jepang

Situasi darurat di berbagai prefektur di Jepang memaksa banyak bisnis seperti restoran untuk menutup operasinya sementara. Sebagian besar restoran yang menyajikan minuman beralkohol harus menutup kegiatannya hingga 31 Mei setelah sebelumnya hanya berlangsung hingga 11 Mei. Penutupan ini menyebabkan konsumsi alkohol nasional di restoran-restoran juga ikut menurun drastis.

Menurut data pada survei nasional dari Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang diungkap bahwa konsumsi alkohol di restoran atau kafe atau bar tengah dalam tren penurunan dikarenakan pandemi virus corona. Pada April 2020, saat situasi darurat pertama diumumkan, terdapat penurunan 17,1% konsumsi alkohol dibandingkan pada April 2019.

Di waktu yang sama, terdapat kenaikan konsumsi alkohol pada rumah tangga di setiap tahunnya dikarenakan orang-orang lebih memilih untuk minum-minum di rumah dibandingkan di restoran, kafe dan tempat lainnya. Lebih detailnya, terdapat penurunan persentase konsumsi hingga 52,7% selama satu tahun terakhir dikarenakan pembatasan waktu penjualan alkohol. Perbandingan dari bulan yang sama di tahun sebelumnya, terdapat penurunan konsumsi alkohol tertinggi hingga 80 sampai 90%.

(c) Nippon

Dampak situasi darurat di sejumlah prefektur akan masih memberatkan para pelaku usaha restoran, kafe, bar, hingga izakaya hingga akhir bulan ini. Jika situasi darurat akan kembali diperpanjang, bisnis mereka bisa saja sudah berhenti akibat minimnya pendapatan serta iklim bisnis yang kian timpang akibat pandemi.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga sebelumnya mengumumkan pada hari Jumat (7/5) bahwa situasi darurat baru untuk virus corona (COVID-19) di prefektur Metropolis Tokyo, Osaka, Kyoto, dan Hyogo diperpanjang hingga akhir Mei. Situasi darurat akan mencakup 6 dari 13 prefektur terpadat di Jepang, dengan 43 juta orang atau sepertiga dari populasi Jepang.

Di bawah situasi darurat saat ini, pemerintah meminta pusat perbelanjaan besar untuk ditutup (kecuali yang menawarkan kebutuhan sehari-hari), dan acara diusahakan tidak dihadiri secara langsung. Di bawah perpanjangan baru, pemerintah akan meminta pusat perbelanjaan untuk tutup pada pukul 20.00. bukannya ditutup sama sekali, dan acara dihadiri tidak lebih dari 5.000 peserta dan diakhiri pada pukul 21.00.

Gambar: Grand Blue

Sumber: Nippon